![]() |
| Ilustrasi AI |
Palangka Raya – Sekitar 205.000 warga Kalimantan Tengah
(Kalteng) akan menerima bantuan pangan dari Perum Bulog. Bantuan tersebut
mencakup beras sebanyak 4.100 ton dan minyak goreng merek MinyaKita sebanyak
800.000 liter. Program ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan masyarakat di
tengah upaya pemerintah menjaga ketersediaan bahan pokok.
Kepala Bulog Kanwil Kalimantan Tengah, Erwin Budiana,
menyatakan bahwa penyaluran bantuan pangan yang semula direncanakan hanya pada
Februari hingga Maret 2026 mengalami perpanjangan hingga Mei 2026. Perpanjangan
ini dilakukan karena adanya kendala teknis di lapangan. “Penyaluran yang semula
dijadikan Februari–Maret 2026 diperpanjang hingga Mei 2026 karena adanya
kendala teknis di lapangan,” ujar Erwin Budiana.
Meski mengalami penundaan, Erwin memastikan bahwa stok beras
dan MinyaKita saat ini sangat aman. Distribusi akan terus berjalan sesuai
rencana yang telah disusun. “Ketersediaan beras maupun Minyakita sudah sangat
aman, tinggal disalurkan sesuai rencana distribusi yang telah disusun.
Insyaallah penyaluran bantuan pangan selesai pada bulan Mei,” tambahnya.
Bantuan pangan ini merupakan program pemerintah yang
dipercayakan kepada Bulog oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas). Setiap penerima
manfaat biasanya mendapatkan paket berupa beras dan minyak goreng untuk
membantu memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga. Jumlah penerima mencapai
sekitar 205.000 orang di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah.
Penyaluran dilakukan secara bertahap agar distribusi dapat berjalan tertib dan
tepat sasaran.
Selain menyalurkan bantuan, Bulog Kalteng juga aktif
melakukan penyerapan beras lokal, terutama di musim panen saat ini. Erwin
Budiana menjelaskan bahwa penyerapan dilakukan sebanyak-banyaknya untuk
membangun cadangan stok. Stok yang tersimpan di gudang nantinya akan menjadi
cadangan ketika produksi padi terganggu akibat musim kemarau atau kondisi alam
lainnya. “Karena saat ini musim panen, Bulog terus melakukan penyerapan
sebanyak-banyaknya. Stok yang tersimpan di gudang nantinya menjadi cadangan
ketika produksi terganggu akibat musim kemarau atau kondisi alam lainnya,”
katanya.
Untuk tahun 2026, Bulog Kalteng menargetkan penyerapan beras
sebanyak 15.800 ton. Hingga April 2026, realisasi penyerapan telah mencapai
sekitar 5.100 ton atau sekitar 32 persen dari target tahunan. Angka ini
menunjukkan progres yang cukup baik di awal tahun.
Untuk mendukung penyerapan yang lebih besar di masa
mendatang, Bulog berencana membangun infrastruktur pascapanen di tiga
kabupaten, yaitu Kapuas, Barito Timur, dan Pulang Pisau. Pembangunan fasilitas
penyimpanan ini bertujuan agar ketika penyerapan gabah meningkat, daerah sudah
memiliki infrastruktur yang memadai sehingga cadangan pangan tetap terjaga
dengan baik. “Tujuannya agar ketika penyerapan gabah meningkat, kita sudah
memiliki fasilitas penyimpanan yang memadai sehingga cadangan pangan daerah tetap
terjaga,” jelas Erwin.
Program bantuan pangan ini menjadi salah satu bentuk
intervensi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan
pokok di Kalimantan Tengah. Di tengah dinamika produksi pangan yang dipengaruhi
faktor cuaca, keberadaan cadangan dari Bulog diharapkan dapat menjadi penyangga
ketika terjadi gangguan pasokan.
Masyarakat diharapkan dapat menerima bantuan ini dengan
tertib. Bulog terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat agar
distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran. Penyaluran yang diperpanjang
hingga Mei 2026 memberikan waktu lebih longgar bagi tim di lapangan untuk
menyelesaikan kendala teknis yang ada.
Dengan stok beras nasional yang saat ini dalam kondisi aman,
program seperti ini di berbagai provinsi diharapkan dapat terus mendukung upaya
pengendalian inflasi pangan dan kesejahteraan masyarakat. Di Kalimantan Tengah,
bantuan beras dan minyak goreng menjadi bagian penting dalam menjaga daya beli
masyarakat terhadap bahan pangan pokok.
Bulog Kalteng juga terus mengimbau petani untuk menjual
gabah atau beras produksinya ke gudang Bulog agar penyerapan dapat mencapai
target. Dengan demikian, petani mendapat kepastian pasar sementara pemerintah
daerah memiliki cadangan pangan yang memadai.
Secara keseluruhan, inisiatif penyaluran bantuan pangan bagi
205.000 warga Kalteng ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga
ketahanan pangan di daerah. Penyelesaian distribusi pada Mei 2026 diharapkan
dapat memberikan manfaat langsung bagi keluarga penerima manfaat, terutama di
saat-saat di mana harga bahan pokok cenderung fluktuatif.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Bulog akan terus
memantau pelaksanaan program ini. Transparansi dalam penyaluran dan penyerapan
menjadi kunci agar program berjalan efektif dan tepat sasaran. Dengan dukungan
infrastruktur pascapanen yang sedang dibangun, diharapkan ketahanan pangan di
Kalteng semakin kuat di masa mendatang.







