Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Kaltim Siap Hijau Kembali: Pemprov Dukung Penuh Rehabilitasi 170 Ribu Hektare Lahan Kritis di Benua Etam

 

Ilustrasi AI

Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengambil langkah strategis yang patut diapresiasi dalam upaya pemulihan ekosistem lingkungan hidup. Di tengah masifnya pembangunan infrastruktur Ibu Kota Nusantara (IKN), pemerintah setempat menyatakan komitmen kuatnya untuk menghijaukan kembali kawasan yang sebelumnya terdegradasi. Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, secara resmi menyambut positif dan mendukung penuh rencana ambisius rehabilitasi lahan seluas 170 ribu hektare oleh salah satu perusahaan swasta nasional berskala besar di wilayah Benua Etam. Langkah progresif ini menjadi secercah harapan dalam memulihkan kondisi kawasan hutan yang telah lama mendera kerusakan serius akibat berbagai faktor kelalaian di masa lampau.

Kerusakan hutan di Kalimantan Timur bukanlah persoalan baru. Rekam jejak kelam lingkungan mencatat bahwa bencana kebakaran hutan dan lahan yang terjadi pada tahun 1999 telah meluluhlantakkan sebagian besar ekosistem alami di wilayah ini. Gubernur Rudy Mas'ud, saat melakukan kunjungan kerja sekaligus penanaman pohon di kawasan IKN Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, kembali mengingatkan sejarah pahit tersebut. Tragedi kebakaran masif lebih dari dua dekade silam itu mengakibatkan hilangnya tutupan lahan dalam skala besar, yang berdampak langsung pada rusaknya keseimbangan rantai makanan alami. Melalui program rehabilitasi lahan seluas 170 ribu hektare yang dikelola oleh pihak konsesi swasta ini, pemerintah daerah amat optimistis bahwa luka ekologis tersebut dapat perlahan disembuhkan dan pelestarian fungsi hidrologis kawasan dapat kembali beroperasi secara normal layaknya sedia kala.

Lebih jauh dari sekadar penanaman jutaan bibit pohon unggulan, target paling krusial dari proyek reboisasi raksasa ini adalah upaya sistematis untuk mengembalikan habitat satwa liar endemik yang telah terlampau lama terusir dari rumah aslinya. Ketika tutupan hutan musnah, banyak spesies hewan kehilangan ruang gerak, tempat berlindung dari predator, hingga kehabisan sumber pakan. "Kawasan yang direhabilitasi nantinya diharapkan dapat menghidupkan kembali kondisi alam dan satwa-satwa yang sebelumnya meninggalkan habitatnya," tegas Rudy memaparkan visinya. Secara ekologis, daratan Kalimantan Timur senantiasa memegang peranan yang sangat vital di kancah penjagaan iklim internasional. Wilayah provinsi ini merupakan bagian integral dari kawasan Heart of Borneo atau Jantung Kalimantan. Berdasarkan catatan ilmiah dari lembaga konservasi World Wide Fund for Nature, dari total 23 juta hektare hamparan Heart of Borneo yang membentang menembus batas tiga negara serumpun, daratan Kalimantan Timur sendiri menyumbang lebih dari 8,8 juta hektare bentang alam hutan hujan tropis. Kawasan ini bukan saja kebanggaan mutlak masyarakat lokal, tetapi juga telah diakui dunia internasional sebagai salah satu paru-paru bumi penyerap emisi gas karbon global.

Di balik besarnya misi mulia pemulihan ekologi, senantiasa terdapat pondasi ekonomi berkelanjutan yang sangat diperhatikan dengan saksama oleh barisan pemerintah. Konsep tata kelola hutan yang ideal di era modern ini nyatanya tidak lagi bertumpu semata-mata pada aktivitas ekstraksi penebangan kayu saja, melainkan berfokus penuh pada pemanfaatan sumber Hasil Hutan Bukan Kayu yang tren nilai ekonominya terus melonjak naik. Sang Gubernur menyoroti fakta bahwa bentangan kawasan hutan yang dikelola secara lestari sangat mampu memproduksi berbagai komoditas unggulan tanpa perlu mengorbankan penebangan satu pun pohon induknya. Masyarakat pinggiran kini dapat beralih profesi untuk memanen dan mengelola madu hutan murni yang berkhasiat tinggi, memotong rotan berkualitas ekspor, hingga secara rutin menyadap getah alam serta damar. Seluruh rentetan komoditas ini kini sukses menjelma sebagai urat nadi penghasilan baru bagi roda perekonomian masyarakat pinggiran hutan.

Keseriusan dalam memberdayakan tingkat finansial warga juga tergambar amat jelas pada masifnya implementasi program Perhutanan Sosial di seluruh wilayah Kalimantan Timur. Berdasarkan data kehutanan terkini, total luasan areal legal Perhutanan Sosial di provinsi ini telah sukses menembus rekor angka lebih dari 360 ribu hektare yang tersebar di sejumlah kabupaten. Hak kelola lahan hutan tersebut telah diserahkan secara resmi dan sah kepada elemen masyarakat setempat, melibatkan tidak kurang dari 23 ribu kepala keluarga produktif penerima manfaat. Melalui payung skema hukum resmi ini, kelompok warga pedesaan di sekitar tapal batas hutan tidak lagi diposisikan sebagai masyarakat marginal yang kerap kali dituding sebagai perambah kawasan secara ilegal. Sebaliknya, kehadiran negara saat ini merangkul dan membina mereka secara penuh untuk bertindak sebagai mitra strategis, sekaligus garda terdepan dalam menjaga dan merawat kelestarian lingkungan hidup secara berkelanjutan dari ancaman para pembalak liar.

Sinergi dinamis yang tercipta harmonis antara jajaran pemerintah daerah, perwakilan korporasi swasta nasional, serta elemen masyarakat akar rumput ini diharapkan mampu segera mengakselerasi transformasi nyata Kalimantan Timur menuju tata ruang era hijau yang baru. Proyek monumental pembangunan IKN yang sejak awal mantap mengusung asas kelestarian forest city tentunya mutlak membutuhkan sokongan penyangga ekosistem sehat di sekelilingnya. Dengan berjalannya inisiatif program pemulihan 170 ribu hektare lahan kritis ini secara terpadu, Kaltim tidak hanya sekadar memulihkan kejayaan bentang alamnya masa lalu, tetapi juga sukses membuktikan komitmen nyata pada penuntasan kesepakatan target iklim global. Pada akhirnya, segenap upaya pelestarian hutan hujan Kalimantan Timur ini dipastikan akan menjadi bentuk peninggalan warisan paling berharga guna menjamin ketersediaan pasokan udara bersih, resapan air murni, dan sumber ekonomi berkesinambungan bagi kehidupan generasi penerus bangsa Indonesia masa depan.

 

Also Read
Latest News
  • Kaltim Siap Hijau Kembali: Pemprov Dukung Penuh Rehabilitasi 170 Ribu Hektare Lahan Kritis di Benua Etam
  • Kaltim Siap Hijau Kembali: Pemprov Dukung Penuh Rehabilitasi 170 Ribu Hektare Lahan Kritis di Benua Etam
  • Kaltim Siap Hijau Kembali: Pemprov Dukung Penuh Rehabilitasi 170 Ribu Hektare Lahan Kritis di Benua Etam
  • Kaltim Siap Hijau Kembali: Pemprov Dukung Penuh Rehabilitasi 170 Ribu Hektare Lahan Kritis di Benua Etam
  • Kaltim Siap Hijau Kembali: Pemprov Dukung Penuh Rehabilitasi 170 Ribu Hektare Lahan Kritis di Benua Etam
  • Kaltim Siap Hijau Kembali: Pemprov Dukung Penuh Rehabilitasi 170 Ribu Hektare Lahan Kritis di Benua Etam
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad