Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

PT Kapuas Prima Coal Temukan Indikasi Emas di Tambang Seng-Timbal Kalimantan Tengah: ESDM Respons dengan Penjelasan Teknis

 

Kalimanta Tengah– Di tengah maraknya eksplorasi sumber daya mineral di Pulau Kalimantan, PT Kapuas Prima Coal Tbk (kode saham: ZINC), emiten yang selama ini dikenal sebagai pemain utama di sektor tambang seng (zinc) dan timbal (lead), membuat kejutan. Perusahaan ini melaporkan adanya indikasi mineralisasi emas (Au) di dalam area konsesi tambangnya. Temuan ini langsung menarik perhatian pasar modal dan regulator, hingga Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) angkat bicara untuk memberikan klarifikasi resmi.

Penemuan tersebut diumumkan pada awal Januari 2026, tepatnya melalui laporan perusahaan yang menyebut adanya tanda-tanda mineral emas pada prospek Gojo. Lokasi tepatnya berada di Desa Bintang Mengalih, Kecamatan Belantikan Raya, Kabupaten Lamandau, Provinsi Kalimantan Tengah. Area ini merupakan bagian dari Izin Usaha Pertambangan (IUP) seluas 5.569 hektare yang dimiliki ZINC, di mana perusahaan utamanya fokus pada eksploitasi bijih seng dan timbal.

Menurut informasi dari sumber terpercaya di sektor pertambangan, indikasi emas ini muncul selama kegiatan eksplorasi lanjutan atau feasibility study (FS) yang dilakukan perusahaan. Dalam tahap FS, perusahaan diwajibkan untuk mendokumentasikan secara lengkap semua mineral yang ditemukan, termasuk yang tidak tercantum dalam data geologi awal saat pengajuan izin. Temuan ini kemudian dilaporkan secara resmi, sesuai prosedur yang berlaku di bawah regulasi pertambangan Indonesia.


Respons Kementerian ESDM: Hal yang Wajar dalam Geologi

Kementerian ESDM merespons cepat terhadap berita ini dengan pernyataan yang menenangkan. Seorang pejabat senior di Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, Tri (nama lengkap tidak disebutkan dalam laporan awal), menjelaskan bahwa keberadaan mineral emas dalam tambang seng-timbal merupakan fenomena geologi yang sangat normal.

"Indikasi mineralisasi emas yang ditemukan merupakan hal yang wajar, karena emas (Au) sering kali terbentuk bersama dengan perak (Ag), timbal (Pb), dan seng (Zn) dalam satu sistem mineralisasi yang sama," ujar Tri, seperti dikutip dari pernyataan resmi Kementerian ESDM pada 14 Januari 2026.

Penjelasan ini menegaskan bahwa temuan semacam ini bukanlah hal luar biasa atau pelanggaran. Banyak deposit polimetalik di dunia, termasuk di Indonesia, menunjukkan pola asosiasi mineral yang serupa. Contohnya, di wilayah Kalimantan dan Sumatra, endapan seng-timbal sering kali disertai jejak emas sebagai mineral pengikut (by-product). Hal ini membuat perusahaan tambang harus mengevaluasi potensi tambahan tersebut untuk menentukan apakah layak dieksploitasi secara komersial.

ESDM juga menekankan pentingnya kepatuhan prosedur. Jika dalam laporan FS ditemukan mineral berharga lain, perusahaan wajib mencatatnya secara transparan dan menyertakannya dalam dokumen akhir. Langkah ini memastikan bahwa semua potensi sumber daya dieksplorasi secara maksimal, sekaligus menjaga transparansi bagi investor dan pemerintah.


Latar Belakang PT Kapuas Prima Coal

PT Kapuas Prima Coal Tbk berdiri sejak tahun 2005 dan telah go public di Bursa Efek Indonesia. Fokus utama bisnisnya adalah pertambangan dan perdagangan bijih besi, galena, timbal, serta konsentrat seng. Tambang utamanya berlokasi di Kalimantan Tengah, tepatnya di wilayah yang kaya akan mineral polimetalik. Pada tahun-tahun sebelumnya, perusahaan bahkan menyelesaikan pembangunan smelter timbal pertama di Pangkalanbun, Kalimantan Tengah, yang menandai komitmennya untuk hilirisasi.

