Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Puluhan Hektare Lahan Terbakar Hebat di Kubu Raya, Kalimantan Barat: Asap Menyelimuti, Tim Gabungan Berjuang Padamkan Api di Lahan Gambut

 

Ilustrasi AI

Pontianak – Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, kembali dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang cukup luas pada akhir Maret 2026. Hingga Kamis, 26 Maret 2026, puluhan hektare lahan di beberapa kecamatan terbakar hebat, menyebabkan kepulan asap tebal menyelimuti wilayah tersebut. Tim gabungan dari Polres Kubu Raya dan aparat terkait terus berupaya memadamkan api serta mendinginkan lahan gambut yang rawan terbakar kembali.

Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika memimpin langsung penanganan di lapangan. Api dilaporkan muncul di berbagai titik, mulai dari Kecamatan Sungai Raya hingga Rasau Jaya dan Batu Ampar. Di Desa Mekar Sari dan Desa Sei Asam, Kecamatan Sungai Raya, kebakaran telah menghanguskan sekitar 20 hektare lahan. Sementara itu, di Desa Arang Limbung, api membakar lahan seluas 4,5 hektare, termasuk area yang berdekatan dengan SDN 5 dan SD 52 Sungai Raya.

Tidak berhenti di situ, di Desa Permata Jaya, tim berhasil melakukan penyekatan api pada lahan gambut kering seluas 3 hektare untuk mencegah penyebaran ke pemukiman warga yang berjarak sekitar 2 kilometer. Kondisi semakin sulit di Kecamatan Rasau Jaya, tepatnya di Dusun Sangkar Mas. Vegetasi kering ditambah angin kencang membuat api cepat merambat. Petugas kesulitan mendapatkan sumber air karena lokasi pemadaman berjarak hingga 50 kilometer dari sumber air terdekat.

Di Kecamatan Batu Ampar, dua titik panas (hotspot) terdeteksi melalui aplikasi pemantauan di Desa Teluk Nibung dan Desa Padang Tikar. Tim segera melakukan verifikasi dan penanganan awal untuk mencegah api meluas ke area konsesi perusahaan atau pemukiman.

Kepulan asap tebal menjadi pemandangan yang kerap terlihat di Kubu Raya belakangan ini. Foto-foto yang beredar menunjukkan petugas berjuang memadamkan api di tengah medan yang sulit, sementara asap hitam membubung tinggi. Situasi ini tidak hanya mengganggu visibilitas, tetapi juga berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat setempat.

Kadek Ary Mahardika menekankan pentingnya pendinginan lahan gambut. “Pendinginan penting dilakukan karena api di lahan gambut kerap masih tersimpan di bawah permukaan meski terlihat padam,” ujarnya pada Kamis, 26 Maret 2026. Api bawah permukaan ini sering kali menjadi penyebab kebakaran berulang jika tidak ditangani secara tuntas.

Pemadaman api menghadapi beberapa kendala alamiah. Musim kemarau yang sedang berlangsung membuat vegetasi sangat kering, sementara sumber air terbatas. Di salah satu lokasi di Sungai Raya, hanya ada satu titik air dengan debit kecil yang berjarak sekitar 1 kilometer dari pemukiman. Tim gabungan harus bekerja hingga malam hari untuk memastikan api tidak menyala kembali.

Polres Kubu Raya menyatakan bahwa penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. “Siapa pun yang sengaja membakar lahan akan ditindak tegas. Jangan korbankan kesehatan masyarakat dan lingkungan,” tegas Kadek Ary Mahardika. Aparat mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan demi membersihkan lahan pertanian dan segera melaporkan jika melihat titik api baru.

Hingga sore hari Kamis, 26 Maret 2026, personel gabungan masih bersiaga di lokasi-lokasi rawan. Mereka terus melakukan pemantauan hotspot dan pendinginan lahan gambut. Upaya ini dilakukan untuk mencegah kabut asap semakin tebal dan meluas ke wilayah lain di Kalimantan Barat.

Kebakaran lahan gambut memang menjadi masalah tahunan di Kalimantan, terutama saat musim kemarau. Lahan gambut yang kaya akan bahan organik mudah terbakar dan sulit dipadamkan karena api bisa merambat di bawah tanah. Selain merusak ekosistem, karhutla juga berkontribusi pada penurunan kualitas udara dan potensi gangguan pernapasan bagi warga.

Di Kubu Raya sendiri, kasus karhutla bukan yang pertama kali terjadi. Beberapa pekan sebelumnya, kebakaran serupa juga melanda wilayah ini dengan luasan yang bervariasi. Pemerintah daerah dan BPBD Kubu Raya terus melakukan antisipasi, termasuk persiapan embung air di beberapa titik strategis untuk mendukung pemadaman di masa mendatang.

Masyarakat Kubu Raya diharapkan ikut berperan aktif. Dengan melaporkan segera setiap kejadian kebakaran, penanganan bisa dilakukan lebih cepat sebelum api meluas. Polisi juga menegaskan akan memproses hukum setiap pelaku pembakaran lahan secara sengaja, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan korban jiwa maupun kerugian material signifikan pada bangunan pemukiman. Fokus utama tim gabungan tetap pada pemadaman total dan pendinginan lahan agar tidak ada titik api baru yang muncul.

Kondisi cuaca panas dan kering yang diprediksi masih berlangsung beberapa waktu ke depan membuat kewaspadaan harus terus ditingkatkan. BMKG Kalimantan Barat sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi karhutla di wilayah gambut. Kolaborasi antara Polres, BPBD, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci untuk mencegah kebakaran yang lebih besar.

Peristiwa kebakaran di Kubu Raya ini mengingatkan kembali betapa rentannya ekosistem Kalimantan terhadap api di musim kemarau. Penanganan yang cepat dan tuntas oleh tim gabungan diharapkan dapat meminimalkan dampak lingkungan dan kesehatan masyarakat. Masyarakat Kubu Raya dan sekitarnya diimbau tetap waspada dan mendukung upaya pencegahan karhutla demi menjaga kelestarian alam Kalimantan Barat.

 

Also Read
Latest News
  • Puluhan Hektare Lahan Terbakar Hebat di Kubu Raya, Kalimantan Barat: Asap Menyelimuti, Tim Gabungan Berjuang Padamkan Api di Lahan Gambut
  • Puluhan Hektare Lahan Terbakar Hebat di Kubu Raya, Kalimantan Barat: Asap Menyelimuti, Tim Gabungan Berjuang Padamkan Api di Lahan Gambut
  • Puluhan Hektare Lahan Terbakar Hebat di Kubu Raya, Kalimantan Barat: Asap Menyelimuti, Tim Gabungan Berjuang Padamkan Api di Lahan Gambut
  • Puluhan Hektare Lahan Terbakar Hebat di Kubu Raya, Kalimantan Barat: Asap Menyelimuti, Tim Gabungan Berjuang Padamkan Api di Lahan Gambut
  • Puluhan Hektare Lahan Terbakar Hebat di Kubu Raya, Kalimantan Barat: Asap Menyelimuti, Tim Gabungan Berjuang Padamkan Api di Lahan Gambut
  • Puluhan Hektare Lahan Terbakar Hebat di Kubu Raya, Kalimantan Barat: Asap Menyelimuti, Tim Gabungan Berjuang Padamkan Api di Lahan Gambut
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad