Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Pemerintah Kota Palangka Raya Menyiagakan Ruang Oksigen Gratis demi Melindungi Warga dari Dampak Buruk Kabut Asap

gambar hanya ilustrasi

Palangka Raya - Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Kesehatan mengambil langkah cepat dalam mengantisipasi ancaman gangguan kesehatan akibat kabut asap yang mulai menyelimuti wilayah tersebut. Salah satu upaya nyata yang dilakukan adalah menyiagakan ruang pelayanan oksigen gratis di 11 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang tersebar di kota tersebut. Fasilitas ini ditujukan khusus bagi masyarakat yang mengalami keluhan pernapasan mendadak akibat paparan asap sisa kebakaran hutan dan lahan yang kerap melanda wilayah Kalimantan Tengah saat musim kemarau tiba.

Langkah antisipatif ini diambil karena kabut asap membawa partikel halus berbahaya yang dapat dengan mudah terhirup dan merusak sistem pernapasan manusia. Dalam beberapa pekan terakhir, intensitas kebakaran hutan dan lahan di sekitar Kota Palangka Raya menunjukkan tren yang perlu diwaspadai, sehingga kualitas udara sewaktu-waktu dapat menurun ke level tidak sehat. Keberadaan ruang oksigen gratis di tingkat fasilitas kesehatan primer ini diharapkan mampu meminimalkan risiko keparahan penyakit saluran pernapasan akut atau ISPA, sebelum kondisi pasien memburuk dan membutuhkan penanganan rumah sakit.

Setiap ruang oksigen yang disediakan di 11 puskesmas tersebut telah dirancang sedemikian rupa agar siap pakai kapan saja. Fasilitas kesehatan ini dilengkapi dengan tempat tidur pasien yang memadai, tabung oksigen beserta regulatornya, serta peralatan pendukung medis lainnya. Hal yang paling krusial adalah kesiapan tenaga medis, baik dokter maupun perawat, yang disiagakan penuh selama 24 jam untuk melayani warga yang membutuhkan pertolongan darurat akibat sesak napas. Dengan kesiapan penuh ini, masyarakat tidak perlu khawatir jika mengalami gangguan pernapasan pada malam atau dini hari, karena pelayanan medis tetap terbuka tanpa dipungut biaya.

Penyebaran lokasi puskesmas yang menyiagakan ruang oksigen ini dilakukan secara merata untuk menjamin aksesibilitas seluruh warga kota. Layanan ini mencakup kawasan padat penduduk di Kecamatan Jekan Raya dan Pahandut, hingga wilayah yang cukup jauh dari pusat kota seperti Kecamatan Sabangau, Bukit Batu, dan Rakumpit. Pemerataan akses ini sangat penting mengingat kabut asap tidak memilih wilayah dan bisa menyebar dengan cepat tergantung arah angin. Dengan mendekatkan pelayanan medis ke permukiman warga, waktu tanggap penanganan pasien yang mengalami kekurangan oksigen dapat dipangkas secara signifikan.

Kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap paparan kabut asap adalah anak-anak, balita, ibu hamil, warga lanjut usia, serta mereka yang memiliki riwayat penyakit bawaan seperti asma dan bronkitis. Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya mengimbau kelompok rentan ini untuk lebih waspada dan segera mendatangi puskesmas terdekat jika mulai merasakan gejala tidak nyaman di dada, batuk terus-menerus, atau sesak napas. Penanganan yang cepat dan tepat di ruang oksigen puskesmas diyakini mampu mencegah terjadinya komplikasi kesehatan yang lebih fatal pada kelompok-kelompok sensitif tersebut.

Selain menyiapkan ruang oksigen, Dinas Kesehatan juga berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dan dinas lingkungan hidup, untuk memantau fluktuasi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Data harian kualitas udara menjadi acuan penting bagi puskesmas dalam mempersiapkan logistik medis tambahan, seperti masker dan obat-obatan. Jika ISPU menunjukkan kategori tidak sehat, puskesmas akan meningkatkan edukasi keliling kepada masyarakat sekitar agar tidak melakukan aktivitas luar ruangan yang tidak penting.

Pemerintah Kota Palangka Raya juga menekankan pentingnya tindakan preventif di samping upaya kuratif yang disediakan di puskesmas. Warga diimbau untuk selalu mengenakan masker standar yang mampu menyaring partikel debu halus ketika terpaksa harus beraktivitas di luar rumah. Selain itu, pemenuhan kebutuhan cairan tubuh dengan memperbanyak konsumsi air putih sangat disarankan untuk membantu meluruhkan kotoran dan lendir yang menempel pada tenggorokan akibat menghirup udara yang mulai tercemar partikel asap sisa kebakaran lahan.

Upaya penyiagaan ruang oksigen ini juga menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan rasa aman secara psikologis bagi masyarakat. Ketika kabut asap mulai tampak pekat, kecemasan warga biasanya akan meningkat, terutama mengenai keselamatan anak-anak mereka. Keberadaan puskesmas siaga 24 jam dengan fasilitas oksigen gratis ini diharapkan dapat meredam kepanikan tersebut, sekaligus mengedukasi publik bahwa pemerintah hadir memberikan solusi nyata di tengah-tengah masa sulit bencana ekologis tahunan ini.

Pihak Dinas Kesehatan juga telah menyiapkan skema rujukan cepat jika ditemukan pasien dengan kondisi darurat yang tidak bisa lagi ditangani di tingkat puskesmas. Ambulans di setiap puskesmas disiapkan dalam kondisi prima untuk segera mengevakuasi pasien ke rumah sakit rujukan utama, seperti RSUD Kota Palangka Raya atau RSUD dr. Doris Sylvanus. Melalui koordinasi yang terintegrasi dan respons cepat dari seluruh lini tenaga kesehatan, diharapkan dampak buruk kabut asap terhadap kesehatan warga dapat ditekan seminimal mungkin tanpa menimbulkan korban jiwa.

Also Read
Latest News
  • Pemerintah Kota Palangka Raya Menyiagakan Ruang Oksigen Gratis demi Melindungi Warga dari Dampak Buruk Kabut Asap
  • Pemerintah Kota Palangka Raya Menyiagakan Ruang Oksigen Gratis demi Melindungi Warga dari Dampak Buruk Kabut Asap
  • Pemerintah Kota Palangka Raya Menyiagakan Ruang Oksigen Gratis demi Melindungi Warga dari Dampak Buruk Kabut Asap
  • Pemerintah Kota Palangka Raya Menyiagakan Ruang Oksigen Gratis demi Melindungi Warga dari Dampak Buruk Kabut Asap
  • Pemerintah Kota Palangka Raya Menyiagakan Ruang Oksigen Gratis demi Melindungi Warga dari Dampak Buruk Kabut Asap
  • Pemerintah Kota Palangka Raya Menyiagakan Ruang Oksigen Gratis demi Melindungi Warga dari Dampak Buruk Kabut Asap
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad