Palangka Raya - Upaya berkelanjutan dalam menghadirkan dampak positif bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional kembali mencatatkan pengakuan di tingkat nasional. Entitas penyedia tenaga listrik independen yang beroperasi di Kalimantan Tengah, PT SKS Listrik Kalimantan, sukses membawa pulang dua penghargaan bergengsi dalam ajang Indonesia Social Responsibility Award 2026. Pertemuan para praktisi dan penggiat tanggung jawab sosial perusahaan yang berlangsung di Surakarta, Jawa Tengah tersebut menjadi panggung apresiasi bagi inovasi program pemberdayaan masyarakat yang dinilai mampu memberikan dampak nyata, terukur, dan berkesinambungan.
Perusahaan yang mengoperasikan pembangkit listrik tenaga uap di wilayah Kabupaten Gunung Mas ini meraih dua kategori penghargaan sekaligus. Pada kategori kesetaraan gender dan inklusi sosial, program Pengelolaan Limbah Organik Menjadi Pakan Babi atau disingkat PETRA BABI berhasil menyabet predikat Silver Award. Sementara itu, untuk kategori peningkatan kualitas kesehatan, program Cegah Malnutrisi, Ringankan Risiko Ibu Hamil, Anak Sehat yang dikenal dengan akronim CERIA diganjar penghargaan Bronze Award. Kedua program ini dinilai berhasil menjawab kebutuhan mendasar warga lingkar operasional pembangkit melalui pendekatan yang partisipatif dan ramah lingkungan.
Raihan prestasi tersebut merupakan cerminan dari komitmen jangka panjang perusahaan untuk tidak sekadar menjalankan kewajiban administratif, melainkan menghadirkan program yang berakar pada kearifan lokal serta kebutuhan riil komunitas. Pengakuan dari dewan juri independen dan para akademisi yang terlibat dalam proses kurasi ISRA 2026 membuktikan bahwa kolaborasi lintas sektor antara korporasi, aparatur desa, tenaga kesehatan, dan kelompok warga mampu menghasilkan transformasi sosial yang solid.
Head of CSR PT SKS Listrik Kalimantan Miranda Puspita Ramadhani mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas capaian tersebut. Dirinya menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan buah kerja keras kolektif yang melibatkan banyak pihak di lapangan. Menurutnya, apresiasi ini menjadi lecutan semangat tambahan bagi tim di lapangan untuk terus merancang dan menjalankan inisiatif sosial yang inklusif, terarah, dan adaptif terhadap tantangan sosial ekonomi masyarakat pedesaan di Kalimantan Tengah. Sinergi yang harmonis bersama pemerintah daerah dan warga setempat menjadi kunci utama keberhasilan implementasi program.
Inovasi yang diusung dalam program PETRA BABI berawal dari kepedulian terhadap tata kelola sampah sisa konsumsi dari lingkungan kerja dan permukiman sekitar. Limbah organik rumah tangga serta sisa makanan dari kantin operasional diolah sedemikian rupa melalui tahapan pemilahan, pencacahan, dan pengolahan yang higienis agar layak dimanfaatkan kembali menjadi bahan baku pakan ternak babi. Langkah ini menghadirkan jawaban ganda, yakni mengurangi timbulan sampah organik yang berpotensi membebani tempat pembuangan akhir sekaligus memangkas biaya pembelian pakan komersial yang selama ini menjadi beban pengeluaran terbesar bagi para peternak lokal.
Bagi masyarakat di kawasan pedalaman Kalimantan Tengah, khususnya di sekitar aliran sungai dan wilayah perdesaan Gunung Mas, budidaya ternak babi memiliki nilai sosiologis dan ekonomi yang sangat penting. Keberadaan pakan alternatif berbasis limbah organik terolah ini membantu peternak skala rumah tangga meningkatkan margin keuntungan dari hasil penjualan ternak mereka. Penerapan model ekonomi sirkular berskala komunitas ini secara perlahan membentuk kesadaran baru bahwa limbah domestik dapat diubah menjadi sumber daya ekonomi produktif apabila dikelola secara tepat dan terorganisasi.
Di sisi lain, program CERIA memusatkan perhatian pada sektor vital pembangunan manusia, yakni penanganan masalah gizi buruk dan pencegahan tengkes atau stunting sejak masa kehamilan. Wilayah pelosok kerap menghadapi tantangan berupa keterbatasan akses informasi gizi serta fasilitas pemantauan kehamilan yang memadai. Melalui program ini, perusahaan bermitra erat dengan kader posyandu, bidan desa, dan puskesmas setempat untuk menyelenggarakan pendampingan nutrisi intensif bagi para ibu hamil, pemberian makanan tambahan berbahan pangan lokal bernutrisi tinggi, serta edukasi pola asuh anak usia dini.
Keterlibatan aktif para kader kesehatan perempuan di tingkat rukun tetangga dan desa menjadi tulang punggung keberhasilan program CERIA. Para ibu tidak hanya diposisikan sebagai penerima bantuan semata, melainkan didorong menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga masing-masing. Peningkatan literasi kesehatan ini secara bertahap membuahkan hasil berupa penurunan angka risiko kelahiran bayi dengan berat badan lahir rendah, perbaikan grafik tumbuh kembang balita, serta meningkatnya kesadaran warga dalam memeriksakan kehamilan secara rutin ke fasilitas kesehatan terdekat.
Sebagai bagian penting dari infrastruktur ketenagalistrikan yang menopang keandalan pasokan energi di sistem interkoneksi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, PT SKS Listrik Kalimantan menyadari bahwa kesinambungan operasional industri harus berjalan beriringan dengan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Integrasi antara keandalan pasokan energi listrik bagi sistem kelistrikan regional dan kepekaan sosial kemasyarakatan menjadi fondasi utama dalam memelihara hubungan timbal balik yang harmonis antara industri dan lingkungan sekitarnya.
Keberhasilan meraih dua penghargaan tingkat nasional pada ajang ISRA 2026 ini diharapkan menjadi pemantik bagi penguatan program-program serupa pada masa mendatang. Melalui langkah konkret yang menyentuh aspek ketahanan ekonomi keluarga, sanitasi lingkungan, dan kesehatan generasi penerus, perusahaan bertekad untuk terus memperluas cakupan manfaat program. Kemitraan strategis dengan pemangku kepentingan daerah akan terus diperkokoh demi mewujudkan kemandirian masyarakat lokal yang berdaya saing tinggi serta mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan di Bumi Tambun Bungai.






