Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Investor Swasta Bertambah di IKN: 5 Perusahaan Teken 7 Perjanjian, Bawa Kawasan Kuliner, Restoran hingga Fasilitas Olahraga

 

Ilustrasi AI

IKN, 11 Januari 2026 – Semangat investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menguat di awal tahun ini. Pada Jumat, 9 Januari 2026, Otorita IKN resmi menandatangani tujuh Perjanjian Pemanfaatan Tanah dan Pengalokasian Lahan Aset Dalam Penguasaan (ADP) bersama lima investor swasta baru. Penandatanganan ini dilakukan di Kantor Balai Kota Otorita IKN, disertai akta notarial, dan menandai komitmen sektor swasta untuk turut membangun kota masa depan Indonesia.

Kelima investor ini akan menggarap berbagai sektor strategis, mulai dari kawasan kuliner (termasuk restoran), niaga, perkantoran, fasilitas olahraga, hingga sarana pendukung lainnya. Kehadiran proyek-proyek ini diharapkan mendorong aktivitas ekonomi, menciptakan lapangan kerja baru, dan memperkaya gaya hidup di Nusantara. Sebagian besar pembangunan ditargetkan mulai berjalan pada pertengahan 2026, setelah tahap persiapan perjanjian dan perizinan selesai.

Sebagai jurnalis yang telah mengikuti perkembangan IKN sejak tahap awal, saya melihat momentum ini sebagai bukti nyata bahwa kepercayaan investor terhadap proyek nasional ini semakin tinggi. Di tengah transisi ke Tahap II pembangunan pada 2026, yang lebih fokus pada fungsi sebagai ibu kota politik dan pusat inovasi, masuknya swasta menjadi kunci percepatan.


Siapa Saja Kelima Investor Baru di IKN?

Berikut daftar lima investor yang resmi bergabung, beserta kontribusi utama mereka berdasarkan perjanjian:

  1. PT Bahagia Bangunnusa Fokus pada pengembangan beragam sektor, termasuk kawasan kuliner seperti restoran, area niaga, perkantoran, fasilitas olahraga, serta infrastruktur pendukung lainnya.
  2. PT Rangga Ekapratama Terlibat dalam proyek serupa, mencakup restoran dan kawasan kuliner, niaga, perkantoran, serta fasilitas olahraga untuk mendukung kehidupan masyarakat di IKN.
  3. PT Fajar Maju Berkarya Gilang Mengembangkan berbagai usaha, mulai dari restoran hingga fasilitas olahraga, niaga, dan perkantoran, guna memperkaya ekosistem kota baru.
  4. PT Batara Maduma Prospernusa Salah satu yang paling vokal apresiasinya. Perwakilannya, Bob Yanuar, menyatakan, "Terima kasih, kami diberikan kesempatan dan kepercayaan untuk berpartisipasi di dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara. Saya pikir dan saya amati dengan kepemimpinan Bapak Basuki, kemajuan dan perkembangannya luar biasa."
  5. PT Haidir Griya Karya Berkontribusi pada sektor kuliner (restoran), niaga, perkantoran, fasilitas olahraga, dan sarana pendukung, melengkapi kebutuhan hunian dan kerja di Nusantara.

Meski detail spesifik per proyek (seperti luas lahan atau nilai investasi individu) belum dirinci secara publik, ketujuh perjanjian ini mencakup pengembangan terintegrasi yang saling mendukung.


Respons Otorita IKN: Ajakan Terus Berinvestasi

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyampaikan apresiasi tinggi atas kepercayaan para investor. "Saya ucapkan terima kasih dan saya yakin, kita yang akan menandatangani perjanjian kerja sama investasi hari ini akan segera melakukan pembangunan. Sampaikan juga berita ini ke rekan bisnis bapak-bapak sekalian, ayo berinvestasi ke IKN, pasti akan kami teruskan," ujar Basuki dalam acara tersebut.

Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Sudiro Roi Santoso, menambahkan bahwa proyek-proyek ini akan mulai konstruksi sekitar pertengahan 2026. "Saat ini, para pelaku usaha sudah mempersiapkan tahapan perjanjian dan juga perizinannya," katanya.

Penandatanganan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat keterlibatan swasta dalam pembangunan infrastruktur nasional, sesuai Peraturan Menteri PPN Nomor 6 Tahun 2022 tentang kerja sama pemerintah dan badan usaha.


Investasi Swasta di IKN Mencapai Rp 66 Triliun

Masuknya lima investor baru ini menambah daftar panjang pelaku usaha swasta di IKN, yang kini mencapai sekitar 50 perusahaan dengan total investasi swasta murni tembus Rp 66 triliun. Proyek-proyek sebelumnya meliputi hunian ASN, hotel, rumah sakit, hingga pusat perbelanjaan. Dengan tambahan ini, IKN semakin lengkap sebagai kota yang tidak hanya pusat pemerintahan, tapi juga destinasi hidup berkualitas.

Dari pengalaman meliput berbagai groundbreaking sebelumnya, saya melihat pola yang sama: setelah infrastruktur dasar rampung, swasta mulai masuk untuk fasilitas pendukung seperti restoran dan olahraga. Ini akan membuat IKN lebih menarik bagi ASN yang akan pindah dan investor masa depan.

Tantangan tetap ada, seperti koordinasi perizinan dan kondisi alam di Kalimantan Timur. Namun, dengan komitmen Otorita dan antusiasme swasta, pembangunan bisa lebih cepat. Harapannya, proyek kuliner dan olahraga ini tidak hanya jadi fasilitas, tapi juga pencipta lapangan kerja lokal serta daya tarik bagi wisatawan.

Penandatanganan 9 Januari ini adalah sinyal positif bahwa IKN bukan lagi sekadar rencana, melainkan realitas yang semakin hidup. Mari kita pantau bersama bagaimana kelima investor ini mewujudkan visinya di pertengahan 2026 nanti. IKN sedang bergerak maju, dan sektor swasta menjadi penggerak utamanya.

 

Also Read
Tag:
Latest News
  • Investor Swasta Bertambah di IKN: 5 Perusahaan Teken 7 Perjanjian, Bawa Kawasan Kuliner, Restoran hingga Fasilitas Olahraga
  • Investor Swasta Bertambah di IKN: 5 Perusahaan Teken 7 Perjanjian, Bawa Kawasan Kuliner, Restoran hingga Fasilitas Olahraga
  • Investor Swasta Bertambah di IKN: 5 Perusahaan Teken 7 Perjanjian, Bawa Kawasan Kuliner, Restoran hingga Fasilitas Olahraga
  • Investor Swasta Bertambah di IKN: 5 Perusahaan Teken 7 Perjanjian, Bawa Kawasan Kuliner, Restoran hingga Fasilitas Olahraga
  • Investor Swasta Bertambah di IKN: 5 Perusahaan Teken 7 Perjanjian, Bawa Kawasan Kuliner, Restoran hingga Fasilitas Olahraga
  • Investor Swasta Bertambah di IKN: 5 Perusahaan Teken 7 Perjanjian, Bawa Kawasan Kuliner, Restoran hingga Fasilitas Olahraga
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad