Seruyan - Penemuan sejumlah peralatan keselamatan milik Kapal Motor KM Virgo Transport 8 di wilayah pesisir Kalimantan Tengah memberikan petunjuk penting bagi upaya penyelidikan musibah laut yang terjadi baru-baru ini. Sebanyak lima unit perahu karet penyelamat atau life raft milik kapal nahas tersebut ditemukan mengapung oleh warga di sekitar perairan Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah. Penemuan ini langsung dikoordinasikan dengan aparat keamanan dan otoritas penyelamat untuk pengamanan lebih lanjut guna mendukung proses penyelidikan menyeluruh atas kecelakaan kapal yang membawa ratusan penumpang tersebut.
Warga pesisir Desa Sungai Perlu yang pertama kali melihat perahu-perahu penyelamat tersebut mengapung segera melaporkan temuan mereka ke aparat kepolisian setempat. Menanggapi laporan warga, personel Kepolisian Sektor Sungai Perlu langsung mengamankan lokasi dan berkoordinasi dengan Kantor Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Palangka Raya. Tim SAR kemudian bergerak cepat menjemput dan mengevakuasi seluruh perahu karet tersebut agar tidak hanyut lebih jauh terbawa arus laut yang kuat. Proses evakuasi dari pantai menuju kendaraan pengangkut berjalan lancar berkat kerja sama yang baik antara warga, kepolisian, dan personel penyelamat di lapangan.
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama Yudhi Bramantyo Nur Sasongko mengonfirmasi bahwa kelima life raft yang ditemukan warga tersebut kini telah berada dalam penanganan pihak berwenang. Seluruh perahu penyelamat itu berhasil diamankan dan dibawa menuju Palangka Raya, ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah. Pengamanan ini dilakukan sebagai langkah awal sebelum seluruh barang bukti dipindahkan ke pusat koordinasi utama di provinsi tetangga. Pemindahan ke Palangka Raya dipilih karena fasilitas penyimpanan dan pengamanan di ibu kota provinsi dinilai lebih memadai untuk menjaga keutuhan kondisi fisik barang bukti tersebut.
Saat pertama kali ditemukan oleh warga setempat, kelima perahu karet penyelamat itu berada dalam kondisi sudah mengembang sempurna. Secara visual, perahu-perahu darurat tersebut berwarna hitam dengan kombinasi oranye terang yang dominan agar mudah terlihat dari kejauhan di laut lepas. Pada beberapa bagian sisi perahu karet, terdapat tulisan identitas yang sangat jelas yaitu KM Virgo Transport 8, sehingga memastikan asal-usul peralatan keselamatan tersebut dari kapal yang sedang dicari.
Berdasarkan rencana penanganan, kelima life raft yang kini berada di Palangka Raya akan segera dibawa menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Pemindahan ini dilakukan karena posko utama penanganan dampak kecelakaan serta pusat koordinasi penyelidikan berpusat di wilayah Kalimantan Selatan, destinasi awal dari pelayaran kapal penumpang tersebut sebelum dihantam musibah di tengah laut. Proses distribusi barang bukti lintas provinsi ini dikawal ketat oleh petugas terkait guna memastikan kelancaran prosedur tanpa merusak komponen penting yang melekat pada alat keselamatan tersebut.
Seluruh perlengkapan keselamatan yang berhasil dikumpulkan dari wilayah perairan ini nantinya akan dijadikan alat bukti penting bagi Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT. Tim penyelidik dari KNKT akan melakukan pemeriksaan teknis mendalam terhadap perahu-perahu karet ini untuk menganalisis fungsi alat keselamatan kapal dan membantu merekonstruksi kronologi peristiwa darurat yang terjadi di atas kapal saat kecelakaan berlangsung. Pemeriksaan komprehensif ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi keselamatan baru guna mencegah terulangnya tragedi serupa di masa yang akan datang.
Penemuan lima unit perahu karet di perairan Kabupaten Seruyan ini menambah daftar material keselamatan dari KM Virgo Transport 8 yang telah berhasil ditemukan. Sebelumnya, satu unit life raft serupa juga telah ditemukan dan dievakuasi oleh kapal perang TNI Angkatan Laut, KRI I Gusti Ngurah Rai, saat melakukan penyisiran di wilayah perairan Kalimantan Selatan. Pengumpulan seluruh alat keselamatan ini menjadi bagian krusial dalam mengungkap tabir kecelakaan transportasi laut tersebut.
Tragedi yang menimpa KM Virgo Transport 8 terjadi pada hari Minggu dini hari, tanggal tiga belas September dua ribu dua puluh enam. Kapal penumpang yang mengangkut dua ratus empat puluh tiga orang tersebut mengalami kecelakaan di perairan Kalimantan Selatan dalam rute pelayaran dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Peristiwa yang terjadi di tengah kegelapan malam itu memicu kepanikan hebat di antara para penumpang dan kru kapal.
Hingga saat ini, tim penyelamat mencatat sebanyak seratus empat belas orang telah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian. Dari jumlah tersebut, sebanyak seratus delapan orang dinyatakan selamat, sementara enam penumpang lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Proses pencarian intensif masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan karena masih ada sekitar seratus dua puluh sembilan penumpang yang dilaporkan hilang dan belum diketahui nasibnya di perairan Kalimantan Selatan.
Upaya pencarian berskala besar terus digulirkan dengan melibatkan berbagai unsur SAR, mulai dari helikopter penyelamat, kapal patroli, hingga bantuan dari masyarakat nelayan setempat. Cuaca yang tidak menentu dan luasnya sebaran arus laut menjadi tantangan utama yang dihadapi tim di lapangan. Otoritas setempat juga terus mengimbau masyarakat pesisir di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan untuk segera melapor jika menemukan barang atau tanda-tanda keberadaan korban lain dari musibah laut ini.






