Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Lasarus Soroti Distribusi BBM di Kalbar: Stok Cukup tapi SPBU Kosong, Minta Aparat Usut Tuntas Dugaan Kendala Penyaluran dan Potensi Pelanggaran

 

Ilustrasi AI

Pontianak – Anggota DPR RI dari Komisi V, Lasarus, menyoroti tajam persoalan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) yang menjadi penyebab utama kelangkaan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Kritik ini disampaikan Lasarus saat diwawancarai pada Minggu, 22 Maret 2026, di tengah antrean panjang kendaraan yang masih terjadi di berbagai wilayah menjelang Idul Fitri 1447 H.

Lasarus menegaskan bahwa berdasarkan keterangan dari Gubernur Kalbar, Kapolda, serta Wali Kota setempat, stok BBM di provinsi tersebut sebenarnya dalam kondisi cukup dan aman. Namun, realitas di lapangan justru menunjukkan banyak SPBU mengalami kekosongan stok, terutama untuk jenis Pertamax di sejumlah titik. “Kalau stok cukup, kenapa bermasalah di distribusi? Ini yang harus diurai secara jelas, siapa saja yang terlibat dalam rantai distribusi ini,” tegas Lasarus seperti dikutip dari Pontianakinfo.disway.id.

Politisi PDI Perjuangan ini memberikan perhatian serius terhadap alur distribusi BBM dari Pertamina ke SPBU. Ia mengungkap adanya informasi dugaan kendala pengiriman yang berkaitan dengan sistem pembayaran Delivery Order (DO). “Ada informasi bahwa distribusi tersendat karena DO dari SPBU belum dibayar, sehingga pengiriman tidak dilakukan. Kalau memang SPBU tidak mampu memenuhi kewajiban itu, seharusnya tidak lagi diberikan izin operasional,” ujarnya.

Lasarus juga mempertanyakan alasan kekurangan armada pengangkut yang disebut-sebut sebagai penyebab utama, terutama menjelang Lebaran. Menurutnya, kondisi seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya meskipun lonjakan permintaan musiman biasa terjadi. “Memang ada alasan kekurangan armada menjelang Lebaran, tapi kondisi seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Ini perlu ditelusuri lebih dalam,” katanya.


Dugaan Ketidaktransparanan dan Potensi Pelanggaran

Lasarus menekankan pentingnya transparansi penuh dalam rantai distribusi BBM. Ia meminta seluruh pihak terkait, termasuk Pertamina, untuk membuka secara terbuka alur distribusi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. “Ia meminta seluruh pihak terkait untuk membuka secara transparan alur distribusi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa masalah ini bukan sekadar teknis, melainkan menyangkut hak masyarakat untuk mendapatkan akses BBM secara layak. “Menurut Lasarus, kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut hak masyarakat untuk mendapatkan BBM,” tegasnya.

Oleh karena itu, Lasarus secara tegas meminta aparat penegak hukum turun tangan. “Saya berharap aparat penegak hukum mencermati persoalan ini secara serius. Jika ada potensi pelanggaran, segera ditindak. Termasuk jika ada oknum yang terlibat, harus ditindak tegas,” pungkasnya. Ia memperingatkan bahwa jika tidak ditangani dengan serius, masalah ini akan terus meresahkan masyarakat dan berpotensi berlarut-larut.


Konteks Kelangkaan BBM di Kalbar Menjelang Lebaran

Persoalan distribusi BBM di Kalbar mencuat sejak awal Maret 2026, dengan antrean panjang di SPBU Pontianak, Singkawang, dan daerah lain. Meski Pemprov Kalbar dan Pertamina Patra Niaga berulang kali memastikan stok aman serta distribusi intensif, realitas lapangan menunjukkan ketidaksesuaian. Beberapa SPBU bahkan dilaporkan kosong, memicu fenomena joki bensin dan panic buying di kalangan masyarakat.

Pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk meratakan distribusi dan menambah pasokan, termasuk antisipasi lonjakan konsumsi hingga 6-8 persen selama Ramadan dan Lebaran. Namun, Lasarus menilai penjelasan tersebut belum cukup menjawab akar masalah di tingkat distribusi hilir.

Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Kalbar, Lasarus menegaskan komitmennya memperjuangkan kepentingan masyarakat. Ia menilai bahwa jika SPBU tidak profesional dalam mengelola pembayaran dan operasional, sebaiknya izinnya dicabut agar tidak merugikan publik lebih luas.

Kasus ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa distribusi energi strategis seperti BBM harus berjalan lancar, terutama di wilayah perbatasan seperti Kalbar yang bergantung pada pasokan darat dan laut. Lasarus berharap penyelidikan mendalam dapat mengungkap apakah ada praktik tidak sehat, seperti penimbunan atau permainan oknum dalam rantai pasok.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari Pertamina terkait dugaan yang disoroti Lasarus. Namun, dengan tekanan dari legislator dan masyarakat, diharapkan solusi cepat dapat segera terwujud agar masyarakat Kalbar tidak lagi dirugikan oleh kelangkaan yang sebenarnya bisa dicegah.

Masalah distribusi BBM di Kalbar ini bukan hanya isu teknis, melainkan ujian transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya nasional. Langkah tegas dari aparat hukum dan pemangku kepentingan menjadi kunci untuk mengembalikan kepercayaan publik dan memastikan pasokan energi tetap stabil menjelang hari raya.

 

Also Read
Tag:
Latest News
  • Lasarus Soroti Distribusi BBM di Kalbar: Stok Cukup tapi SPBU Kosong, Minta Aparat Usut Tuntas Dugaan Kendala Penyaluran dan Potensi Pelanggaran
  • Lasarus Soroti Distribusi BBM di Kalbar: Stok Cukup tapi SPBU Kosong, Minta Aparat Usut Tuntas Dugaan Kendala Penyaluran dan Potensi Pelanggaran
  • Lasarus Soroti Distribusi BBM di Kalbar: Stok Cukup tapi SPBU Kosong, Minta Aparat Usut Tuntas Dugaan Kendala Penyaluran dan Potensi Pelanggaran
  • Lasarus Soroti Distribusi BBM di Kalbar: Stok Cukup tapi SPBU Kosong, Minta Aparat Usut Tuntas Dugaan Kendala Penyaluran dan Potensi Pelanggaran
  • Lasarus Soroti Distribusi BBM di Kalbar: Stok Cukup tapi SPBU Kosong, Minta Aparat Usut Tuntas Dugaan Kendala Penyaluran dan Potensi Pelanggaran
  • Lasarus Soroti Distribusi BBM di Kalbar: Stok Cukup tapi SPBU Kosong, Minta Aparat Usut Tuntas Dugaan Kendala Penyaluran dan Potensi Pelanggaran
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad