![]() |
| Sumber Instagram(@universitastanjungpura) |
Pontianak – Dunia pendidikan Kalimantan Barat
kehilangan salah satu tokohnya. Prof. Dr. H. Thamrin Usman, DEA, mantan Rektor
Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak selama dua periode, meninggal dunia
pada Selasa (14 April 2026) dini hari di Pontianak.
Almarhum wafat di usia 63 tahun. Kabar duka ini disampaikan
berbagai pihak, termasuk keluarga besar Universitas Tanjungpura yang menyatakan
turut berduka cita mendalam. Thamrin Usman dikenal sebagai Guru Besar di
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Untan serta tokoh
pendidikan, cendekiawan, peneliti, dan penulis asal Kalimantan Barat yang
memiliki kontribusi signifikan bagi pengembangan perguruan tinggi di provinsi
tersebut.
Lahir pada 10 November 1962 di Pontianak, Thamrin Usman
menyelesaikan pendidikan magister dan doktoralnya di ENSCT-INP, Toulouse,
Prancis, dengan spesialisasi Kimia Agroindustri. Kariernya di dunia akademik
dimulai sebagai dosen di Untan, di mana ia kemudian dipercaya memimpin sebagai
Rektor untuk dua periode berturut-turut, yaitu 2011–2015 dan 2015–2019.
Selama menjabat sebagai rektor, Prof. Thamrin melakukan
berbagai terobosan penting. Ia aktif membangun kerja sama dengan perguruan
tinggi ternama baik di dalam maupun luar negeri. Hal ini turut mendukung
peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya
manusia di Untan. Di bawah kepemimpinannya, universitas tersebut semakin
dikenal dan terus berupaya meningkatkan standar akademik.
Sebagai peneliti, Thamrin Usman memiliki kontribusi nyata di
bidang kimia organik, renewable energy, dan katalis. Salah satu pencapaiannya
yang tercatat adalah memperoleh hak paten untuk metode transesterifikasi guna
menghasilkan biodiesel menggunakan katalis abu tandan kosong sawit (Nomor ID P
0023215, tanggal 6 April 2009). Penelitian ini mencerminkan kepeduliannya
terhadap kemandirian energi dan pemanfaatan sumber daya alam lokal secara
berkelanjutan.
Kiprah dan Dedikasi sebagai Tokoh Pendidikan
Prof. Thamrin dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi
terhadap kemajuan pendidikan di Kalimantan Barat. Sebagai Guru Besar FMIPA, ia
tidak hanya mengajar dan membimbing mahasiswa, tetapi juga aktif menulis dan
melakukan penelitian yang hasilnya banyak dikutip di kalangan akademisi. Google
Scholar mencatat ratusan sitasi atas karya-karyanya di bidang sintesis,
katalis, dan kimia lingkungan.
Banyak pihak menganggap kepergiannya sebagai kehilangan
besar bagi dunia pendidikan daerah. Thamrin Usman dihormati sebagai pemimpin
yang visioner, yang selalu mendorong Untan untuk terus berkembang dan
berkontribusi bagi masyarakat luas. Kariernya yang panjang di perguruan tinggi
menjadi inspirasi bagi generasi dosen dan mahasiswa berikutnya.
Prosesi pemakaman almarhum berlangsung di Pontianak pada
Selasa (14 April 2026). Jenazah dimakamkan di Gang Media, Pontianak, dengan
suasana haru yang menyelimuti keluarga, rekan kerja, serta civitas akademika
Untan. Banyak yang hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok
yang telah banyak berjasa bagi pendidikan Kalimantan Barat.
Kepergian Prof. Thamrin Usman meninggalkan warisan berharga berupa dedikasi terhadap pendidikan tinggi dan penelitian ilmiah. Kontribusinya dalam membangun jaringan kerja sama internasional serta inovasi di bidang energi terbarukan diharapkan dapat terus menginspirasi sivitas Untan dan perguruan tinggi lain di Kalbar.
Rektor Untan saat ini beserta seluruh civitas akademika
menyampaikan belasungkawa mendalam. Mereka mengajak seluruh pihak untuk
mendoakan agar almarhum diterima segala amal ibadahnya dan diberikan tempat
terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Keluarga besar Untan juga menyatakan bahwa
semangat dan visi Prof. Thamrin akan terus dijaga dalam upaya memajukan
universitas.
Bagi masyarakat Kalimantan Barat, sosok Thamrin Usman
menjadi teladan bahwa dedikasi di bidang pendidikan dapat memberikan dampak
luas bagi kemajuan daerah. Dari seorang dosen hingga rektor dua periode,
perjalanan kariernya menunjukkan komitmen yang konsisten terhadap pengembangan
ilmu pengetahuan dan sumber daya manusia.
Kabar wafatnya Prof. Dr. H. Thamrin Usman, DEA ini menjadi
pengingat bagi semua pihak akan pentingnya menjaga kesehatan dan terus
melanjutkan perjuangan di bidang yang digeluti. Dunia pendidikan Kalbar kini
kehilangan salah satu pilarnya, namun warisan ilmu dan jasa yang telah
ditinggalkan akan tetap abadi.
Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan
kekuatan. Selamat jalan, Prof. Thamrin Usman. Terima kasih atas segala dedikasi
dan kontribusi bagi pendidikan Indonesia, khususnya di Kalimantan Barat.







