Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Bareskrim Polri Gerebek Kampung Narkoba di Kaltim, 13 Tersangka Termasuk Oknum Polisi 'Sniper' Berhasil Ditangkap

 

Ilustrasi AI

Samarinda – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri kembali mencatat prestasi dalam memberantas peredaran gelap narkotika di Tanah Air. Menindaklanjuti keresahan masyarakat, tim gabungan Bareskrim Polri baru-baru ini melakukan operasi penggerebekan besar-besaran di sebuah "kampung narkoba" yang berlokasi di Gang Langgar, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Dalam operasi penegakan hukum yang berlangsung dramatis tersebut, polisi berhasil meringkus 13 orang tersangka. Belasan tersangka ini diduga kuat memiliki keterlibatan langsung sebagai sindikat pengedar dan pengguna barang haram. Keberhasilan operasi ini menjadi bukti nyata keseriusan aparat kepolisian dalam membongkar jaringan narkoba yang telah lama merusak tatanan sosial masyarakat di wilayah Kalimantan Timur.

Proses pengungkapan kasus di kampung narkoba Gang Langgar bukanlah perkara instan. Menurut keterangan resmi Kanit II Subdit IV Dit Tipid Narkoba Bareskrim Polri, AKBP Bayu Putra Samara, sindikat perdagangan gelap ini terkenal licin dan terorganisir sangat rapi. "Berdasarkan penyelidikan, sindikat ini beroperasi leluasa sekitar empat tahun lamanya. Jaringan ini cukup licin karena beberapa kali dioperasi oleh penegak hukum setempat, namun mereka selalu lolos dan operasi tidak membuahkan hasil," ungkap AKBP Bayu di Gedung Bareskrim Polri. Fakta yang lebih mencengangkan, perputaran uang atau omzet dari bisnis haram di kampung tersebut mencapai angka fantastis, berkisar Rp150 juta hingga Rp200 juta per hari. Angka miliaran per bulan ini didapat dari tingginya volume penjualan sabu yang mencapai 1.000 hingga 1.200 klip plastik kecil setiap harinya, dengan setiap klip dibanderol seharga Rp150.000.

Kesuksesan operasi monumental ini tidak terlepas dari penerapan strategi matang tim gabungan Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dan Satgas NIC. Tim khusus ini dipimpin oleh Kombes Pol. Handik Zusen serta Kombes Pol. Kevin Leleury. Untuk menembus pertahanan, mereka melakukan metode penyamaran (undercover) selama berhari-hari demi mempelajari celah keamanan sindikat. Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, menjelaskan bahwa kelompok kejahatan ini memiliki sistem pertahanan yang sangat ketat. Sindikat mempekerjakan puluhan orang untuk bertugas sebagai 'sniper' atau pengawas situasi. "Sepanjang jalan akses sebelum mencapai Blok F, terdapat 21 hingga 31 orang pengawas yang memegang alat komunikasi Handy Talky (HT). Tugas mereka memantau pergerakan orang asing dan menuntun calon pembeli menuju lapak utama di area Blok F," jelas Brigjen Eko. Para sniper disebar di setiap sudut gang, memberikan kode khusus "masuk masuk" menggunakan isyarat dan mengonfirmasinya via radio apabila kondisi dirasa aman dari polisi.

Selain memberlakukan sistem pengawasan ketat, sindikat di kampung narkoba Samarinda juga menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang kaku bagi para pelanggannya. Brigjen Pol. Eko memaparkan bahwa para pengguna narkoba tidak bisa sembarangan masuk bergerombol ke area transaksi. Di sebuah perempatan krusial gang Blok F, sniper yang berjaga mewajibkan hanya satu orang pengendara saja yang boleh masuk ke titik lokasi penjualan. "Apabila ada pembeli yang datang berboncengan, salah satu dari mereka wajib turun dari kendaraan dan menunggu di area perempatan yang terus diawasi sniper lainnya," terangnya merinci. Penjagaan ini bahkan dipertebal jumlahnya pada malam hari sebagai langkah antisipasi untuk meminimalisir drastis risiko endusan pihak keamanan berseragam. Rentetan birokrasi peredaran gelap inilah yang membuat kampung narkoba Gang Langgar selama empat tahun seolah tak tersentuh hukum, hingga tirai kejahatan mereka akhirnya sukses diruntuhkan oleh determinasi tim penyidik Bareskrim Polri.

