Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Tol IKN Tak Hanya untuk Kendaraan: Jalur Wildlife Crossing Dibangun Demi Beruang Madu, Bekantan, dan Satwa Lainnya

 

Ilustrasi AI

Balikpapan – Jalan Tol Balikpapan–Ibu Kota Nusantara (IKN) bukan sekadar infrastruktur transportasi yang mempersingkat waktu tempuh dan memperlancar mobilitas manusia. Di balik lapisan aspal dan betonnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur menerapkan pendekatan yang semakin langka di proyek tol nasional: membangun jembatan satwa atau wildlife crossing. Fasilitas ini sengaja dirancang agar koridor ekologis satwa liar tetap terhubung meskipun hutan tropis terbelah oleh badan jalan sepanjang puluhan kilometer.

Lokasi pembangunan jembatan satwa berada pada ruas Tol IKN Segmen 3B-2, tepatnya di dua titik kritis: STA 8+325 dan STA 10+025. Pemilihan lokasi ini bukan sembarangan. Survei ekologi mendalam yang dilakukan tim ahli lingkungan dan konservasi menunjukkan bahwa kedua titik tersebut merupakan jalur migrasi dan perlintasan alami bagi beberapa spesies satwa lindung endemik Kalimantan. Di antaranya adalah orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus morio), bekantan atau monyet proboscis (Nasalis larvatus), macan dahan Kalimantan (Neofelis diardi borneensis), serta beruang madu (Helarctos malayanus). Keempat spesies ini termasuk dalam kategori Vulnerable hingga Critically Endangered menurut IUCN Red List, dan fragmentasi habitat akibat pembangunan infrastruktur bisa mempercepat penurunan populasi mereka secara signifikan.

Kepala BBPJN Kalimantan Timur, Yudi Hardiana, menjelaskan alasan utama di balik inisiatif ini dengan tegas. “Pembangunan jalan tol tidak boleh memutus koridor alami satwa. Karena itu kami membangun jembatan satwa agar pergerakan satwa liar tetap terjaga,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dirilis pada 17 Maret 2026. Ia menambahkan bahwa proyek ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menerapkan prinsip green infrastructure—infrastruktur hijau—yang mengintegrasikan pembangunan ekonomi dengan pelestarian biodiversitas. Dengan adanya jembatan satwa, risiko tabrakan kendaraan dengan satwa liar bisa ditekan, sekaligus mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh hewan melintas tiba-tiba.

Secara teknis, jembatan satwa ini dibangun dengan standar tinggi untuk menjamin ketahanan jangka panjang di lingkungan hutan tropis yang lembab dan berbukit. Struktur utama menggunakan Corrugated Steel Plate (CSP) dengan bentang sekitar 25 meter dan tinggi lengkung mencapai 12,7 meter. Pondasi diperkuat dengan bore pile sedalam 14 hingga 21 meter, ditambah beton arch slab setebal 1 meter. Untuk mengisi ruang di atas struktur agar terasa seperti tanah alami, diterapkan mortar busa sebanyak 14.000 meter kubik. Permukaan atas jembatan kemudian akan ditanami vegetasi asli hutan Kalimantan, termasuk pohon-pohon kecil, semak belukar, tanaman merambat, dan bahkan beberapa jenis rumput liar. Tujuannya agar satwa tidak merasa berada di lingkungan buatan, sehingga mereka mau melintasi jembatan tersebut secara alami.

Proses perencanaan dan konstruksi melibatkan koordinasi lintas instansi. Tim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur, serta organisasi konservasi seperti WWF Indonesia dan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) turut memberikan masukan. Data dari kamera trap yang dipasang sebelum pembangunan menunjukkan frekuensi tinggi pergerakan satwa di area tersebut, terutama pada malam hari ketika aktivitas manusia minim. Setelah jembatan selesai, pemantauan akan terus dilakukan menggunakan kamera trap dan observasi lapangan untuk mengevaluasi efektivitasnya—apakah satwa benar-benar memanfaatkannya atau masih mencari jalur alternatif di sekitar tol.

Inisiatif ini menjadi salah satu poin paling menonjol dalam komitmen pemerintah agar pembangunan IKN tetap ramah lingkungan. Kawasan IKN terletak di wilayah hutan tropis yang memiliki keanekaragaman hayati luar biasa, dengan lebih dari 2.000 spesies tumbuhan dan ratusan jenis satwa liar tercatat. Tanpa mitigasi seperti jembatan satwa, pembangunan infrastruktur besar berisiko memecah habitat menjadi fragmen kecil, meningkatkan konflik manusia-satwa, serta mengancam kelangsungan spesies kunci seperti orangutan dan bekantan yang menjadi ikon ekologi Kalimantan.

Bagi masyarakat di Kalimantan Timur, khususnya di wilayah penyangga IKN seperti Balikpapan, Penajam Paser Utara, dan sekitarnya, kehadiran fasilitas ini membawa pesan positif. Pembangunan yang memperhatikan satwa liar menunjukkan bahwa kemajuan tidak harus mengorbankan warisan alam daerah. Bahkan, upaya ini berpotensi menjadi daya tarik ekowisata di masa depan—wisatawan bisa melihat langsung bagaimana satwa endemik tetap beraktivitas di tengah infrastruktur modern.

Ke depan, BBPJN Kalimantan Timur berencana menerapkan konsep serupa pada segmen tol lainnya yang melintasi koridor satwa sensitif. Model wildlife crossing ini diharapkan menjadi standar baru bagi proyek infrastruktur di Indonesia, terutama di wilayah dengan biodiversitas tinggi seperti Kalimantan, Sumatera, dan Papua. Dengan demikian, Tol IKN tidak hanya menjadi jalur cepat menuju ibu kota baru, melainkan juga simbol harmoni antara pembangunan manusia dan kelestarian alam.

Ketika beruang madu melintasi jembatan satwa tanpa terganggu deru kendaraan di bawahnya, atau ketika bekantan berpindah antar pepohonan tanpa harus turun ke jalan raya, itu berarti IKN benar-benar dibangun untuk masa depan yang berkelanjutan—bukan hanya untuk generasi manusia saat ini, tapi juga untuk generasi satwa liar yang telah mendiami pulau ini jauh sebelum manusia membangun ibu kota baru.

 

Also Read
Latest News
  • Tol IKN Tak Hanya untuk Kendaraan: Jalur Wildlife Crossing Dibangun Demi Beruang Madu, Bekantan, dan Satwa Lainnya
  • Tol IKN Tak Hanya untuk Kendaraan: Jalur Wildlife Crossing Dibangun Demi Beruang Madu, Bekantan, dan Satwa Lainnya
  • Tol IKN Tak Hanya untuk Kendaraan: Jalur Wildlife Crossing Dibangun Demi Beruang Madu, Bekantan, dan Satwa Lainnya
  • Tol IKN Tak Hanya untuk Kendaraan: Jalur Wildlife Crossing Dibangun Demi Beruang Madu, Bekantan, dan Satwa Lainnya
  • Tol IKN Tak Hanya untuk Kendaraan: Jalur Wildlife Crossing Dibangun Demi Beruang Madu, Bekantan, dan Satwa Lainnya
  • Tol IKN Tak Hanya untuk Kendaraan: Jalur Wildlife Crossing Dibangun Demi Beruang Madu, Bekantan, dan Satwa Lainnya
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad