![]() |
| Ilustrasi AI |
IKN — Seiring dengan rencana progresif pemindahan aparatur
sipil negara (ASN) dan pengembangan pusat pemerintahan baru Indonesia, Otorita
Ibu Kota Nusantara (OIKN) menegaskan bahwa layanan dasar khususnya dalam
bidang kesehatan dan jaminan sosial di Ibu Kota Nusantara telah
dipersiapkan secara matang dan siap digunakan oleh ASN maupun masyarakat umum.
Pernyataan ini disampaikan dalam konteks kesiapan fasilitas penunjang di
Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) yang saat ini terus berkembang menjelang
aktivitas pemerintahan yang direncanakan berjalan secara bertahap sepanjang 2026.
Pilar Pelayanan Dasar yang Siap Beroperasi
Direktur Pelayanan Dasar OIKN, Suwito, mengatakan
bahwa layanan dasar — termasuk layanan kesehatan, jaminan sosial, pendidikan,
serta fasilitas peribadatan — menjadi prioritas utama pemerintah dalam
mendukung perpindahan ASN. Pernyataan ini menegaskan bahwa IKN tidak hanya
fokus pada infrastruktur pemerintahan, tetapi juga kebutuhan esensial warga
yang akan tinggal dan bekerja di ibu kota baru.
Dalam konteks kesehatan, saat ini telah tersedia empat
rumah sakit besar di kawasan KIPP, di mana tiga di antaranya sudah resmi
beroperasi dan melayani masyarakat umum serta ASN, yaitu Rumah Sakit
Umum Pusat (RSUP) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Nusantara, Rumah Sakit
Mayapada Nusantara, dan Rumah Sakit Hermina Nusantara. Ketersediaan
fasilitas ini menjadi langkah konkret penyediaan layanan kesehatan dasar yang
berkualitas.
Menariknya, rasio ketersediaan tempat tidur di fasilitas
kesehatan IKN saat ini telah mencapai 2 hingga 3 tempat tidur per 1.000
penduduk — angka yang lebih tinggi dari standar nasional minimal 1
tempat tidur per 1.000 penduduk. Hal ini menunjukkan upaya serius untuk
memastikan kapasitas layanan medis di IKN berada di atas rata-rata standar umum
pelayanan kesehatan di Indonesia.
Integrasi Jaminan Sosial dan Akses BPJS
Tidak hanya fasilitas fisik, aspek jaminan sosial juga telah
diintegrasikan ke dalam layanan kesehatan yang tersedia. Layanan BPJS
Kesehatan sudah dapat diakses di beberapa rumah sakit seperti Rumah Sakit
Hermina Nusantara dan Rumah Sakit Mayapada Nusantara. Hal ini memberi kepastian
kepada ASN dan masyarakat akan akses ke layanan kesehatan yang terjamin secara
sosial dan finansial. Sementara itu, layanan BPJS Ketenagakerjaan atau
BPJamsostek bagi kasus kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja juga
tersedia di wilayah KIPP.
Integrasi jaminan sosial ini menjadi salah satu komponen
penting dari pelayanan dasar yang dijamin oleh negara. Dengan demikian, ASN
yang akan pindah maupun masyarakat yang tinggal di IKN tidak akan menghadapi
kendala akses layanan kesehatan dasar terutama dalam situasi kebutuhan medis
mendesak.
Penguatan Upaya Preventif Kesehatan
Selain layanan kuratif di rumah sakit, Otorita IKN juga
fokus terhadap strategi preventif untuk menjaga kesehatan warga di
lingkungan ibu kota baru. Upaya ini mencakup program edukasi masyarakat,
pengendalian penyakit seperti demam berdarah, serta intervensi lingkungan
seperti penaburan ikan di embung untuk memangsa jentik nyamuk sebagai langkah
pencegahan alami.
Program ini menunjukkan pendekatan holistik yang tidak hanya
menempatkan layanan medis sebagai solusi akhir, tetapi juga mendorong pola
hidup sehat sejak dini, terutama di lingkungan masyarakat yang masih baru
berkembang. Upaya preventif yang terstruktur diharapkan dapat mengurangi beban
penyakit serta meningkatkan kualitas hidup penduduk dan ASN yang tinggal di
IKN.
Selain itu, OIKN juga mempertimbangkan program yang lebih
spesifik seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilakukan secara
berkala untuk memetakan kondisi kesehatan awal ASN dan keluarganya. Pendekatan
semacam ini bertujuan mendeteksi faktor risiko kesehatan sejak dini sehingga
intervensi medis maupun upaya pencegahan dapat dilakukan secara tepat.
Penyangga Layanan Sosial Lainnya
Pelayanan dasar yang disiapkan di IKN tidak hanya sebatas
kesehatan dan jaminan sosial. Komitmen OIKN dalam membangun ekosistem untuk
mendukung ASN dan masyarakat juga terlihat dari kesiapan sektor lain seperti pendidikan,
transportasi, hunian, hingga fasilitas ibadah yang semuanya menjadi bagian
integral dalam menciptakan lingkungan hidup yang layak dan nyaman.
Misalnya, dukungan terhadap layanan pendidikan melalui
penyediaan sekolah terpadu dari tingkat pendidikan dasar hingga menengah
menjadi faktor penting bagi ASN yang membawa keluarga mereka ke ibu kota baru.
Di sisi lain, fasilitas sarana ibadah seperti Masjid Negara IKN ditargetkan
beroperasi secara penuh pada periode perayaan Ramadan 1447 Hijriah, menunjukkan
komitmen negara dalam menyediakan kebutuhan spiritual masyarakat.
Antisipasi dan Tantangan Menuju Operasional Penuh
Meski banyak fasilitas layanan dasar telah tersedia dan siap
beroperasi, pemerintah pusat melalui OIKN terus melakukan evaluasi dan
pengembangan untuk memastikan ekosistem ibu kota berjalan lancar. Antisipasi
terhadap penyakit musiman, peningkatan kapasitas layanan kesehatan, serta
sistem distribusi jaminan sosial menjadi agenda penting dalam pengembangan
infrastruktur sosial di IKN.
Selain aspek teknis, keberhasilan layanan ini juga
tergantung pada kolaborasi antara pemerintah pusat, otorita IKN, lembaga
kesehatan, serta berbagai pihak terkait untuk memastikan layanan dapat diakses
secara efektif oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini penting terutama ketika
fase pemindahan ASN mulai berjalan lebih intensif seiring dengan aktivitas
pemerintahan yang semakin beragam.
Dengan kesiapan layanan kesehatan dan jaminan sosial yang
sudah melibatkan fasilitas modern dan terintegrasi, OIKN terus mendorong
percepatan pengembangan lain yang mendukung kehidupan di ibu kota baru.
Pendekatan komprehensif ini menggambarkan tekad pemerintah untuk tidak hanya
memindahkan pusat pemerintahan, tetapi membangun kota baru yang layak huni dan
memberikan layanan dasar berkualitas bagi ASN dan masyarakat Indonesia.







