Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Pembangunan Infrastruktur IKN Dipandang Harus Diuji di Fase Operasi, Bukan Sekadar Konstruksi

 

Ilustrasi AI

IKN— Wacana tentang pembangunan infrastruktur di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali mengemuka, seiring dengan penekanan para pakar dan praktisi bahwa semua proyek yang digarap tidak cukup sekadar menyelesaikan konstruksi fisik. Menurut sejumlah pengamat serta hasil diskusi nasional, efektivitas infrastruktur IKN akan benar-benar diuji ketika memasuki tahap operasi dan pemeliharaan yang sesungguhnya, bukan hanya sekadar tuntas dibangun secara struktural.

Fokus ini semakin relevan mengingat mega proyek IKN diproyeksikan akan menjadi ibu kota baru negara yang luas dan kompleks, yang bertujuan mengintegrasikan berbagai fungsi pemerintahan, layanan publik, dan aktivitas sosial-ekonomi. Aspek teknis dan non-teknis perlu mulai diperhitungkan supaya infrastruktur yang dibangun benar-benar bermanfaat secara berkelanjutan bagi masyarakat maupun pemerintahan pusat yang akan beroperasi di Nusantara.


Paradigma “Beyond Construction”

Beberapa waktu lalu, seminar nasional bertajuk “Beyond Construction in Indonesia – Operation and Maintaining Infrastructure in Ibu Kota Nusantara” diselenggarakan oleh Keluarga Alumni Universitas Atma Jaya Yogyakarta (Kamajaya). Acara ini menyoroti perubahan paradigma penting dalam pengelolaan infrastruktur IKN dari sekadar pembangunan fisik menuju fase operasional dan pemeliharaan yang berkualitas.

Dalam seminar tersebut, para pembicara yang terdiri dari akademisi, praktisi teknis, dan regulator menggarisbawahi bahwa proyek infrastruktur — mulai dari jalan utama, jaringan utilitas, hingga fasilitas publik — baru akan menunjukkan manfaat sebenarnya ketika fase operasi - maintenance berjalan optimal. Menurut mereka, fase ini kerap diabaikan dalam banyak proyek besar di Indonesia, padahal justru saatnya efektivitas teknis, efisiensi biaya, dan pengalaman pengguna diuji secara nyata.

“Sebuah infrastruktur baru akan memberikan layanan optimal ketika sudah memasuki fase layanan operation and maintaining,” ujar salah satu pembicara di seminar nasional tersebut.


Pembangunan Fisik Masih Terus Berlangsung

Sementara itu, pembangunan fisik di kawasan IKN tetap berjalan. Pemerintah dan Otorita Ibu Kota Nusantara serta kontraktor pelaksana terus mengerjakan berbagai paket pembangunan fisik, termasuk infrastruktur jalan, bangunan pemerintahan, dan utilitas dasar.

Sebagai contoh, pada akhir 2025, sejumlah paket supervisi infrastruktur strategis telah ditandatangani untuk memastikan pelaksanaan konstruksi berjalan sesuai dengan rencana dan standar yang ditetapkan. Enam paket supervisi ini mencakup pengawasan pembangunan jalan kawasan legislatif dan yudikatif, embung, kolam retensi, serta bagian lain dari jaringan jalan besar di IKN. Proyek supervisi ini melibatkan tenaga profesional dari berbagai perusahaan konsultan dan kontraktor dengan masa kerja hingga akhir 2027.

Secara garis besar, pembangunan infrastruktur di IKN dibagi ke dalam beberapa batch atau tahapan kontrak, termasuk konstruksi fisik serta paket manajemen konstruksi atau supervisi yang ditujukan agar pelaksanaan proyek lebih terkoordinasi dan terintegrasi.


Target IKN Sebagai Ibu Kota Politik pada 2028

Proyek pembangunan infrastruktur ini juga menjadi bagian dari persiapan IKN untuk berfungsi sebagai ibu kota politik Indonesia pada tahun 2028, sebagaimana peraturan presiden yang telah disahkan sebelumnya. Tujuan itu mencakup penyelesaian bangunan gedung pemerintahan utama, fasilitas pendukung, serta jaringan utilitas yang memungkinkan pemerintahan nasional beroperasi penuh di Nusantara.

