Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Kalbar Berduka, Mantan Rektor Untan Dua Periode Prof. Dr. H. Thamrin Usman, DEA Wafat di Usia 63 Tahun

 

Sumber Instagram(@universitastanjungpura)

Pontianak – Dunia pendidikan Kalimantan Barat kehilangan salah satu tokohnya. Prof. Dr. H. Thamrin Usman, DEA, mantan Rektor Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak selama dua periode, meninggal dunia pada Selasa (14 April 2026) dini hari di Pontianak.

Almarhum wafat di usia 63 tahun. Kabar duka ini disampaikan berbagai pihak, termasuk keluarga besar Universitas Tanjungpura yang menyatakan turut berduka cita mendalam. Thamrin Usman dikenal sebagai Guru Besar di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Untan serta tokoh pendidikan, cendekiawan, peneliti, dan penulis asal Kalimantan Barat yang memiliki kontribusi signifikan bagi pengembangan perguruan tinggi di provinsi tersebut.

Lahir pada 10 November 1962 di Pontianak, Thamrin Usman menyelesaikan pendidikan magister dan doktoralnya di ENSCT-INP, Toulouse, Prancis, dengan spesialisasi Kimia Agroindustri. Kariernya di dunia akademik dimulai sebagai dosen di Untan, di mana ia kemudian dipercaya memimpin sebagai Rektor untuk dua periode berturut-turut, yaitu 2011–2015 dan 2015–2019.

Selama menjabat sebagai rektor, Prof. Thamrin melakukan berbagai terobosan penting. Ia aktif membangun kerja sama dengan perguruan tinggi ternama baik di dalam maupun luar negeri. Hal ini turut mendukung peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia di Untan. Di bawah kepemimpinannya, universitas tersebut semakin dikenal dan terus berupaya meningkatkan standar akademik.

Sebagai peneliti, Thamrin Usman memiliki kontribusi nyata di bidang kimia organik, renewable energy, dan katalis. Salah satu pencapaiannya yang tercatat adalah memperoleh hak paten untuk metode transesterifikasi guna menghasilkan biodiesel menggunakan katalis abu tandan kosong sawit (Nomor ID P 0023215, tanggal 6 April 2009). Penelitian ini mencerminkan kepeduliannya terhadap kemandirian energi dan pemanfaatan sumber daya alam lokal secara berkelanjutan.


Kiprah dan Dedikasi sebagai Tokoh Pendidikan

Prof. Thamrin dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi terhadap kemajuan pendidikan di Kalimantan Barat. Sebagai Guru Besar FMIPA, ia tidak hanya mengajar dan membimbing mahasiswa, tetapi juga aktif menulis dan melakukan penelitian yang hasilnya banyak dikutip di kalangan akademisi. Google Scholar mencatat ratusan sitasi atas karya-karyanya di bidang sintesis, katalis, dan kimia lingkungan.

Banyak pihak menganggap kepergiannya sebagai kehilangan besar bagi dunia pendidikan daerah. Thamrin Usman dihormati sebagai pemimpin yang visioner, yang selalu mendorong Untan untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat luas. Kariernya yang panjang di perguruan tinggi menjadi inspirasi bagi generasi dosen dan mahasiswa berikutnya.

Prosesi pemakaman almarhum berlangsung di Pontianak pada Selasa (14 April 2026). Jenazah dimakamkan di Gang Media, Pontianak, dengan suasana haru yang menyelimuti keluarga, rekan kerja, serta civitas akademika Untan. Banyak yang hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang telah banyak berjasa bagi pendidikan Kalimantan Barat.

Kepergian Prof. Thamrin Usman meninggalkan warisan berharga berupa dedikasi terhadap pendidikan tinggi dan penelitian ilmiah. Kontribusinya dalam membangun jaringan kerja sama internasional serta inovasi di bidang energi terbarukan diharapkan dapat terus menginspirasi sivitas Untan dan perguruan tinggi lain di Kalbar.

Rektor Untan saat ini beserta seluruh civitas akademika menyampaikan belasungkawa mendalam. Mereka mengajak seluruh pihak untuk mendoakan agar almarhum diterima segala amal ibadahnya dan diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Keluarga besar Untan juga menyatakan bahwa semangat dan visi Prof. Thamrin akan terus dijaga dalam upaya memajukan universitas.

Bagi masyarakat Kalimantan Barat, sosok Thamrin Usman menjadi teladan bahwa dedikasi di bidang pendidikan dapat memberikan dampak luas bagi kemajuan daerah. Dari seorang dosen hingga rektor dua periode, perjalanan kariernya menunjukkan komitmen yang konsisten terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan sumber daya manusia.

Kabar wafatnya Prof. Dr. H. Thamrin Usman, DEA ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya menjaga kesehatan dan terus melanjutkan perjuangan di bidang yang digeluti. Dunia pendidikan Kalbar kini kehilangan salah satu pilarnya, namun warisan ilmu dan jasa yang telah ditinggalkan akan tetap abadi.

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. Selamat jalan, Prof. Thamrin Usman. Terima kasih atas segala dedikasi dan kontribusi bagi pendidikan Indonesia, khususnya di Kalimantan Barat.

 

Also Read
Latest News
  • Kalbar Berduka, Mantan Rektor Untan Dua Periode Prof. Dr. H. Thamrin Usman, DEA Wafat di Usia 63 Tahun
  • Kalbar Berduka, Mantan Rektor Untan Dua Periode Prof. Dr. H. Thamrin Usman, DEA Wafat di Usia 63 Tahun
  • Kalbar Berduka, Mantan Rektor Untan Dua Periode Prof. Dr. H. Thamrin Usman, DEA Wafat di Usia 63 Tahun
  • Kalbar Berduka, Mantan Rektor Untan Dua Periode Prof. Dr. H. Thamrin Usman, DEA Wafat di Usia 63 Tahun
  • Kalbar Berduka, Mantan Rektor Untan Dua Periode Prof. Dr. H. Thamrin Usman, DEA Wafat di Usia 63 Tahun
  • Kalbar Berduka, Mantan Rektor Untan Dua Periode Prof. Dr. H. Thamrin Usman, DEA Wafat di Usia 63 Tahun
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad