![]() |
| Ilustrasi AI |
Pontianak – Menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul
Fitri 2026, PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga kembali
memberikan jaminan kepada masyarakat Kalimantan Barat (Kalbar) bahwa
ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) tetap
aman dan tercukupi. Pernyataan ini disampaikan dalam rangka pelaksanaan Satuan
Tugas (Satgas) Ramadan dan Idul Fitri (Rafi) 2026, yang bertujuan
mengantisipasi lonjakan permintaan energi selama periode mudik dan perayaan
Lebaran.
Edi Mangun, Area Manager Communication, Relations & CSR
Regional Kalimantan, menekankan pentingnya informasi yang akurat dan positif
kepada masyarakat. “Kami berharap rekan-rekan media dapat membantu memberitakan
hal-hal positif terkait operasional Pertamina. Hal ini penting karena akan
berdampak langsung kepada konsumen dan dapat menghindari terjadinya panic
buying,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa dukungan media sangat dibutuhkan
untuk menyampaikan bahwa stok energi tercukupi, sehingga masyarakat tidak perlu
khawatir dan melakukan pembelian berlebihan yang justru bisa mengganggu
kelancaran pengisian di SPBU.
Sementara itu, Widhi Tri Adhi Hidayat, Sales Area Manager
(SAM) Kalimantan Barat, menjelaskan detail persiapan yang telah dilakukan.
“Kami di Sales Area Kalimantan Barat akan menjalankan Satgas Rafi mulai tanggal
9 Maret hingga 1 April 2026. Sejumlah langkah sudah kami lakukan sejak satu
minggu sebelumnya, salah satunya dengan melakukan build up stock di seluruh
SPBU serta pangkalan LPG,” katanya. Langkah build up stock ini dilakukan untuk
menambah cadangan pasokan di titik-titik distribusi utama, sehingga pasokan
tetap terjaga meski terjadi peningkatan konsumsi akibat aktivitas mudik dan
kebutuhan rumah tangga selama Ramadan.
Pertamina memastikan bahwa stok BBM jenis Pertalite,
Pertamax, hingga solar, serta LPG tabung 3 kg subsidi dan non-subsidi, berada
dalam kondisi aman. Pemantauan dilakukan secara ketat terhadap seluruh Stasiun
Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di
wilayah Kalbar. Antisipasi ini selaras dengan arahan nasional dari pemerintah
dan Pertamina pusat, di mana stok energi nasional juga dipastikan aman
menjelang Lebaran, termasuk di tengah dinamika geopolitik global yang berpotensi
memengaruhi harga minyak dunia.
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan panic buying atau
menimbun BBM dan LPG. Pembelian berlebihan justru dapat menyebabkan antrean
panjang di SPBU dan mengganggu distribusi normal. “Dengan stok yang aman dan
distribusi yang lancar, proses pengisian di SPBU akan lebih nyaman bagi semua
pihak,” tambah Edi Mangun. Pertamina juga terus mendorong penggunaan BBM dan
LPG secara bijak, serta melaporkan jika ada indikasi penyalahgunaan atau
kelangkaan di lapangan.
Persiapan Satgas Rafi 2026 ini bukan yang pertama kali
dilakukan. Setiap tahun, Pertamina membentuk tim khusus untuk memantau dan
mengendalikan pasokan energi selama periode Ramadan dan Idul Fitri, termasuk
koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pemangku kepentingan
lainnya. Di Kalbar, wilayah yang luas dan memiliki tantangan logistik karena
kondisi geografis, build up stock menjadi strategi utama untuk memastikan
pasokan mencapai daerah pelosok dan hulu sungai.
Jaminan ini datang di saat yang tepat, mengingat Ramadan
2026 telah dimulai dan arus mudik mulai meningkat. Di berbagai daerah lain di
Indonesia, termasuk Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, Pertamina juga memberikan
pernyataan serupa bahwa stok aman dan distribusi lancar. Secara nasional,
pemerintah melalui Kementerian ESDM dan BPH Migas turut menjamin tidak ada
kenaikan harga BBM subsidi hingga Lebaran, serta stok pangan dan energi tetap
terjaga.
Bagi masyarakat Kalbar, pesan utama dari Pertamina adalah
tetap tenang dan bijak dalam mengonsumsi energi. Dengan persiapan yang matang
dan koordinasi yang baik, diharapkan periode Ramadan dan Lebaran 2026 berjalan
lancar tanpa kendala pasokan. Pertamina berkomitmen terus memantau situasi
secara real-time dan siap merespons jika ada peningkatan permintaan mendadak.