Untuk mendukung target waktu tersebut, berbagai pekerjaan fisik dalam tahapan lanjutan tidak hanya fokus pada konstruksi gedung, tetapi juga sistem pendukung seperti jalan primer, sarana jaringan air dan listrik, fasilitas pelayanan publik, serta fasilitas hunian bagi aparat sipil negara dan para pekerja.


Menguatnya Kesadaran untuk Fase Operasional

Kebutuhan untuk memikirkan fase operasional secara matang juga diperkuat oleh usulan sebelumnya yang menyatakan pentingnya alokasi anggaran operation readiness dan pemeliharaan infrastruktur. Dokumen pengajuan anggaran Otorita IKN menunjukkan bahwa pihak berwenang telah mempertimbangkan kebutuhan biaya untuk operasi dan pemeliharaan berbagai fasilitas yang sudah atau tengah dibangun.

Ini mencerminkan pengakuan bahwa tidak semua biaya dan sumber daya harus berakhir pada pembangunan fisik saja, melainkan juga pada kemampuan sistem dan tenaga lokal untuk mengelola infrastruktur selama masa layanan.


Realitas Proyek Infrastruktur di Lapangan

Meski pembangunan infrastruktur IKN terus dikebut, faktor kesiapan operasional juga menjadi bahan diskusi di lingkungan teknis dan komunitas profesional. Banyak pihak menilai bahwa aspek pemeliharaan, kesiapan SDM, dan sistem layanan publik perlu dirancang sejak awal, agar infrastruktur yang dibangun tidak cepat rusak atau tidak efisien ketika digunakan secara massal oleh masyarakat maupun lembaga pemerintahan.

Selain itu, sejumlah proyek sektor utilitas dan konektivitas seperti jalan tol, jaringan air bersih, sistem drainase, hingga fasilitas publik lain juga memerlukan pendekatan jangka panjang dalam hal perawatan dan pemutakhiran. Kualitas layanan ini akan berdampak pada daya dukung IKN sebagai pusat pemerintahan yang modern.


Keterlibatan Berbagai Pihak

Agar fase operasi berjalan efektif, keterlibatan semua pihak dianggap penting, dari pemerintah pusat, kontraktor, pemangku kepentingan lokal, hingga akademisi dan masyarakat sipil. Seminar nasional yang diselenggarakan menjadi contoh konkret kolaborasi lintas sektor untuk menajamkan perspektif dalam pembangunan IKN.

Diskusi semacam ini diharapkan membuka ruang evaluasi yang lebih luas, termasuk bagaimana mengintegrasikan teknologi digital, pelatihan tenaga kerja lokal, serta sistem monitoring yang kuat untuk menjamin berfungsinya berbagai komponen infrastruktur setelah serah terima konstruksi selesai.


Menunggu Implementasi Nyata

Hingga kini, berbagai paket pembangunan fisik IKN tetap menjadi fokus utama dalam agenda pemerintah seiring dengan target waktu 2028. Namun, dorongan bagi pemangku kebijakan untuk memperluas perhatian ke fase operasi dan pemeliharaan menunjukkan bahwa proyek infrastruktur berkelas dunia seperti IKN tidak hanya diukur dari kecepatan konstruksi, tetapi juga dari fungsinya ketika sudah digunakan oleh publik dan pemerintahan secara penuh.

 

Also Read
Tag:
Latest News
  • Pembangunan Infrastruktur IKN Dipandang Harus Diuji di Fase Operasi, Bukan Sekadar Konstruksi
  • Pembangunan Infrastruktur IKN Dipandang Harus Diuji di Fase Operasi, Bukan Sekadar Konstruksi
  • Pembangunan Infrastruktur IKN Dipandang Harus Diuji di Fase Operasi, Bukan Sekadar Konstruksi
  • Pembangunan Infrastruktur IKN Dipandang Harus Diuji di Fase Operasi, Bukan Sekadar Konstruksi
  • Pembangunan Infrastruktur IKN Dipandang Harus Diuji di Fase Operasi, Bukan Sekadar Konstruksi
  • Pembangunan Infrastruktur IKN Dipandang Harus Diuji di Fase Operasi, Bukan Sekadar Konstruksi
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad