![]() |
| Ilustrasi AI |
Singkawang — Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang
kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal
dengan menggelar program pelatihan tenun bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil,
dan Menengah (UMKM). Langkah progresif ini diinisiasi sebagai upaya konkret
untuk memperkuat subsektor kriya dan meningkatkan daya saing industri kreatif
di tengah persaingan pasar yang semakin ketat. Melalui sinergi antara Dinas
Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) serta Dewan
Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Singkawang, program ini diharapkan mampu
menjadi katalisator kebangkitan ekonomi perajin lokal.
Pengembangan industri kreatif, khususnya subsektor kriya,
saat ini menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah. Hal ini bukan tanpa
alasan. Berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
(Kemenparekraf) RI, kriya merupakan satu dari tiga subsektor penyumbang
terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif nasional,
berdampingan dengan kuliner dan fesyen. Oleh karena itu, pelatihan tenun yang
difasilitasi oleh Pemkot Singkawang ini tidak hanya sekadar kegiatan
seremonial, melainkan investasi sumber daya manusia (SDM) jangka panjang untuk
menciptakan produk lokal yang bernilai ekonomi tinggi sekaligus melestarikan
warisan budaya.
Mengangkat Potensi Budaya Menjadi Kekuatan Ekonomi
Provinsi Kalimantan Barat telah lama dikenal sebagai wilayah
yang kaya akan wastra Nusantara, seperti Tenun Songket Sambas, Tenun Ikat Dayak
Sintang, hingga Kain Corak Insang khas Pontianak. Kota Singkawang, yang dikenal
dengan predikat kota toleransi dengan akulturasi budaya Tidayu (Tionghoa,
Dayak, Melayu), memiliki potensi besar melahirkan inovasi motif tenun kreasi
baru yang merepresentasikan identitas kota tersebut.
Melalui pelatihan ini, perajin tenun di Kota Singkawang
diberikan pembekalan yang sangat komprehensif. Materi pelatihan tidak terbatas
pada teknik menenun dasar, tetapi difokuskan pada inovasi desain, perpaduan
warna yang mengikuti tren pasar, hingga penggunaan bahan pewarna alam ramah
lingkungan. Inovasi semacam ini sangat krusial, karena kain tenun yang
dihasilkan diharapkan tidak lagi hanya dipasarkan dalam bentuk lembaran kain
konvensional, tetapi dapat diolah menjadi produk turunan ekonomi kreatif.
Produk turunan seperti tas tenun, clutch, tanjak,
kopiah, masker, hingga elemen busana siap pakai terbukti memiliki nilai tambah
yang jauh lebih tinggi di pasaran luas. Penjabat (Pj) Wali Kota Singkawang,
Sumastro, dalam beberapa kesempatan strategis kerap menekankan pentingnya
peningkatan kapasitas pelaku UMKM agar tidak tertinggal dinamika pasar. Produk
kreatif yang lahir dari tangan perajin lokal harus memiliki standar kualitas
yang memungkinkannya bersaing, bukan hanya di pasar regional Kalimantan Barat,
tetapi juga di kancah nasional hingga internasional.
Digitalisasi dan Integrasi Sektor Pariwisata
Pelatihan tenun ini turut diintegrasikan dengan pemahaman
mengenai strategi pemasaran digital (digital marketing). Peserta
diajarkan bagaimana memanfaatkan berbagai platform e-commerce serta
media sosial guna memperluas jangkauan pasar penjualan. Mengingat sebagian
besar permodalan UMKM kriya masih bersumber dari dana pribadi secara mandiri,
efisiensi dalam ranah pemasaran menjadi kunci agar roda usaha ekonomi kreatif
tetap berputar secara menguntungkan dan berkelanjutan.
Lebih dari itu, keberadaan industri kriya tenun terintegrasi
erat dengan sektor pariwisata andalan Singkawang. Setiap tahunnya, Kota
Singkawang menjadi magnet bagi ratusan ribu wisatawan domestik maupun
mancanegara, terutama saat perayaan Cap Go Meh dan ragam festival budaya
lainnya. Lonjakan kunjungan wisatawan ini merupakan pangsa pasar yang sangat
potensial bagi serapan produk-produk kerajinan tenun sebagai cinderamata
premium unggulan daerah. Dengan kualitas jahitan prima, keindahan motif
eksklusif, serta nilai cerita sejarah di balik pembuatan setiap helai benang,
produk tenun Singkawang diharapkan semakin diincar para pengunjung.
Pemberdayaan Perempuan dan Pengentasan Kemiskinan
Fakta menarik dari ekosistem industri kriya tenun di wilayah
Kalimantan Barat adalah besarnya dominasi peran perempuan sebagai ujung tombak
produksinya. Sebagian besar perajin tenun yang aktif berproduksi merupakan ibu
rumah tangga dan perempuan hebat dari kelompok masyarakat sekitar. Oleh karena
itu, langkah Pemkot Singkawang dalam memberikan pelatihan bimbingan teknis ini
juga menjadi instrumen sangat efektif dalam mendukung program pemberdayaan
perempuan.
Ketika seorang perempuan perajin memiliki keterampilan yang
mumpuni serta akses pasar luas, mereka berkontribusi langsung pada lonjakan
stabilitas pendapatan keluarga. Dampak berganda dari tumbuhnya industri rumah
tangga ini diyakini perlahan mampu menekan angka pengangguran terbuka serta
membantu percepatan pengentasan kemiskinan kota.
Elemen terpenting agar program pelatihan berjalan
berkesinambungan adalah komitmen pendampingan pasca-kegiatan oleh instansi
terkait. Pemkot tidak melepaskan peserta begitu saja setelah rangkaian
pelatihan tuntas. Proses inkubasi bisnis, fasilitasi akses permodalan
terjangkau dari pihak perbankan, hingga perlindungan Hak Kekayaan Intelektual
untuk motif ciptaan perajin, menjadi prioritas berkelanjutan pemerintah.
Secara makro, pendekatan inovasi bisnis yang dijalankan oleh
Pemkot Singkawang melalui pelatihan tenun ini merupakan sebuah langkah ekonomi
yang fundamental. Di era kompetitif modern, kekayaan daerah tidak lagi murni
diukur dari melimpahnya sumber daya alam semata, melainkan dari seberapa besar
warganya mampu meramu kreativitas menjadi karya komersial.
Sinergi kuat antara pelestarian budaya khas lokal, dukungan
penuh dari pemerintah daerah, serta daya juang perajin akan menempatkan Kota
Singkawang sebagai barometer industri kreatif. Kain tenun tidak lagi dipandang
sebagai sekadar produk tradisional kaku, melainkan telah bertransformasi utuh
menjadi karya seni bernilai tinggi yang siap menggebrak pasar, membawa nama
harum daerah, sekaligus memastikan kesejahteraan ekonomi masyarakat tercapai
paripurna.







