![]() |
| Ilustrasi AI |
Pontianak, Kalimantan Barat — Bank Indonesia melalui kantor perwakilannya di Kalimantan Barat menyiapkan uang tunai sebesar Rp3,6 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat menjelang dan selama bulan suci Ramadan serta perayaan Idulfitri 1447 H. Penyiapan uang fisik ini dilakukan sebagai bagian dari program tahunan Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) Kalbar 2026 yang digelar sejak 19 Februari hingga 12 Maret 2026.
Jumlah uang tunai yang disiapkan meningkat sekitar 28,6
persen dibandingkan realisasi kebutuhan pada periode yang sama tahun
sebelumnya yang tercatat sebesar Rp2,8 triliun, seiring dengan bertambahnya
aktivitas ekonomi masyarakat dan kebutuhan transaksi di awal tahun.
Target Utama: Memastikan Kecukupan Uang Layak Edar
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat, Doni
Septadijaya, menyampaikan bahwa penyiapan uang tunai ini menjadi langkah
strategis untuk memastikan masyarakat memiliki akses terhadap uang Rupiah yang
layak edar, terutama pecahan kecil yang biasanya banyak dicari publik untuk
kebutuhan transaksi selama Ramadan dan menjelang Idulfitri.
“Uang tunai sebesar Rp3,6 triliun disiapkan untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat,” ujar Doni dalam sambutannya di acara kick-off SERAMBI
Kalbar 2026 yang berlangsung di halaman Masjid Raya Mujahidin Pontianak.
Program ini tidak hanya fokus pada penyediaan jumlah uang
yang cukup, tetapi juga memastikan distribusi yang merata agar masyarakat dapat
menukarkan Rupiah baru atau layak edar dengan mudah di berbagai wilayah Kalbar.
Jaringan Layanan Penukaran Uang yang Luas
Bank Indonesia Kalbar menggandeng 34 perbankan di
provinsi ini untuk menyediakan layanan penukaran uang Rupiah pada sekitar 70
titik layanan yang tersebar di seluruh kawasan Kalimantan Barat. Di titik
layanan ini, masyarakat dapat menukar uang pecahan besar dengan pecahan kecil
atau mendapatkan uang baru untuk kebutuhan Idulfitri.
Tidak hanya layanan statis di bank atau kantor cabang, BI
juga menyediakan berbagai bentuk layanan keliling untuk menjangkau wilayah
dengan keterbatasan akses perbankan. Skema layanan ini mencakup:
- Kas
Keliling Ritel sebanyak lebih dari 1.500 paket.
- Kas
Keliling Terpadu dan Peduli Mudik sebanyak 4.000 paket.
- Kas
Keliling Susur Sungai sebanyak 500 paket.
- Layanan
penukaran untuk mitra kerja dan masyarakat di area terpencil.
Pendekatan ini dibuat agar layanan penukaran uang dapat
dijangkau oleh masyarakat di kota besar maupun pedalaman yang mungkin sulit
mengakses kantor bank secara langsung.
Stabilitas Harga dan Daya Beli Masyarakat
Selain fokus pada uang tunai, SERAMBI Kalbar 2026 juga
mencakup upaya menjaga stabilitas harga barang kebutuhan pokok selama Ramadan
dan Idulfitri, periode yang secara historis rentan terhadap fluktuasi harga
bahan pokok. Untuk membantu stabilitas ini, BI Kalbar bekerja sama dengan
Pemerintah Provinsi Kalbar dan mitra strategis melalui penyelenggaraan Pasar
Murah SERAMBI, yang menghadirkan paket bahan pokok dengan harga terjangkau
bagi masyarakat.
Inisiatif ini merupakan gabungan antara program penyediaan
uang tunai yang memadai dan upaya mengendalikan harga serta pasokan kebutuhan
pokok sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga meskipun permintaan naik
tajam menjelang hari besar keagamaan nasional.
National Halal Fair dan Penguatan Ekonomi Syariah
Rangkaian kegiatan SERAMBI Kalbar 2026 juga dirangkaikan
dengan pelaksanaan National Halal Fair Kalimantan Barat 2026 (NHF), yang
digelar bersama Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Kalbar serta
Pemerintah Provinsi Kalbar. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem
produk halal di daerah, mendorong daya saing pelaku usaha halal, serta
memperluas akses pembiayaan dan literasi keuangan syariah.
Melalui NHF, pelaku UMKM lokal dapat memamerkan dan
memasarkan produk halal mereka ke publik yang lebih luas, sekaligus
memperkenalkan solusi keuangan syariah sebagai bagian dari transaksi ekonomi
sehari-hari, termasuk melalui penggunaan QRIS untuk pembayaran digital.
Dampak Ekonomi Lokal
Penyiapan uang tunai dan rangkaian kegiatan pendukung
seperti pasar murah dan National Halal Fair diproyeksikan dapat mendorong
pertumbuhan transaksi di sektor jasa, perdagangan, dan UMKM di Kalimantan Barat
menjelang dan selama Ramadan hingga Idulfitri. Ketersediaan uang tunai yang
cukup juga membantu memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di
sektor ritel dan pasar tradisional yang masih banyak bergantung pada transaksi
fisik tunai.
Penyelenggaraan SERAMBI Kalbar 2026 mencerminkan langkah
strategis BI dalam menjalankan perannya sebagai bank sentral untuk menjaga
stabilitas nilai Rupiah, memperluas inklusi keuangan, serta memastikan sistem
pembayaran dan kebutuhan uang masyarakat berjalan lancar pada masa penuh
aktivitas ekonomi ini.
Kick-off SERAMBI Kalbar 2026 resmi dibuka oleh Gubernur
Kalimantan Barat Ria Norsan, menandai dimulainya layanan penukaran uang,
pasar murah, serta rangkaian kegiatan ekonomi syariah yang dirancang untuk
mendukung kesejahteraan masyarakat selama periode Ramadan hingga Idulfitri
mendatang.







