Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Proyek Gereja Santo Fransiskus Xaverius di IKN Rampung 100%, Status Basilika Tunggu Restu Vatikan

 

Ilustrasi AI

IKN – Pembangunan Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius di Ibu Kota Nusantara (IKN) telah selesai secara fisik. Proyek megah yang terletak di Kawasan Peribadatan IKN ini kini memasuki tahap akhir pengisian furniture dan kelengkapan ibadah sebelum dapat digunakan secara penuh.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga, mengonfirmasi bahwa konstruksi gereja sudah mencapai 100 persen. Saat ini fokus sedang pada penyelesaian interior dan perlengkapan liturgis.

"Proses konstruksi Basilika Gereja Santo Fransiskus Xaverius di IKN sudah selesai 100%, saat ini sedang dalam tahap pengadaan furniture dan kelengkapan ibadah lainnya," kata Danis Hidayat Sumadilaga, Senin (6 April 2026).

Gereja Santo Fransiskus Xaverius dibangun di lokasi strategis, tepat di dekat Masjid Negara IKN. Dengan luas bangunan yang cukup besar, gereja ini diperkirakan mampu menampung hingga 1.600 jemaah sekaligus. Desainnya yang megah dan mengusung konsep inklusif menjadi bagian dari upaya Otorita IKN menciptakan kawasan peribadatan yang harmonis antarumat beragama.

Meski konstruksi fisik telah rampung, status sebagai Basilika masih menunggu persetujuan resmi dari Takhta Suci Vatikan. Status basilika merupakan gelar kehormatan yang diberikan Paus dan memerlukan proses verifikasi ketat sesuai hukum kanonik Gereja Katolik. Saat ini, gereja tersebut masih dalam tahap pengajuan dan belum mendapat keputusan final.


Progres Pembangunan dan Fasilitas Pendukung

Pembangunan Gereja Santo Fransiskus Xaverius termasuk dalam kompleks yang juga mencakup Wisma Uskup. Selain gedung utama, fasilitas pendukung seperti area parkir, ruang serbaguna, dan sarana prasarana ibadah lainnya juga telah disiapkan. Desain arsitekturnya menggabungkan elemen modern dengan sentuhan budaya lokal Kalimantan, mencerminkan semangat kebinekaan IKN.

Sebelumnya, lonceng dan salib raksasa didatangkan khusus dari Belanda untuk memperkaya nilai historis dan estetika gereja. Pemasangan kedua elemen tersebut telah direncanakan rampung pada Maret 2026, sehingga gereja semakin siap menyambut jemaah.

Gereja ini menjadi gereja Katolik pertama yang dibangun secara khusus di IKN. Kehadirannya diharapkan dapat melayani umat Katolik yang tinggal maupun bekerja di kawasan ibu kota baru, sekaligus menjadi simbol kerukunan beragama di tengah pembangunan IKN yang masif.


Signifikansi bagi IKN sebagai Kota Inklusif

Kehadiran Gereja Santo Fransiskus Xaverius memperkuat komitmen pemerintah dalam membangun IKN sebagai kota yang menghormati keberagaman. Kawasan Peribadatan IKN dirancang untuk menampung berbagai rumah ibadah dari berbagai agama, termasuk Masjid Negara yang sudah lebih dulu berdiri.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama, Salman Habeahan, sebelumnya menyatakan bahwa pembangunan gereja ini menjadi prioritas untuk mendukung kebutuhan spiritual umat Katolik di IKN. Progres fisik yang cepat menunjukkan keseriusan pemerintah dalam merealisasikan infrastruktur keagamaan yang setara.

Dengan kapasitas 1.600 jemaah, gereja ini diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah rutin, tetapi juga dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan, budaya, dan sosial yang lebih luas. Rencananya, gereja ini juga akan menjadi tuan rumah berbagai acara penting, termasuk sidang tahunan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) pada Mei 2026.

Meski konstruksi rampung, masih ada beberapa pekerjaan finishing yang harus diselesaikan dengan teliti agar gereja benar-benar siap digunakan. Otorita IKN bersama Kementerian Agama dan pihak Keuskupan Agung Samarinda terus berkoordinasi untuk memastikan semua fasilitas memenuhi standar liturgis dan keselamatan.

Status basilika yang masih menunggu restu Vatikan menjadi sorotan tersendiri. Jika disetujui, Gereja Santo Fransiskus Xaverius berpotensi menjadi basilika pertama di Indonesia, yang tentu akan menambah nilai historis dan spiritual bagi umat Katolik Tanah Air.

Masyarakat dan umat Katolik diharapkan dapat segera menikmati fasilitas gereja ini dalam waktu dekat. Kehadiran gereja yang megah di jantung IKN diharapkan turut mendukung pertumbuhan komunitas religius dan memperkaya kehidupan sosial di ibu kota negara baru.

Pembangunan Gereja Santo Fransiskus Xaverius menjadi bukti nyata bahwa pembangunan IKN tidak hanya fokus pada infrastruktur pemerintahan dan ekonomi, tetapi juga memperhatikan dimensi spiritual dan kemanusiaan. Dengan semangat kebersamaan, gereja ini diharapkan menjadi salah satu ikon kerukunan beragama di Nusantara.

Otorita IKN terus mengajak seluruh pihak untuk mendukung kelestarian dan pemanfaatan gereja ini secara bijak. Ke depannya, gereja diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, melainkan juga destinasi wisata rohani yang memperkuat citra IKN sebagai kota masa depan yang humanis dan berkeadaban.

 

Also Read
Latest News
  • Proyek Gereja Santo Fransiskus Xaverius di IKN Rampung 100%, Status Basilika Tunggu Restu Vatikan
  • Proyek Gereja Santo Fransiskus Xaverius di IKN Rampung 100%, Status Basilika Tunggu Restu Vatikan
  • Proyek Gereja Santo Fransiskus Xaverius di IKN Rampung 100%, Status Basilika Tunggu Restu Vatikan
  • Proyek Gereja Santo Fransiskus Xaverius di IKN Rampung 100%, Status Basilika Tunggu Restu Vatikan
  • Proyek Gereja Santo Fransiskus Xaverius di IKN Rampung 100%, Status Basilika Tunggu Restu Vatikan
  • Proyek Gereja Santo Fransiskus Xaverius di IKN Rampung 100%, Status Basilika Tunggu Restu Vatikan
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad