![]() |
| Ilustrasi AI |
Samarinda, Kalimantan Timur — Menjelang momentum
Ramadan dan Idulfitri 1447 H, Bank Indonesia melalui kantor
perwakilan Provinsi Kalimantan Timur mengambil langkah proaktif guna
menjamin ketersediaan uang tunai yang cukup, layak edar, dan berkualitas
bagi masyarakat di wilayah kerja tersebut. Total dana tunai yang disiapkan
mencapai sekitar Rp2,18 triliun, meningkat sekitar 19,13 persen
dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Angka ini dirilis dalam rangkaian program tahunan Semarak
Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026, yang menjadi mekanisme
Bank Indonesia bersama perbankan dan stakeholder terkait untuk menghadirkan
suplai uang fisik yang diperlukan dalam menyambut aktivitas ekonomi masyarakat
selama periode Ramadan hingga Idulfitri.
Strategi Pemenuhan Uang Layak Edar
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Jajang Hermawan,
menegaskan bahwa penyediaan uang tunai ini merupakan bagian dari mandat BI
untuk menjamin kecukupan uang Rupiah di masyarakat, terutama saat permintaan
meningkat signifikan menjelang dan selama Ramadan–Lebaran.
Menurut Jajang, kebutuhan uang tunai di Kalimantan Timur
sebenarnya mengikuti trend tahunan yang biasanya meningkat hingga sekitar 20
persen dari kebutuhan tahunan normal, sehingga harus diantisipasi sedari
awal agar distribusi berjalan efektif, tepat waktu, dan tidak terjadi
kekosongan uang di masyarakat.
Berbeda dari pola konvensional di masa lalu yang sering
menimbulkan kerumunan saat penukaran fisik, BI Kalimantan Timur lebih
memaksimalkan pendaftaran penukaran melalui jalur digital melalui aplikasi PINTAR
(Penukaran dan Tarik Uang Rupiah). Pendaftaran daring ini dimulai sejak
pertengahan Februari 2026, dilakukan dalam dua gelombang utama, sehingga
diharapkan dapat meringankan antrean serta menjaga protokol kesehatan di titik
layanan.
Bank Indonesia juga menetapkan sistem batas maksimal
penukaran sebesar Rp5,3 juta per orang per paket penukaran, mengikuti
ketentuan nasional yang bertujuan menjaga distribusi lebih merata dan mencegah
praktik percaloan uang tunai di luar mekanisme resmi.
Layanan Penukaran dan Distribusi Uang Tunai
Untuk menjangkau masyarakat secara luas, BI Kaltim membuka
layanan penukaran fisik di 35 titik terpadu bekerja sama dengan
perbankan di tujuh kabupaten dan kota, termasuk di pusat layanan perbankan
serta lokasi-lokasi strategis seperti masjid dan fasilitas umum. Loket layanan
ini beroperasi sejak 18 Februari hingga 15 Maret 2026.
Sinergi BI dengan perbankan regional mencakup kolaborasi
dari seluruh bank yang ditunjuk sebagai lokasi penukaran. Layanan ini menyasar
masyarakat umum yang ingin menukarkan uang pecahan besar menjadi pecahan kecil
atau mendapatkan uang baru khusus untuk kebutuhan saat Lebaran.
Dengan titik pelayanan yang tersebar merata dan dukungan
dari pelaku perbankan, diharapkan masyarakat dari berbagai lapisan—termasuk
pedagang pasar tradisional, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum—dapat mengakses
layanan tanpa harus menempuh jarak jauh atau menghadapi antrean panjang.
Peran Program SERAMBI dalam Stabilitas Keuangan Daerah
Program SERAMBI yang dijalankan BI Kaltim lewat penyediaan
Rp2,18 triliun uang tunai ini bukan hanya soal jumlah nominal yang besar. Ini
juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas keuangan daerah dalam
periode di mana aktivitas ekonomi meningkat tajam. Permintaan untuk transaksi
tunai pada sektor ritel, jasa, dan pasar tradisional biasanya melonjak saat
Ramadan dan Hari Raya Idulfitri, sehingga menjamin kecukupan uang tunai menjadi
kunci untuk mencegah penurunan layanan perbankan dan gangguan sistem finansial.
Bank Indonesia juga memanfaatkan momentum ini untuk
mendorong adopsi pembayaran digital melalui integrasi kanal digital
seperti aplikasi PINTAR yang memudahkan masyarakat mengakses layanan tanpa
harus selalu datang langsung ke kantor bank. Upaya tersebut sejalan dengan tren
nasional yang terus mendorong transformasi sistem pembayaran Indonesia agar
lebih modern serta inklusif, namun tetap memastikan ketersediaan uang tunai di
masyarakat tetap terjaga.
Kontribusi BI Kaltim dalam Layanan Finansial Nasional
Meskipun fokus utama artikel ini adalah alokasi uang tunai
untuk wilayah Kalimantan Timur, langkah yang diambil BI Kaltim juga bagian dari
kebijakan nasional Bank Indonesia. Secara keseluruhan, BI diperkirakan
menyiapkan uang tunai dalam jumlah puluhan triliun Rupiah untuk memenuhi
kebutuhan Ramadan–Lebaran di seluruh Indonesia, sehingga menjamin masyarakat
tidak akan mengalami kekurangan uang tunai di berbagai daerah selama periode
tersebut.
Kebijakan ini juga mencerminkan kesiapan otoritas moneter
dalam menghadapi tren musiman yang diprediksi akan selalu meningkat setiap
tahunnya, seiring dengan pulihnya mobilitas masyarakat dan kebiasaan penarikan
tunai menjelang Hari Raya.
Dengan demikian, penyediaan uang tunai oleh Bank Indonesia
Kaltim menjadi bagian penting dari proses memastikan kelancaran aktivitas
ekonomi masyarakat, mendukung sektor perbankan dan ritel, serta memperkuat
stabilitas sistem pembayaran di wilayah Timur Indonesia menjelang puncak
Ramadan dan Idulfitri 2026.







