Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

DPRD Soroti Pengadaan Mobil Dinas Gubernur Kalimantan Timur yang Nilainya Rp8,5 Miliar

 

Ilustrasi AI

Samarinda, Kalimantan Timur — Rencana gubernur Kalimantan Timur, untuk mengadakan satu unit mobil dinas dengan nilai sekitar Rp8,5 miliar menjadi sorotan tajam dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Timur (DPRD Kaltim). Kebijakan ini menimbulkan perdebatan di tengah kondisi fiskal yang masih memerlukan penataan anggaran dan adanya kebijakan efisiensi belanja daerah.


Anggaran Besar dan Kritik DPRD

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Subandi, menyatakan bahwa pengadaan kendaraan dinas gubernur senilai sekitar Rp8,5 miliar termasuk angka yang besar, terutama jika dilihat dalam konteks prioritas anggaran daerah. Ia menyebut bahwa kondisi keuangan pemerintah provinsi saat ini tidak dalam situasi yang ideal karena sejumlah tekanan dan kebijakan efisiensi yang harus dijalankan. “Nilai itu besar sekali. Sudah masuk kategori mobil mewah,” kata Subandi dalam pernyataannya yang dikutip oleh media lokal.

Menurut Subandi, urgensi pembelian kendaraan baru harus benar-benar dipertimbangkan agar tidak mengesampingkan kebutuhan anggaran untuk sektor publik lainnya. DPRD juga menyoroti bahwa Pemprov Kaltim masih memiliki sejumlah unit kendaraan dinas yang layak pakai sehingga penggunaan kendaraan yang ada seharusnya dapat dioptimalkan terlebih dahulu tanpa harus segera mengganti unit baru dengan anggaran besar.


Spesifikasi Kendaraan dan Kebutuhan Operasional

Kendaraan yang direncanakan untuk dibeli merupakan jenis Sport Utility Vehicle (SUV) hybrid dengan kapasitas mesin besar, yang secara umum masuk dalam segmen kendaraan premium. Menurut sejumlah media lokal, mobil tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan operasional gubernur dalam kunjungan kerja di wilayah yang memiliki medan beragam dan juga untuk agenda resmi di luar daerah.

Dalam klarifikasi resmi dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kalimantan Timur, pengadaan mobil tersebut adalah bagian dari siklus pembaruan armada kendaraan dinas untuk pimpinan daerah, mengingat unit kendaraan sebelumnya telah digunakan selama lebih dari lima tahun dan dinilai tidak lagi efisien dari sisi pemeliharaan. Kepala BPKAD Kalimantan Timur menjelaskan bahwa kendaraan baru yang dibeli memiliki fitur dan spesifikasi yang lebih efisien dari sisi bahan bakar serta representatif ketika menerima tamu negara dan tamu VVIP.

Pemerintah provinsi juga menegaskan bahwa pembelian kendaraan ini dilakukan sebelum kebijakan efisiensi anggaran secara ketat diterapkan dan telah melalui prosedur anggaran yang berlaku, terutama pada Tahun Anggaran 2025. Hal ini menunjukkan bahwa rencana pengadaan tidak berasal dari keputusan mendadak, tetapi merupakan bagian dari perencanaan anggaran yang telah dirancang jauh sebelumnya.


Konteks Fiskal Daerah dan Efisiensi Anggaran

Kritik terhadap pengadaan mobil dinas ini juga muncul dalam konteks kondisi fiskal daerah yang tengah mengalami tekanan. Di tahun anggaran 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menghadapi sejumlah tantangan anggaran, termasuk pemangkasan dana transfer dari pusat yang berdampak pada berkurangnya postur belanja daerah. Situasi ini memaksa pemerintah daerah untuk lebih ketat dalam mengelola anggaran dan fokus pada pembiayaan program yang berdampak langsung pada pelayanan publik.

Kondisi semacam ini biasanya mendorong pemerintah untuk menjalankan disiplin anggaran yang lebih tinggi, terutama dalam komponen belanja yang sifatnya konsumtif atau berbiaya tinggi. Dalam situasi seperti itu, pembelian kendaraan dinas berharga miliaran rupiah menjadi bahan diskusi dan evaluasi publik serta lembaga legislatif.


Reaksi dari Pakar dan Akademisi

Selain pandangan DPRD, sejumlah pengamat dan akademisi juga mengkritik langkah tersebut. Menurut beberapa pengamat dari Universitas Mulawarman, prioritas anggaran semestinya lebih diarahkan pada sektor publik seperti layanan kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat, bukan pada fasilitas kendaraan yang dinilai bersifat representatif atau luks. Kritik ini menunjukkan kekhawatiran bahwa penggunaan anggaran semacam itu dapat memunculkan persepsi bahwa kebijakan belanja daerah belum sepenuhnya berpihak pada kebutuhan rakyat.

Pengajar atau pakar yang dikutip dalam laporan media lokal menekankan bahwa efisiensi anggaran seharusnya tidak hanya berupa jargon administratif, tetapi mencerminkan tindakan nyata dalam memprioritaskan kebutuhan dasar masyarakat dibandingkan fasilitas pemerintah yang bersifat simbolis.


Tanggapan Pemerintah dan Penjelasan BPKAD

Menanggapi sorotan publik dan DPRD, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui BPKAD memastikan bahwa pembelian mobil dinas gubernur telah melalui pertimbangan matang, terutama terkait efisiensi biaya jangka panjang dan kebutuhan operasional pimpinan daerah dalam menjalankan tugas pemerintahan. Pemerintah juga menegaskan bahwa kebijakan efisiensi tetap dijalankan secara luas pada unit perangkat daerah lain, sementara pembaruan kendaraan untuk pimpinan daerah merupakan pengecualian yang dibenarkan.

BPKAD Kalimantan Timur menambahkan bahwa jenis kendaraan yang dibeli merupakan unit ramah lingkungan berbasis hybrid, yang sekaligus mendukung komitmen pemerintah daerah dalam menerapkan teknologi ramah iklim dan efisiensi bahan bakar. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa kendaraan tersebut dipilih meskipun memiliki harga yang relatif tinggi dibandingkan kendaraan dinas pada umumnya.

Sorotan terhadap pengadaan mobil dinas gubernur menjadi salah satu contoh dinamika antara lembaga legislatif dan eksekutif dalam mengawal penggunaan anggaran daerah. Kritik DPRD serta respons pemerintah menunjukkan bahwa tata kelola keuangan publik menjadi isu penting yang terus diperhatikan, terutama di tengah kebutuhan efisiensi anggaran dan pelayanan publik yang harus tetap berjalan optimal bagi masyarakat Kalimantan Timur.

 

Also Read
Tag:
Latest News
  • DPRD Soroti Pengadaan Mobil Dinas Gubernur Kalimantan Timur yang Nilainya Rp8,5 Miliar
  • DPRD Soroti Pengadaan Mobil Dinas Gubernur Kalimantan Timur yang Nilainya Rp8,5 Miliar
  • DPRD Soroti Pengadaan Mobil Dinas Gubernur Kalimantan Timur yang Nilainya Rp8,5 Miliar
  • DPRD Soroti Pengadaan Mobil Dinas Gubernur Kalimantan Timur yang Nilainya Rp8,5 Miliar
  • DPRD Soroti Pengadaan Mobil Dinas Gubernur Kalimantan Timur yang Nilainya Rp8,5 Miliar
  • DPRD Soroti Pengadaan Mobil Dinas Gubernur Kalimantan Timur yang Nilainya Rp8,5 Miliar
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad