![]() |
| Ilustrasi AI |
IKN — Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya
dibangun sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia, tetapi juga dirancang
sebagai kota pintar (smart city) berkelas dunia yang memanfaatkan
teknologi digital untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta efisiensi
layanan publik. Desain dan rencana implementasi smart city di IKN
melibatkan integrasi teknologi informasi, konektivitas digital, manajemen data,
mobilitas cerdas, hingga solusi ramah lingkungan yang terintegrasi secara
menyeluruh.
Program smart city yang disiapkan di IKN dirancang
berdasarkan enam pilar utama yang saling terkoneksi untuk menciptakan sistem
kota yang adaptif, efisien, responsif terhadap kebutuhan warga, dan
berorientasi pada masa depan. Pilar-pilar ini menjadi landasan penting dalam
perencanaan kota modern yang mengutamakan digitalisasi, keberlanjutan, serta
layanan publik yang berkualitas.
1. Smart Governance — Pemerintahan Digital Terintegrasi
Pilar pertama dan menjadi tulang punggung smart city
IKN adalah Smart Governance, yang berfokus pada digitalisasi layanan
administrasi pemerintahan. Seluruh layanan pemerintahan di IKN dirancang
berbasis digital, mulai dari layanan administrasi kependudukan, perizinan
usaha, layanan publik, hingga sistem informasi pemerintahan.
Konsep ini memanfaatkan sistem data terpusat (one data
system) dan pusat komando terpadu yang memungkinkan pengambilan keputusan
cepat, transparan, serta berbasis data real-time. Warga dan pelaku usaha
nantinya dapat mengakses layanan pemerintahan melalui satu platform digital
terpadu tanpa harus mengunjungi berbagai instansi secara manual. Hal ini
diharapkan dapat memangkas birokrasi sekaligus meningkatkan efektivitas layanan
publik.
2. Smart Mobility — Transportasi Cerdas dan Terintegrasi
Kebutuhan mobilitas di IKN ditangani melalui konsep Smart
Mobility, yaitu penggunaan teknologi untuk mengatur sistem transportasi
yang efisien, aman, dan terintegrasi. Teknologi ini mencakup sistem informasi
transportasi publik, manajemen lalu lintas real-time, hingga penggunaan solusi
digital untuk mendukung perjalanan yang lebih mudah dan tertata.
Pilar ini juga berhubungan dengan solusi infra digital,
internet of things (IoT), dan integrasi data untuk mengoptimalkan
penggunaan transportasi umum serta jalur pergerakan kendaraan di seluruh area
ibu kota baru.
3. Smart Environment — Kota Hijau dan Ramah Lingkungan
Pilar Smart Environment menempatkan keberlanjutan
lingkungan sebagai bagian tak terpisahkan dari perkembangan kota. IKN
diproyeksikan menjadi kawasan yang menerapkan solusi berwawasan lingkungan,
termasuk penggunaan teknologi untuk pengelolaan energi, pengurangan emisi
karbon, hingga sistem pengolahan limbah dan sumber daya alam yang efisien.
Konsep ini juga sejalan dengan rencana pengembangan kawasan
yang menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan pelestarian
lingkungan alam. Smart Environment diharapkan menjadi salah satu
komponen penentu seberapa jauh IKN dapat menjadi model kota hijau berkelanjutan
di Asia Tenggara.
4. Smart Living — Kualitas Hidup Melalui Teknologi
Pilar Smart Living menitikberatkan pada peningkatan
kualitas hidup masyarakat melalui teknologi. Ini mencakup layanan digital di
sektor kesehatan, pendidikan, keamanan publik, hingga fasilitas sosial. Melalui
integrasi layanan digital, warga IKN mendapatkan akses informasi dan layanan
publik secara cepat dan efisien, membuat kehidupan urban lebih nyaman tanpa
mengorbankan keterlibatan dan keterbukaan informasi.
Program ini mendorong dukungan ekosistem komunitas yang
terkoneksi secara digital, sehingga bisa menciptakan lingkungan yang lebih
aman, efisien, dan layak huni bagi warga serta pendatang.
5. Smart Economy — Ekonomi Digital dan Inovasi
Pilar Smart Economy dalam smart city IKN
dirancang untuk mendukung perkembangan ekonomi digital, inovasi, dan industri
kreatif. Dengan memanfaatkan ekosistem digital, pelaku usaha dapat mengakses
data pasar, mempermudah transaksi, serta meningkatkan konektivitas bisnis di
dalam dan luar negeri.
Digitalisasi layanan ekonomi juga memberikan peluang bagi
UMKM dan pelaku bisnis lokal untuk beradaptasi dengan platform digital yang
lebih luas, meningkatkan akses pasar, serta mendorong pertumbuhan ekonomi
berbasis data.
6. Smart People — Sumber Daya Manusia Berkualitas
Pilar terakhir, Smart People, berfokus pada
pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang adaptif terhadap teknologi dan
inovasi. Penerapan smart city tidak hanya soal infrastruktur digital,
tetapi juga tentang kualitas SDM yang mampu mengelola dan memanfaatkan
teknologi tersebut secara optimal.
Selain itu, perkembangan smart city IKN juga
melibatkan berbagai upaya kolaborasi untuk mencetak SDM berkualitas, seperti
pelatihan khusus teknologi smart dan kolaborasi pendidikan tinggi,
termasuk program pelatihan seperti smart forest city yang dirancang
bekerjasama antara Otorita IKN dan berbagai institusi pendidikan untuk
memperkuat kapasitas staf dan profesional di ibu kota baru.
Konektivitas Digital dan Pusat Data
Selain enam pilar utama di atas, pengembangan smart city
IKN juga membutuhkan dukungan infrastruktur digital yang kuat. Investasi dalam platform
digital terpadu, jaringan komunikasi yang andal, layanan komputasi awan (cloud
computing), keamanan siber (cybersecurity), serta Internet of Things
(IoT) menjadi bagian penting dari fondasi kota pintar. Pengembangan Telkom
Smart Office IKN merupakan salah satu inisiatif yang bertujuan memperkuat
infrastruktur digital, termasuk layanan telekomunikasi untuk mendukung
pemerintahan digital dan layanan publik.
Kolaborasi Internasional untuk Percepatan Smart City
Percepatan pembangunan smart city IKN tidak hanya
dilakukan oleh pihak dalam negeri. Beberapa kerja sama internasional turut
mendukung implementasi teknologi dan standar smart city. Misalnya,
kolaborasi antara Otorita IKN dengan Pemerintah Finlandia dan Uni Eropa untuk
memperkuat fondasi smart building dan solusi digital di kawasan ibu
kota. Program kolaborasi semacam ini menjadi bagian penting dalam mempercepat
adopsi smart city berbasis standar global.
Selain itu, forum internasional seperti Nusantara Smart
City Forum 2025 juga menghadirkan pakar dari luar negeri untuk berdiskusi
tentang protokol smart building, teknologi kota pintar, serta strategi
implementasi yang dapat diadopsi langsung di lingkungan IKN.
Penerapan Teknologi untuk Efisiensi dan Transparansi Layanan
Inisiatif smart city IKN juga mencakup penerapan
teknologi seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence), data
terintegrasi, serta otomasi proses dalam pemerintahan digital untuk mempercepat
layanan, mengurangi beban administratif, dan meningkatkan transparansi
operasional pemerintah. Pendekatan ini sejalan dengan visi IKN untuk menjadi
kota yang tidak hanya modern secara infrastruktur, tetapi juga efisien dalam
pengambilan keputusan dan pelayanan masyarakat.







