Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Masjid Negara IKN Gelar Salat Idul Fitri Perdana 2026: Ribuan Jemaah Rayakan Kemenangan di Ibu Kota Baru

 

IKN – Pagi itu, suasana di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) terasa berbeda. Ribuan jemaah dari berbagai latar belakang memadati halaman Masjid Negara IKN untuk melaksanakan salat Idul Fitri 1447 H secara perdana. Ini bukan sekadar perayaan hari raya biasa, melainkan momen bersejarah: pertama kalinya salat Id digelar di masjid utama ibu kota baru Indonesia, tepat di tengah pembangunan yang masih berlangsung.

Salat Id dimulai pukul 07.00 WITA, dipimpin oleh Imam Besar Masjid Negara IKN, KH. Ahmad Muzakir. Khutbah Id bertema “Kemenangan di Tengah Pembangunan: Menjaga Persatuan dan Keberkahan Nusantara” disampaikan dengan penuh makna. KH. Ahmad Muzakir mengingatkan jemaah bahwa Idul Fitri bukan hanya soal kembali fitrah secara pribadi, tapi juga secara kolektif sebagai bangsa. “Di IKN ini, kita sedang membangun bukan hanya gedung dan jalan, tapi peradaban baru yang berlandaskan nilai-nilai luhur Pancasila dan ajaran agama. Mari jadikan kemenangan ini sebagai momentum mempererat ukhuwah dan gotong royong demi masa depan Nusantara yang lebih baik,” ujarnya dalam khutbah yang disambut tepuk tangan meriah.

Masjid Negara IKN sendiri menjadi pusat perhatian. Bangunan megah dengan kubah utama berlapis emas tipis, empat menara setinggi 99 meter yang melambangkan Asmaul Husna, serta ruang utama berkapasitas 10.000 jemaah, tampak semakin indah di bawah sinar matahari pagi. Halaman luas di depan masjid, yang dikelilingi taman hijau dan koridor satwa, menjadi tempat pelaksanaan salat sunnah Id secara terbuka. Desain masjid yang memadukan arsitektur modern dengan sentuhan Islami klasik membuat banyak jemaah terpukau. Beberapa fasilitas pendukung seperti ruang wudu ramah disabilitas, area parkir kendaraan listrik, dan ruang laktasi juga sudah beroperasi penuh.

Jemaah yang hadir sangat beragam. Ribuan pekerja konstruksi yang selama ini tinggal di barak sementara tampak rapi mengenakan baju koko dan sarung. Mereka datang dari berbagai daerah: Jawa, Sumatera, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara. Banyak ASN Otorita IKN yang baru pindah tahap awal ikut serta bersama keluarga kecil mereka. Masyarakat lokal dari desa-desa sekitar seperti Sepaku, Bumi Harapan, dan Mentawir juga berbondong-bondong hadir. Bagi warga Penajam Paser Utara, ini adalah momen bersejarah karena tanah leluhur mereka kini menjadi bagian dari ibu kota nasional yang tidak melupakan dimensi spiritual.

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Basuki Hadimuljono, yang turut melaksanakan salat Id, menyampaikan rasa syukur mendalam. “Alhamdulillah, hari ini kita bisa merayakan Idul Fitri di Masjid Negara IKN. Ini bukti bahwa pembangunan kita tidak melupakan aspek keagamaan dan kemanusiaan. Masjid ini akan menjadi pusat peradaban baru yang inklusif, tempat semua umat beribadah dan berinteraksi dalam damai,” katanya setelah salat selesai. Beliau juga sempat meninjau fasilitas masjid dan berbincang singkat dengan jemaah lokal serta pekerja.

Setelah salat, digelar takbir keliling singkat di sekitar kawasan KIPP. Kendaraan roda empat memutarkan lantunan takbir melalui pengeras suara, sementara jemaah berjalan kaki mengikuti arak-arakan kecil. Acara dilanjutkan dengan halal bihalal informal di halaman masjid. Suasana hangat terasa saat pekerja dari berbagai daerah saling bermaaf-maafan, berbagi cerita tentang perjuangan mereka di proyek IKN, dan berfoto bersama di depan masjid yang megah.

Bagi masyarakat lokal, perayaan ini terasa istimewa. “Dulu kami salat Id di lapangan desa atau masjid kecil. Sekarang bisa di masjid sebesar ini, rasanya seperti mimpi yang jadi kenyataan. Anak-anak saya senang sekali bisa salat Id di tempat yang indah,” ujar seorang warga Desa Sepaku, Ibu Siti. Banyak pekerja muda yang mengaku terharu karena bisa merayakan Lebaran bersama rekan kerja dari berbagai suku dan agama, menciptakan rasa persaudaraan di tengah kesibukan pembangunan.

Pelaksanaan salat Id perdana ini juga menjadi bukti bahwa IKN mulai berfungsi sebagai pusat kegiatan nasional. Kemenag RI dan OIKN telah berkoordinasi sejak awal Ramadan untuk memastikan semua aspek berjalan lancar, termasuk protokol keamanan, lalu lintas, dan kesehatan. Ke depan, Masjid Negara IKN direncanakan menjadi pusat kegiatan keagamaan nasional: pengajian rutin, peringatan hari besar Islam, serta salah satu titik rukyatul hilal tetap seperti yang telah dilakukan pada hilal Ramadan lalu.

Dengan semangat takbir dan maaf-maafan yang masih bergema, Idul Fitri perdana di Masjid Negara IKN menjadi simbol bahwa pembangunan ibu kota baru tidak hanya soal beton dan baja, melainkan juga tentang membangun hati dan jiwa bangsa. Di tengah hiruk-pikuk alat berat dan proyek yang masih berlangsung, suara takbir pagi itu mengingatkan semua orang bahwa IKN dibangun untuk masa depan yang lebih baik—masa depan yang penuh berkah, persatuan, dan keberkahan bagi seluruh rakyat Indonesia.

 

Also Read
Tag:
Latest News
  • Masjid Negara IKN Gelar Salat Idul Fitri Perdana 2026: Ribuan Jemaah Rayakan Kemenangan di Ibu Kota Baru
  • Masjid Negara IKN Gelar Salat Idul Fitri Perdana 2026: Ribuan Jemaah Rayakan Kemenangan di Ibu Kota Baru
  • Masjid Negara IKN Gelar Salat Idul Fitri Perdana 2026: Ribuan Jemaah Rayakan Kemenangan di Ibu Kota Baru
  • Masjid Negara IKN Gelar Salat Idul Fitri Perdana 2026: Ribuan Jemaah Rayakan Kemenangan di Ibu Kota Baru
  • Masjid Negara IKN Gelar Salat Idul Fitri Perdana 2026: Ribuan Jemaah Rayakan Kemenangan di Ibu Kota Baru
  • Masjid Negara IKN Gelar Salat Idul Fitri Perdana 2026: Ribuan Jemaah Rayakan Kemenangan di Ibu Kota Baru
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad