Banjarbaru - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan, terus berupaya memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas tata kelola di sektor pendidikan. Melalui sinergi antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Hulu Sungai Selatan dengan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan, langkah nyata tersebut diwujudkan dengan menyelenggarakan tiga agenda bimbingan teknis secara simultan. Kegiatan strategis ini dirancang untuk membekali para pengelola satuan pendidikan dengan kapasitas kepemimpinan dan manajerial yang adaptif, demi menghadirkan layanan pendidikan bermutu tinggi bagi masyarakat.
Tiga program pembinaan yang dilaksanakan di lingkungan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru tersebut menyasar berbagai lini krusial pendidikan. Kegiatan pertama difokuskan pada Bimbingan Teknis Manajemen Ketua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat dan Kepala Sanggar Kegiatan Belajar. Agenda kedua menyasar peningkatan kapasitas manajerial melalui Bimbingan Teknis Manajemen Kepala Sekolah untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini. Sementara itu, agenda ketiga berfokus pada penguatan aspek tumbuh kembang anak melalui Bimbingan Teknis Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif. Langkah komprehensif ini mencerminkan komitmen daerah dalam membenahi sektor formal maupun nonformal secara beriringan.
Bunda Pendidikan Anak Usia Dini Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Hj Mustaidah Syafrudin Noor, saat membuka rangkaian kegiatan tersebut menekankan pentingnya keselarasan visi di antara para praktisi pendidikan. Beliau menjelaskan bahwa meskipun ketiga bimbingan teknis tersebut memiliki sasaran peserta yang bervariasi, semuanya bermuara pada satu tujuan besar. Tujuan utama tersebut adalah mengoptimalkan kualitas tata kelola di setiap satuan pendidikan, sehingga mampu memberikan perlindungan dan layanan belajar yang jauh lebih baik kepada anak-anak maupun masyarakat umum secara inklusif dan merata.
Dalam sambutannya, Mustaidah mengingatkan agar seluruh peserta tidak sekadar menjadikan kegiatan ini sebagai formalitas pemenuhan tugas belaka. Beliau menitipkan harapan besar agar seluruh materi, metodologi, dan wawasan baru yang diperoleh selama pelatihan dapat langsung diterapkan di lingkungan kerja masing-masing. Penerapan tersebut tentunya harus disesuaikan dengan karakteristik unik serta kondisi riil yang dihadapi oleh tiap-tiap satuan pendidikan di lapangan. Menurutnya, keberhasilan sejati dari sebuah pelatihan diukur dari dampak nyata berupa perubahan positif yang dirasakan langsung oleh peserta didik di lingkungan sekolah.
Lebih lanjut, forum ini diharapkan dapat bertransformasi menjadi ruang diskusi yang sehat serta media bertukar pikiran yang produktif bagi para pendidik. Mustaidah mendorong para kepala sekolah, ketua pusat kegiatan belajar, dan para penilik untuk saling berbagi praktik baik yang telah berhasil diimplementasikan di wilayah masing-masing. Melalui pertukaran pengalaman empiris tersebut, berbagai hambatan operasional yang sering kali ditemui dalam pengelolaan lembaga pendidikan diharapkan dapat dipecahkan secara kolektif dengan solusi yang kreatif, efisien, dan berkelanjutan.
Penyelenggaraan bimbingan teknis mengenai Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif menjadi salah satu poin krusial dalam agenda ini. Berdasarkan kebijakan nasional, konsep holistik integratif menuntut penanganan anak usia dini yang tidak hanya terbatas pada pemenuhan aspek kecerdasan intelektual melalui pendidikan saja. Konsep ini mengharuskan adanya integrasi layanan yang mencakup pemenuhan gizi, pelayanan kesehatan, pengasuhan yang layak, perlindungan hukum, serta kesejahteraan umum anak. Melalui penguatan pemahaman konsep ini, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan optimistis dapat mengoptimalkan periode emas tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
Di sisi lain, penguatan manajerial bagi pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat dan Sanggar Kegiatan Belajar memegang peranan penting dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia di daerah tersebut. Pendidikan nonformal merupakan pilar penyelamat bagi warga yang tidak berkesempatan menempuh jalur pendidikan formal. Melalui tata kelola lembaga nonformal yang profesional dan akuntabel, masyarakat putus sekolah dapat memperoleh keterampilan hidup yang relevan untuk bersaing di dunia kerja, sekaligus membantu meningkatkan rata-rata lama sekolah di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Kemitraan erat dengan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan mempertegas bahwa penjaminan mutu pendidikan merupakan proses berkelanjutan yang memerlukan dukungan lintas instansi. Kehadiran lembaga penjamin mutu di bawah naungan kementerian ini memastikan bahwa materi pembinaan yang diberikan telah sesuai dengan standar nasional pendidikan serta selaras dengan kebijakan Merdeka Belajar yang dicanangkan pemerintah pusat. Kolaborasi ini melahirkan tata kelola administrasi dan pengajaran yang terstruktur dengan baik di daerah.
Acara pembukaan bimbingan teknis ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Ronaldy P Putra, beserta jajaran pejabat strukturalnya. Hadir pula Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan, Santoso, yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan. Kehadiran para pengawas taman kanak-kanak, penilik pendidikan nonformal, kepala satuan pendidikan anak usia dini, kepala sanggar kegiatan belajar, dan ketua pusat kegiatan belajar masyarakat dari seluruh penjuru daerah menegaskan adanya sinergi yang solid.
Dengan selesainya rangkaian bimbingan teknis ini, para pengelola satuan pendidikan diharapkan kembali ke instansi masing-masing dengan membawa strategi pengelolaan yang lebih segar. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memantau perkembangan pascapelatihan guna memastikan setiap ilmu yang didapat mampu diakumulasikan menjadi prestasi nyata demi masa depan generasi muda yang cemburu dan cemerlang.






