Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Imlek di Kalbar: Bupati Kubu Raya Tegaskan Pesan Persatuan dan Kekayaan Keberagaman

 

Ilustrasi AI

Pontianak, Kalbar — Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Kalimantan Barat (Kalbar) tahun ini bukan sekadar ajang tradisi budaya, tetapi juga menegaskan kembali nilai persatuan, toleransi, dan kebersamaan yang menjadi fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Hal ini ditegaskan oleh berbagai tokoh pemerintahan daerah termasuk Bupati Kubu Raya Sujiwo dan Gubernur Kalbar Ria Norsan, yang secara tegas menjadikan perayaan Imlek sebagai momentum memperkokoh rasa persatuan di tengah keberagaman.


Imlek di Ruang Publik: Milik Semua Warga Kalbar

Bupati Kubu Raya Sujiwo menyampaikan sebuah pesan kuat saat menghadiri perayaan Imlek di Bundaran Gaforaya (Tugu Benteng Mangrove), Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Menurutnya, lokasi tersebut merupakan ruang publik yang harus dimiliki dan bisa digunakan oleh seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang suku, agama, atau budaya.

“Perayaan Imlek di Bundaran Gaforaya ini miliknya publik, miliknya masyarakat umum. Semua boleh menggunakan ruang ini, termasuk sahabat-sahabat kita warga Tionghoa yang merayakan Tahun Baru Imlek,” ujar Sujiwo.

Pernyataan ini menegaskan bahwa keberagaman tidak menjadi penghalang dalam penggunaan ruang publik dan penyelenggaraan acara budaya, namun justru menjadi bagian dari identitas sosial masyarakat Kalbar.


Imlek dan Ramadan: Dua Momentum Dalam Harmoni Sosial

Uniknya Perayaan Imlek tahun ini bertepatan dengan perayaan lain yang tidak kalah penting, yaitu akan dimulainya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah bagi umat Islam. Kejadian ini menciptakan sebuah momen yang kuat bagi masyarakat Kalbar untuk menunjukkan bagaimana dua nilai budaya dan spiritual yang berbeda bisa berjalan berdampingan dalam sebuah harmoni sosial.

Sujiwo memandang kesempatan ini sebagai sebuah bentuk kolaborasi antar-umat beragama yang bisa memperkaya cara pandang masyarakat terhadap toleransi dan saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari.

“Perbedaan dan keberagaman harus menjadi potensi kekuatan untuk membangun bangsa ini. Dalam kondisi apa pun, masyarakat tidak boleh terpecah belah. Persatuan adalah modal utama pembangunan,” ujar Sujiwo menekankan pentingnya persatuan sosial sebagai pondasi utama dalam pembangunan daerah.


Pesan Kekuatan Kebersamaan dari Pemimpin Daerah

Tidak hanya Bupati Sujiwo, Wakil Bupati Sukiryanto juga turut mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan di tengah kemajemukan Kalbar. Ia menyampaikan ucapan selamat kepada warga Tionghoa yang merayakan Imlek serta harapan agar masyarakat tetap sehat, aman, dan sukses dalam aktivitasnya.

Dalam sambutannya, Sukiryanto juga mencatat bahwa Kabupaten Kubu Raya dihuni oleh setidaknya 17 etnis yang tergabung dalam organisasi Paguyuban Merah Putih tingkat kabupaten, sementara seluruh provinsi Kalbar memiliki sekitar 24 kelompok etnis. Kondisi ini mencerminkan ragam budaya serta potensi sosial yang besar bila dikelola dengan baik.


Pemerintah Provinsi Ikut Memperkuat Arah Kebersamaan

Sementara itu, dalam acara yang digelar secara terpisah di Gedung Perkumpulan Marga Yo, Jalan Gajah Mada, Pontianak, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan dan Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan turut memberikan sambutan hangat kepada masyarakat yang merayakan Imlek. Acara yang dihadiri ribuan warga dari berbagai etnis dan agama ini juga diramaikan dengan atraksi barongsai serta pesta kembang api yang memeriahkan malam.

Ria Norsan menyampaikan ucapan selamat menyambut Tahun Baru Imlek kepada seluruh masyarakat Tionghoa Kalbar serta mengajak seluruh warga untuk memperkuat kesatuan dalam semangat kebersamaan sebagai identitas rumah besar bersama di Kalbar.

“Mari kita bersatu untuk Kalimantan Barat sebagai rumah besar kita dan kita majukan bersama,” ujar Gubernur Norsan dalam sambutannya.

Ia menekankan bahwa perayaan perbedaan budaya seperti Imlek harus dipandang sebagai momentum strategis untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan rasa cinta tanah air, dan menjaga toleransi serta keberagaman sebagai kekuatan daerah.


Simbol Persaudaraan: Obor dan Lampion Menyatukan Warga

Salah satu elemen simbolis yang menonjol selama perayaan adalah integrasi antara obor dan lampion — dua simbol cahaya yang melambangkan persaudaraan dalam konteks kebudayaan yang berbeda. Pada kesempatan tersebut, Ria Norsan melepas pawai obor yang merupakan bagian dari tradisi menyambut Ramadan, yang bersinggungan waktunya dengan perayaan Imlek.

Menurutnya, obor melambangkan cahaya yang terang dan harapan, sementara lampion juga melambangkan cahaya yang memandu manusia melalui gelapnya malam. Ketika kedua simbol ini menyatu, diibaratkan seperti persaudaraan yang menyinari kehidupan masyarakat Kalbar yang beragam.


Contoh Harmoni: Ribuan Warga Berkumpul Tanpa Perpecahan

Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan mengamati bahwa perayaan Imlek di Pontianak menjadi bukti nyata bahwa Kalbar mampu menjaga harmoni sosial di tengah era modern yang penuh tantangan. Ribuan warga dari berbagai latar belakang berkumpul di kawasan Jalan Gajah Mada untuk menyaksikan rangkaian pertunjukan budaya, pertunjukan barongsai, dan pesta kembang api yang meriah.


Momen Kebangsaan dan Multikulturalisme

Perayaan Imlek di Kalbar tahun ini bukan sekadar ritual budaya minoritas, tetapi juga menyiratkan nilai-nilai kebangsaan. Selaras dengan semangat toleransi dan keberagaman di Indonesia, Imlek menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mempererat jalinan sosial antara kelompok mayoritas dan minoritas. Ini sekaligus menunjukkan bahwa budaya tradisional dapat berfungsi sebagai jembatan sosial, bukan alasan untuk perpecahan.

Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Kalimantan Barat bukan sekadar merayakan tradisi budaya Tionghoa, tetapi juga menjadi refleksi nyata bahwa keberagaman bisa menjadi kekuatan yang memperkaya persatuan sosial. Melalui pesan-pesan persatuan yang disampaikan pejabat daerah, serta keterlibatan masyarakat lintas komunitas, perayaan ini menunjukkan komitmen kuat Kalbar dalam menjaga toleransi dan hidup bersama secara damai.

Perayaan ini pun menjadi contoh bahwa tradisi budaya, ketika dirayakan dengan keterbukaan dan saling menghormati, justru mampu memperkuat rasa kebangsaan, mempererat silaturahmi, dan memberikan inspirasi bagi daerah lain dalam menjaga kerukunan sosial di seluruh Indonesia.

 

Also Read
Tag:
Latest News
  • Imlek di Kalbar: Bupati Kubu Raya Tegaskan Pesan Persatuan dan Kekayaan Keberagaman
  • Imlek di Kalbar: Bupati Kubu Raya Tegaskan Pesan Persatuan dan Kekayaan Keberagaman
  • Imlek di Kalbar: Bupati Kubu Raya Tegaskan Pesan Persatuan dan Kekayaan Keberagaman
  • Imlek di Kalbar: Bupati Kubu Raya Tegaskan Pesan Persatuan dan Kekayaan Keberagaman
  • Imlek di Kalbar: Bupati Kubu Raya Tegaskan Pesan Persatuan dan Kekayaan Keberagaman
  • Imlek di Kalbar: Bupati Kubu Raya Tegaskan Pesan Persatuan dan Kekayaan Keberagaman
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad