Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Dua Kapal Tambah Stok BBM di Kalbar: Pertamina Pastikan Pasokan Tetap Aman Jelang Lebaran 2026

 

Ilustrasi AI

Pontianak – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan terus memperkuat pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Provinsi Kalimantan Barat menjelang puncak mudik dan Idul Fitri 1447 H/2026 M. Dua kapal tanker baru tiba di Pelabuhan Pontianak pada Minggu malam, 19 Maret 2026, membawa tambahan stok signifikan untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi selama periode Lebaran. Langkah ini langsung meredakan kekhawatiran masyarakat setelah munculnya antrean panjang di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.

Menurut keterangan resmi Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, kedua kapal tersebut adalah MT. Pertamina Gas 1 dan MT. Pertamina Gas 2, yang mengangkut total sekitar 12.000 kilo liter BBM jenis Pertalite dan Solar. Kedatangan kapal ini merupakan bagian dari strategi penguatan stok melalui jalur laut, mengingat Kalbar masih bergantung pada distribusi laut untuk memasok depo-depo utama di Pontianak, Sintang, dan Ketapang. Dengan tambahan ini, stok BBM di Kalbar kini berada pada level aman, bahkan melebihi rata-rata konsumsi harian normal sebesar 15–20 persen.

Kepala Komunikasi, Hubungan Masyarakat & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Arya Yusa Dwicandra, menegaskan bahwa pasokan tidak pernah terganggu. “Kami telah menambah pasokan melalui dua kapal tanker yang tiba kemarin malam. Stok di depot Pontianak dan seluruh SPBU sudah dalam kondisi sangat aman. Antrean yang terjadi lebih karena masyarakat melakukan pengisian lebih awal karena khawatir kehabisan, bukan karena stok kosong,” ujar Arya dalam rilis yang diterima Wartapontianak pada Senin pagi, 20 Maret 2026.

Data Pertamina menunjukkan bahwa selama Ramadan 2026, konsumsi BBM di Kalbar meningkat tajam, terutama Pertalite (naik 18–22 persen) dan Solar (naik 15–20 persen). Lonjakan ini dipicu oleh mobilitas mudik awal, aktivitas transportasi barang menjelang hari raya, serta penggunaan kendaraan pribadi yang lebih tinggi. Untuk mengimbangi, Pertamina telah menaikkan pasokan harian hingga 18 persen di titik-titik rawan seperti Pontianak, Kubu Raya, Mempawah, dan Singkawang. Selain kapal tanker, truk tangki darat juga diperbanyak untuk mendistribusikan BBM dari depo ke SPBU di pedalaman.

Meski stok aman, antrean panjang tetap menjadi keluhan utama masyarakat. Di Jalan Ahmad Yani Pontianak, Jalan Parit Baru Kubu Raya, dan jalur lintas Sintang–Melawi, antrean kendaraan roda dua dan roda empat sering mencapai 200–300 meter, terutama pada jam sibuk pagi dan sore. Banyak warga mengaku mengisi BBM lebih awal karena trauma tahun lalu, ketika beberapa SPBU sempat kehabisan Pertalite di hari-H mudik. “Lebih baik antre sekarang daripada nanti pas mau mudik ke Jawa atau ke desa malah kosong,” kata seorang pengendara ojek online di Pontianak, yang mengantre hampir satu setengah jam.

Untuk mengatasi hal ini, Pertamina telah mengaktifkan Satgas Ramadan dan Idul Fitri 2026 sejak awal Maret. Tim monitoring 24 jam ditempatkan di depo dan SPBU besar, ditambah penambahan armada tangki dan relawan untuk mengatur antrean. Beberapa SPBU kini membuka semua nozzle dan menambah petugas agar pelayanan lebih cepat. Masyarakat juga diimbau memanfaatkan aplikasi MyPertamina untuk memantau stok real time di SPBU terdekat, serta mengisi di luar jam sibuk (sebelum pukul 07.00 atau setelah pukul 20.00).

Selain BBM, pasokan LPG subsidi 3 kg juga dalam kondisi aman dengan kuota tambahan selama Ramadan. Pertamina memastikan distribusi LPG melalui agen dan pangkalan tetap lancar, meski permintaan melonjak menjelang Lebaran. “Kami terus koordinasi dengan pemerintah provinsi, kepolisian, dan Dishub untuk mengatur lalu lintas di sekitar SPBU ramai agar tidak mengganggu arus umum,” tambah Arya.

Bagi pemudik yang akan melintas Kalbar menuju Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, atau jalur laut ke Jawa, Pertamina menyarankan mengisi penuh di kota besar sebelum memasuki daerah terpencil. SPBU di jalur lintas seperti Mempawah–Singkawang, Sintang–Melawi, dan Sanggau telah disiapkan dengan stok ekstra. Jika ada kendala, masyarakat bisa langsung lapor melalui call center Pertamina 135 atau aplikasi MyPertamina.

Dengan kedatangan dua kapal tanker tambahan ini, Pertamina yakin tidak akan ada kekosongan stok di Kalimantan Barat selama periode Lebaran 2026. Antrean panjang yang sempat muncul diharapkan segera mereda dalam beberapa hari ke depan seiring penyebaran informasi bahwa pasokan aman dan berlimpah. Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak panic buying, dan mengikuti imbauan resmi agar persiapan mudik dan perayaan Lebaran berjalan lancar serta penuh berkah.

Ke depan, Pertamina berencana memperkuat infrastruktur distribusi di Kalbar, termasuk penambahan depo baru dan optimalisasi jalur laut, agar kejadian antrean panjang seperti ini bisa diminimalisir di tahun-tahun mendatang. Dengan pasokan yang terjamin, warga Kalbar bisa fokus menikmati sisa Ramadan dan menyambut Idul Fitri dengan hati tenang.

 

Also Read
Tag:
Latest News
  • Dua Kapal Tambah Stok BBM di Kalbar: Pertamina Pastikan Pasokan Tetap Aman Jelang Lebaran 2026
  • Dua Kapal Tambah Stok BBM di Kalbar: Pertamina Pastikan Pasokan Tetap Aman Jelang Lebaran 2026
  • Dua Kapal Tambah Stok BBM di Kalbar: Pertamina Pastikan Pasokan Tetap Aman Jelang Lebaran 2026
  • Dua Kapal Tambah Stok BBM di Kalbar: Pertamina Pastikan Pasokan Tetap Aman Jelang Lebaran 2026
  • Dua Kapal Tambah Stok BBM di Kalbar: Pertamina Pastikan Pasokan Tetap Aman Jelang Lebaran 2026
  • Dua Kapal Tambah Stok BBM di Kalbar: Pertamina Pastikan Pasokan Tetap Aman Jelang Lebaran 2026
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad