![]() |
Kubu Raya, Kalimantan Barat – Ketegangan sempat
terjadi di salah satu SPBU di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat (20
Maret 2026). Antrean panjang pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite
di SPBU Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, memicu rebutan antar warga hingga
beberapa orang dilaporkan membawa senjata tajam (sajam). Situasi yang
berpotensi ricuh itu cepat ditangani polisi, sehingga kondisi kembali kondusif
tanpa adanya korban luka.
Kejadian bermula dari antrean kendaraan yang mengular sejak
pagi hari. Banyak warga berusaha masuk ke area SPBU untuk mengisi Pertalite,
yang menyebabkan saling berebut dan emosi memuncak sesaat. Beberapa saksi dan
laporan menyebut adanya warga yang membawa sajam selama ketegangan tersebut,
meski tidak ada penggunaan senjata atau bentrokan fisik yang berujung korban.
Polisi dari Polsek Sungai Kakap langsung merespons dengan
cepat. Personel tiba di lokasi dan melakukan pengamanan serta pengaturan
antrean agar distribusi BBM berjalan lancar. Kanit Reskrim Polsek Sungai Kakap,
Adrianus Ari, sudah standby sejak pukul 06.00 WIB untuk mengendalikan situasi.
Berkat intervensi tersebut, ketegangan reda dengan cepat.
Kapolsek Sungai Kakap, Dolas Zimmi Saputra Nainggolan,
melalui keterangan Adrianus Ari, menegaskan bahwa kondisi kini sudah aman dan
kondusif. “Bahwa kondisi saat ini sudah aman dan kondusif. Semua sudah tenang.
Hanya emosi sesaat sesama warga yang mengantre,” ujar Adrianus. Ia menjelaskan
pemicu utama adalah rebutan masuk ke SPBU, bukan kelangkaan stok BBM itu
sendiri.
Adrianus juga mengimbau masyarakat untuk tetap tertib saat
mengantre dan tidak terpancing emosi. Polisi akan terus mengantisipasi potensi
kejadian serupa di tengah lonjakan permintaan BBM menjelang puncak mudik
Lebaran 1447 H. Pengawasan diperketat untuk menjaga ketertiban dan memastikan
proses pengisian berjalan aman bagi semua pihak.
Insiden ini terjadi di tengah fenomena antrean panjang BBM
yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Barat, termasuk Kubu Raya,
Pontianak, dan sekitarnya. Seperti yang telah disampaikan sebelumnya oleh
Gubernur Kalbar Ria Norsan dan Pertamina, stok BBM secara keseluruhan aman dan
cukup. Lonjakan antrean lebih banyak dipicu oleh panic buying atau kepanikan
masyarakat yang membeli secara bersamaan, terutama menjelang hari raya.
Di Kubu Raya sendiri, antrean panjang kerap terpantau di
jalur strategis seperti Sungai Kakap, yang menjadi lintasan mobilitas tinggi.
Beberapa hari sebelumnya, Polres Kubu Raya juga telah memperketat pengawasan di
seluruh SPBU untuk mencegah penimbunan, termasuk pemeriksaan kendaraan
modifikasi atau “tangki siluman” yang mencoba menyalahgunakan subsidi BBM.
Pihak kepolisian menekankan bahwa penimbunan atau perilaku
yang mengganggu distribusi BBM dapat dikenai sanksi tegas sesuai undang-undang.
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembelian berlebihan dan mempercayai
informasi resmi bahwa pasokan tetap tersedia.
Peristiwa di SPBU Sungai Rengas menjadi pengingat betapa
rentannya situasi antrean panjang terhadap potensi konflik kecil yang bisa
membesar jika tidak ditangani cepat. Respons sigap polisi patut diapresiasi
karena berhasil mencegah eskalasi lebih lanjut. Kini, warga Kubu Raya dan
sekitarnya diharapkan bisa mengisi BBM dengan tenang, tanpa khawatir kelangkaan
atau gangguan keamanan.
Pemprov Kalbar, Pertamina, dan aparat keamanan terus
berkoordinasi untuk menjaga kestabilan distribusi BBM selama periode Ramadan
dan Idul Fitri. Target penguraian antrean dalam waktu singkat seperti yang
disampaikan gubernur sebelumnya masih menjadi fokus utama. Masyarakat diminta
tetap bijak: isi sesuai kebutuhan, antre secara tertib, dan hindari panic
buying.
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan lanjutan
mengenai penahanan atau tindakan hukum terhadap warga yang membawa sajam.
Polisi lebih memprioritaskan pengendalian situasi dan pencegahan agar antrean
tetap aman. Warga Kubu Raya diimbau memantau informasi dari sumber resmi agar
tidak termakan rumor yang bisa memperburuk kepanikan.
Situasi seperti ini sebenarnya bisa dicegah jika masyarakat
saling mengerti dan mengikuti arahan pengaturan antrean. Dengan stok yang
dinyatakan aman, harapan besar adalah antrean segera normal kembali, sehingga
mobilitas jelang mudik berjalan lancar tanpa insiden berulang.