Wilayah operasi ZINC berada di kawasan yang secara geologis potensial untuk mineral logam dasar dan mulia. Kalimantan Tengah sendiri dikenal sebagai salah satu provinsi dengan sejarah panjang pertambangan emas, baik skala besar maupun tradisional (PETI). Beberapa desa di sekitar Kapuas dan Lamandau bahkan dijuluki "desa emas" karena aktivitas penambangan masyarakat yang intens.

Namun, temuan ZINC ini berbeda karena terjadi dalam kerangka IUP resmi dan kegiatan eksplorasi perusahaan terdaftar. Ini menunjukkan bagaimana perusahaan modern dapat menemukan nilai tambah di luar komoditas utama mereka.


Implikasi Lebih Luas bagi Industri Pertambangan

Temuan indikasi emas ini berpotensi membuka peluang baru bagi ZINC. Jika hasil eksplorasi lanjutan menunjukkan cadangan yang ekonomis, perusahaan bisa mengajukan perubahan komoditas atau penambahan izin untuk mengeksploitasi emas sebagai produk sampingan. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong optimalisasi sumber daya mineral dalam satu wilayah IUP.

Di sisi lain, kasus ini juga menjadi pengingat bagi pelaku usaha pertambangan untuk selalu melakukan eksplorasi menyeluruh. Banyak deposit di Indonesia yang awalnya ditargetkan satu komoditas, tapi akhirnya menghasilkan mineral berharga lain yang lebih tinggi nilainya.

Bagi pasar saham, berita ini sempat menggerakkan perhatian investor terhadap saham ZINC, meski hingga kini belum ada pengumuman resmi tentang estimasi cadangan atau nilai ekonomis emas tersebut. Perusahaan diharapkan segera merilis update lebih lanjut melalui keterbukaan informasi bursa.

Meski temuan ini positif, industri pertambangan di Kalimantan Tengah tetap menghadapi tantangan klasik: keseimbangan antara eksploitasi dan pelestarian lingkungan, serta penanganan aktivitas ilegal yang masih marak di wilayah sekitar. Pemerintah daerah dan pusat terus mendorong skema legalisasi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) untuk mengintegrasikan penambang tradisional ke dalam sistem resmi.

Dengan respons tenang dari ESDM, kasus PT Kapuas Prima Coal ini lebih terlihat sebagai cerita sukses eksplorasi daripada kontroversi. Ini juga memperkuat posisi Kalimantan sebagai gudang mineral strategis Indonesia, di mana emas, seng, timbal, hingga batubara terus menjadi magnet investasi.

Bagi para pemangku kepentingan, ini adalah momentum untuk terus mendorong inovasi dan kepatuhan dalam pengelolaan sumber daya alam. Siapa tahu, dari tambang seng-timbal biasa, muncul potensi emas yang bisa mengubah peta pertambangan regional.

 

Also Read
Tag:
Latest News
  • PT Kapuas Prima Coal Temukan Indikasi Emas di Tambang Seng-Timbal Kalimantan Tengah: ESDM Respons dengan Penjelasan Teknis
  • PT Kapuas Prima Coal Temukan Indikasi Emas di Tambang Seng-Timbal Kalimantan Tengah: ESDM Respons dengan Penjelasan Teknis
  • PT Kapuas Prima Coal Temukan Indikasi Emas di Tambang Seng-Timbal Kalimantan Tengah: ESDM Respons dengan Penjelasan Teknis
  • PT Kapuas Prima Coal Temukan Indikasi Emas di Tambang Seng-Timbal Kalimantan Tengah: ESDM Respons dengan Penjelasan Teknis
  • PT Kapuas Prima Coal Temukan Indikasi Emas di Tambang Seng-Timbal Kalimantan Tengah: ESDM Respons dengan Penjelasan Teknis
  • PT Kapuas Prima Coal Temukan Indikasi Emas di Tambang Seng-Timbal Kalimantan Tengah: ESDM Respons dengan Penjelasan Teknis
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad