Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Menembus Batas Negara: Sinergi Kubu Raya dan Sarawak untuk Penguatan UMKM Lintas Batas

 

Pontianak, September 2025, halaman Kantor Bupati Kubu Raya tampak lebih ramai dari biasanya. Sejumlah tamu dari luar negeri hadir, membawa semangat kolaborasi baru. Delegasi dari Pasar Tani Farma Negeri Sarawak, Malaysia, datang berkunjung untuk menjajaki peluang kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi lintas negara, tetapi juga momentum penting bagi masa depan UMKM yang ada di dua wilayah bertetangga.

Kunjungan ini disambut langsung oleh Bupati Kubu Raya, Sujiwo, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa sinergi lintas batas negara dapat menjadi pintu pembuka bagi lahirnya peluang ekonomi baru, terutama bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

 

Potensi UMKM Kubu Raya di Mata Sarawak

Dalam pertemuan hangat tersebut, Sujiwo menjelaskan bahwa kehadiran pelaku usaha dari Sarawak pada dasarnya sama dengan UMKM di Indonesia. Mereka datang untuk melihat secara langsung potensi produk-produk yang berkembang di Kubu Raya. “Potensi yang ada di Kubu Raya kita gali kemudian kita kolaborasikan, market-nya bisa ke Sarawak. Begitu juga sebaliknya, produk-produk dari Sarawak yang di sana mungkin murah (dan) di sini mahal, produk itu bisa kita terima di sini,” ujar Sujiwo.

Pernyataan ini menegaskan semangat pertukaran dua arah. Bagi Kubu Raya, Sarawak adalah pasar potensial yang dekat dan strategis. Bagi Sarawak, Kubu Raya adalah pintu gerbang Indonesia yang memiliki produk unggulan dengan daya saing tinggi. Pertemuan tersebut pun bukan hanya soal melihat, tetapi juga merumuskan strategi bagaimana produk-produk lokal bisa menembus pasar lintas negara dengan dukungan pemerintah daerah.

 

Produk-Produk Unggulan: Dari Langsat hingga Gula Merah

Kubu Raya dikenal sebagai salah satu daerah di Kalimantan Barat yang kaya akan hasil pertanian dan produk olahan lokal. Dalam kesempatan itu, Sujiwo mencontohkan beberapa komoditas unggulan seperti buah langsat dan gula merah.

Langsat yang tumbuh subur di tanah Kubu Raya memiliki cita rasa manis segar yang khas. Sementara gula merah yang dihasilkan oleh petani lokal bukan hanya menjadi pemanis tradisional, tetapi juga bagian dari budaya kuliner masyarakat. Produk-produk inilah yang dipandang potensial untuk dikembangkan sebagai komoditas ekspor ke Sarawak.

Di sisi lain, produk dari Sarawak yang relatif murah di sana, bisa menjadi alternatif untuk dipasarkan di Kubu Raya. Pertukaran ini akan menciptakan keseimbangan, memperkaya variasi produk, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi kedua belah pihak.

 

Kolaborasi sebagai Jalan Menuju Pasar Lintas Negara

Kerja sama antara Kubu Raya dan Sarawak bukanlah sekadar wacana. Kedua belah pihak ingin mengembangkan model perdagangan lintas negara yang lebih terstruktur, di mana UMKM menjadi aktor utama. Selama ini, perdagangan lintas batas sering kali didominasi oleh perusahaan besar. Padahal, UMKM memiliki daya inovasi dan keunikan produk yang tidak kalah menarik.

Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan UMKM di Kubu Raya tidak hanya menjual produk di pasar lokal, tetapi juga mampu menembus pasar luar negeri. Sementara itu, pelaku usaha kecil di Sarawak juga mendapat kesempatan untuk memperkenalkan produknya di Indonesia.

 

Dampak Ekonomi bagi Masyarakat Lokal

Bagi masyarakat Kubu Raya, peluang ini membuka harapan baru. Selama ini, banyak produk lokal yang hanya berputar di pasar tradisional dengan nilai jual terbatas. Dengan terbukanya akses ke pasar Sarawak, harga produk bisa meningkat, skala produksi bisa diperbesar, dan kesejahteraan masyarakat ikut terdongkrak.

Peluang ini juga bisa menciptakan lapangan kerja baru. Mulai dari sektor produksi, distribusi, hingga jasa logistik lintas negara. Tidak menutup kemungkinan, generasi muda di Kubu Raya akan lebih terdorong untuk terjun ke dunia usaha karena melihat prospek pasar yang lebih luas.

Meski peluang terbuka lebar, tantangan tentu saja tidak sedikit. Perdagangan lintas negara mensyaratkan regulasi yang jelas, baik dari sisi perizinan, bea cukai, maupun standar mutu produk. UMKM yang terbiasa berjualan di pasar lokal perlu didampingi agar bisa memenuhi standar ekspor.

Selain itu, infrastruktur juga menjadi tantangan. Jalur distribusi darat dan laut antara Kubu Raya dan Sarawak perlu dipastikan lancar, efisien, dan aman. Jika hambatan logistik bisa diminimalisir, maka perdagangan lintas batas ini akan semakin kompetitif.

 

Peran Pemerintah Daerah sebagai Fasilitator

Dalam konteks ini, peran Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menjadi sangat penting. Pemerintah daerah bukan hanya sebagai regulator, tetapi juga fasilitator. Dukungan berupa pelatihan, bantuan permodalan, pendampingan sertifikasi, hingga promosi produk ke luar negeri menjadi kunci sukses keberlanjutan sinergi ini.

Sujiwo menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong UMKM lokal agar berdaya saing tinggi. “Kami ingin pelaku UMKM di Kubu Raya bisa naik kelas. Kolaborasi dengan Sarawak ini adalah kesempatan besar yang harus dimanfaatkan,” ungkapnya.

 

UMKM sebagai Jembatan Persahabatan Lintas Negara

Lebih dari sekadar transaksi ekonomi, sinergi Kubu Raya–Sarawak juga bermakna sebagai jembatan persahabatan lintas negara. Pertukaran produk UMKM membawa nilai budaya dan identitas lokal masing-masing. Setiap produk bukan hanya barang dagangan, tetapi juga cerita tentang masyarakat yang memproduksinya.

Dengan demikian, kerja sama ini juga memperkuat hubungan sosial dan budaya antara masyarakat Indonesia dan Malaysia, khususnya di kawasan perbatasan Kalimantan Barat–Sarawak.

Pertemuan antara Kubu Raya dan Sarawak diharapkan menjadi tonggak awal dari model kerja sama lintas batas yang berbasis pada kekuatan lokal. Jika berhasil, bukan tidak mungkin pola ini bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah perbatasan lain di Indonesia.

UMKM yang selama ini sering dianggap sektor pinggiran, kini justru diposisikan sebagai motor utama dalam diplomasi ekonomi lintas negara. Harapannya, produk-produk lokal Kubu Raya suatu hari nanti tidak hanya dikenal di Sarawak, tetapi juga mampu menembus pasar global.

Deklarasi kerja sama antara Kubu Raya dan Sarawak menunjukkan bahwa batas negara bukanlah penghalang bagi kolaborasi. Sebaliknya, batas negara bisa menjadi jembatan, asalkan ada semangat saling mendukung.

Bagi UMKM di Kubu Raya, peluang ini adalah undangan untuk tumbuh lebih besar. Bagi Sarawak, sinergi ini adalah kesempatan memperkuat hubungan ekonomi dengan tetangga terdekatnya.

Pada akhirnya, kerja sama lintas batas ini bukan hanya soal angka pertumbuhan ekonomi, tetapi tentang menghadirkan kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat kecil. Dari pasar tradisional di Kubu Raya hingga pasar tani di Sarawak, semangatnya sama: memberdayakan UMKM sebagai kekuatan ekonomi rakyat.

Also Read
Latest News
  • Menembus Batas Negara: Sinergi Kubu Raya dan Sarawak untuk Penguatan UMKM Lintas Batas
  • Menembus Batas Negara: Sinergi Kubu Raya dan Sarawak untuk Penguatan UMKM Lintas Batas
  • Menembus Batas Negara: Sinergi Kubu Raya dan Sarawak untuk Penguatan UMKM Lintas Batas
  • Menembus Batas Negara: Sinergi Kubu Raya dan Sarawak untuk Penguatan UMKM Lintas Batas
  • Menembus Batas Negara: Sinergi Kubu Raya dan Sarawak untuk Penguatan UMKM Lintas Batas
  • Menembus Batas Negara: Sinergi Kubu Raya dan Sarawak untuk Penguatan UMKM Lintas Batas
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad