![]() |
| Ilustrasi AI |
Malinau – Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong
Ala, menyampaikan keprihatinan mendalam setelah meninjau langsung kondisi
infrastruktur vital di wilayah perbatasan Apau Kayan, Kabupaten Malinau. Ia
langsung berjanji akan segera memperbaiki berbagai fasilitas yang rusak agar
masyarakat di pelosok perbatasan dapat beraktivitas dengan aman dan mendapatkan
pelayanan dasar yang layak.
Peninjauan dilakukan Ingkong Ala pada Rabu, 25 Maret 2026.
Ia mengunjungi beberapa titik krusial, termasuk Jembatan Long Ampung di Desa
Long Ampung yang menjadi penghubung utama warga menuju bandara, Rumah Sakit
Pratama (RSP) Tipe D di desa yang sama, serta Jembatan Nawang yang
menghubungkan Kecamatan Kayan Hulu dan Kayan Selatan.
“Ini menjadi perhatian serius kita. Infrastruktur di
perbatasan harus diperbaiki agar masyarakat bisa beraktivitas dengan aman dan
pelayanan dasar dapat terpenuhi dengan baik. Ini PR besar, perbatasan tak boleh
lagi dianaktirikan,” tegas Ingkong Ala saat meninjau lokasi.
Salah satu yang paling membuatnya prihatin adalah kondisi
Jembatan Long Ampung. Jembatan yang dibangun pada 2008 ini sudah berusia hampir
18 tahun dan hingga kini belum pernah mendapatkan perawatan rutin. Kondisi
jalan di atas jembatan sudah berlubang-lubang, sementara oprit jembatan dalam
keadaan riskan yang membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Jembatan ini dibangun sejak 2008 dan sampai sekarang belum
pernah dilakukan perawatan. Tentu ini sangat mengkhawatirkan,” ujar Ingkong
Ala. Ia bahkan mengungkapkan bahwa dirinya sendiri yang terlibat dalam
pembangunan jembatan tersebut di masa lalu. “Dulu jembatan ini saya yang
membangunnya, butuh perhatian untuk pemeliharaannya juga.”
Tidak jauh dari lokasi jembatan, kondisi Rumah Sakit Pratama
Tipe D di Desa Long Ampung juga jauh dari layak. Beberapa plafon di area vital,
termasuk dekat ruang rawat inap, mengalami kerusakan parah. Wagub menilai ada
masalah teknis sejak awal pembangunan fasilitas kesehatan tersebut.
“Kondisinya memprihatinkan. Sebenarnya kecil saja itu,
bagaimana tanggung jawab kontraktor sejak awal membangunnya. Ini masalah teknis
membangunnya,” katanya.
Sementara itu, Jembatan Nawang yang dibangun pada 2006 juga
mendesak untuk segera dipelihara. Jembatan ini menjadi urat nadi ekonomi dan
logistik bagi warga di kawasan Apau Kayan. Jika dibiarkan rusak, akses
transportasi antar-kecamatan bisa terputus dan berdampak pada kehidupan
sehari-hari masyarakat.
Ingkong Ala menekankan bahwa wilayah perbatasan seperti Apau
Kayan tidak boleh lagi diperlakukan sebagai “anak tiri”. Warga di pelosok
Kaltara berhak mendapatkan perhatian yang sama dengan daerah lain dalam
pemenuhan infrastruktur dasar. “Warga di wilayah perbatasan tidak boleh
dianggap anak tiri dalam pemenuhan hak pelayanan dasar,” tegasnya.
Janji perbaikan infrastruktur ini disampaikan Wagub Kaltara
secara langsung usai peninjauan. Pemerintah provinsi akan segera menggarap
perbaikan jembatan, fasilitas kesehatan, dan infrastruktur pendukung lainnya di
Apau Kayan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas,
keselamatan, serta kualitas hidup masyarakat di wilayah terpencil Kalimantan
Utara.
Apau Kayan sendiri merupakan kawasan strategis di Kabupaten
Malinau yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Meski kaya akan
potensi alam dan budaya Dayak Kenyah, wilayah ini sering kali menghadapi
tantangan aksesibilitas karena infrastruktur yang minim dan kurang terawat.
Jembatan Long Ampung, misalnya, menjadi jalur vital bagi warga yang hendak ke
bandara, sementara Jembatan Nawang menghubungkan dua kecamatan penting di
kawasan Kayan.
Keprihatinan Ingkong Ala ini sejalan dengan berbagai keluhan
masyarakat setempat selama ini. Rusaknya infrastruktur tidak hanya menyulitkan
mobilitas, tetapi juga menghambat distribusi barang kebutuhan pokok, akses
kesehatan, dan bahkan pendidikan di daerah perbatasan.
Sebagai Wakil Gubernur, Ingkong Ala yang memiliki pengalaman
panjang di bidang infrastruktur berjanji akan mendorong alokasi anggaran yang
lebih memadai untuk pemeliharaan rutin. Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan
terhadap kontraktor agar fasilitas yang dibangun tidak cepat rusak karena
kualitas rendah.
Perbaikan infrastruktur di Apau Kayan diharapkan menjadi
bagian dari upaya besar Pemprov Kaltara dalam membangun wilayah perbatasan.
Dengan semakin dekatnya Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur,
konektivitas antar-provinsi di Pulau Kalimantan semakin penting, termasuk akses
dari Malinau ke berbagai kawasan strategis.
Masyarakat Apau Kayan menyambut baik pernyataan Wagub ini.
Banyak warga berharap janji tersebut segera direalisasikan, sehingga jembatan
tidak lagi membahayakan nyawa dan rumah sakit bisa berfungsi optimal melayani
pasien.
Ingkong Ala menutup peninjauannya dengan pesan tegas:
perbatasan harus menjadi prioritas utama. “Perbatasan tak boleh lagi
dianaktirikan,” katanya sekali lagi, menegaskan komitmen pemerintah daerah
untuk tidak meninggalkan wilayah terluar.
Dengan adanya komitmen ini, diharapkan kondisi infrastruktur
di Apau Kayan dan pelosok Kaltara lainnya akan segera membaik. Langkah nyata
perbaikan jembatan Long Ampung, Rumah Sakit Pratama, dan Jembatan Nawang akan
menjadi bukti bahwa pemerintah provinsi serius membangun dari pinggiran.