Namun demikian, terdapat satu fakta memprihatinkan dari penggerebekan bersejarah ini, yaitu terungkapnya keterlibatan oknum aparat penegak hukum. Bareskrim Polri memastikan dari keseluruhan 13 orang tersangka yang ditangkap, terdapat satu oknum anggota Polri aktif berinisial Bripka Dedy Wiratama. Ironisnya, Bripka Dedy diduga kuat bertindak dan mengambil peran sebagai komplotan 'sniper' di kampung narkoba tersebut. Ia menyalahgunakan profesinya untuk memantau pergerakan demi keamanan bisnis para bandar dari incaran rekan-rekannya sesama polisi. Terkait temuan ini, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso memberikan pernyataan tegas bahwa institusi Polri tidak akan mentolerir hal tersebut. "Yang bersangkutan sudah diamankan oleh tim provos Sat Brimobda Kaltim. Bareskrim tidak tebang pilih, siapapun oknum yang terlibat, pasti diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku," tegas Jenderal Bintang Satu tersebut. Bripka Dedy juga terbukti positif mengonsumsi sabu setelah dua kali tes urine. Ia dipastikan akan menghadapi sanksi pidana berat sekaligus vonis pemecatan tidak dengan hormat (PTDH).

Secara mendetail, dari total 13 tersangka yang sukses diringkus, 11 orang di antaranya resmi berstatus tersangka utama karena terbukti sebagai anggota inti sindikat peredaran gelap narkoba Gang Langgar. Beberapa identitas tersangka inti tersebut meliputi Ade Saputra, Tri Hartanto Pamungkas, Kamarudin, Mustafa, Firnandes, Asrheel, hingga Idham Halid. Sementara itu, dua tersangka lainnya berstatus sebagai pengguna setia narkoba. Saat ini, semua tersangka ditahan untuk interogasi intensif guna menelusuri dalang utama, pencucian uang, hingga jaringan bandar berskala internasional yang menyokong eksistensi kampung narkoba ini secara klandestin. Keberhasilan Bareskrim Polri dalam membongkar sarang narkoba di Kalimantan Timur patut mendapatkan apresiasi tinggi dari masyarakat. Operasi keadilan ini diharapkan menjadi angin segar dan memberikan pesan peringatan keras bagi para gembong narkoba lintas pulau di Indonesia bahwa tidak ada tempat aman untuk kejahatan, meskipun bersembunyi di balik oknum bersenjata.

 

Also Read
Tag:
Latest News
  • Bareskrim Polri Gerebek Kampung Narkoba di Kaltim, 13 Tersangka Termasuk Oknum Polisi 'Sniper' Berhasil Ditangkap
  • Bareskrim Polri Gerebek Kampung Narkoba di Kaltim, 13 Tersangka Termasuk Oknum Polisi 'Sniper' Berhasil Ditangkap
  • Bareskrim Polri Gerebek Kampung Narkoba di Kaltim, 13 Tersangka Termasuk Oknum Polisi 'Sniper' Berhasil Ditangkap
  • Bareskrim Polri Gerebek Kampung Narkoba di Kaltim, 13 Tersangka Termasuk Oknum Polisi 'Sniper' Berhasil Ditangkap
  • Bareskrim Polri Gerebek Kampung Narkoba di Kaltim, 13 Tersangka Termasuk Oknum Polisi 'Sniper' Berhasil Ditangkap
  • Bareskrim Polri Gerebek Kampung Narkoba di Kaltim, 13 Tersangka Termasuk Oknum Polisi 'Sniper' Berhasil Ditangkap
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad