![]() |
| Ilustrasi AI |
Penajam Paser Utara – Pengusaha senior dan Utusan
Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, akhirnya
melakukan kunjungan kerja langsung ke Ibu Kota Nusantara (IKN). Kunjungan ini
menjadi momen penting karena Hashim memberikan penilaian positif terhadap
kemajuan pembangunan megaproyek nasional tersebut, yang selama ini sering
menjadi sorotan publik terkait kecepatan dan kualitas realisasinya.
Dalam kunjungan yang berlangsung pada Senin, 16 Maret 2026,
Hashim didampingi oleh putranya, Aryo Djojohadikusumo, serta Menteri Pekerjaan
Umum dan Perumahan Rakyat sekaligus Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN),
Basuki Hadimuljono. Agenda utama kunjungan adalah mengamati langsung
perkembangan infrastruktur, perumahan, perkantoran, dan fasilitas pendukung
lainnya di kawasan inti IKN. Kunjungan ini juga menjadi kesempatan untuk
membahas visi jangka panjang IKN sebagai ibu kota masa depan Indonesia.
Setelah melihat kondisi lapangan, Hashim menyampaikan
apresiasi tinggi terhadap progres yang dicapai. Ia menilai bahwa dalam waktu
relatif singkat, IKN sudah menunjukkan kemajuan signifikan. “Dalam waktu
relatif singkat, Ibu Kota Nusantara sudah semakin maju. Infrastruktur,
perumahan, perkantoran dan sebagainya semakin nyata,” kata Hashim, seperti
dikutip dari unggahan resmi Instagram Otorita IKN @otorita_ikn pada Senin
(16/3/2026).
Pernyataan ini mencerminkan optimisme Hashim terhadap proyek
yang dimulai sejak era Presiden Joko Widodo dan terus digenjot di pemerintahan
Presiden Prabowo Subianto. Ia menambahkan, “Saya kira ini adalah suatu pertanda
yang bagus untuk masa depan Ibu Kota Nasional, Ibu Kota Nusantara.” Menurutnya,
keberhasilan pembangunan IKN bukan sekadar soal pembangunan fisik, melainkan
sinyal kuat bahwa Indonesia mampu mewujudkan ibu kota baru yang modern,
berkelanjutan, dan inklusif.
Kunjungan Hashim ini bukan yang pertama kali ia terlibat
dengan isu IKN. Sebagai adik dari Presiden Prabowo Subianto dan pengusaha
dengan latar belakang kuat di sektor energi serta sumber daya alam, Hashim
telah lama dikenal mendukung berbagai inisiatif nasional. Baru-baru ini, ia
juga aktif sebagai Ketua Satgas Perumahan, di mana ia sering membahas program
prioritas seperti pembangunan 3 juta rumah dan penanganan kawasan kumuh.
Keterlibatannya di IKN sejalan dengan peranannya dalam mendukung transisi energi
dan pembangunan berkelanjutan, termasuk rencana masa lalu untuk membangun
sanctuary orangutan di kawasan sekitar IKN.
Ditemani Basuki Hadimuljono, yang memimpin langsung OIKN,
kunjungan ini kemungkinan besar juga membahas koordinasi antara pemerintah
pusat, otorita khusus, dan sektor swasta dalam mempercepat tahap-tahap
pembangunan. Basuki sendiri dikenal sebagai figur teknokrat yang fokus pada
eksekusi infrastruktur, sehingga kehadirannya memberikan konteks bahwa diskusi
berlangsung pada level strategis dan operasional.
Penilaian positif dari Hashim datang di saat publik masih
sering mendengar kritik terkait kemajuan IKN, seperti keterlambatan beberapa
paket proyek atau tantangan pendanaan. Namun, pernyataannya menekankan aspek
“semakin nyata” dalam waktu singkat, yang bisa menjadi dorongan moral bagi
pekerja, kontraktor, dan ASN yang tengah mempersiapkan pemindahan tahap awal ke
IKN. Infrastruktur dasar seperti jalan tol fungsional, bendungan, dan kawasan
perkantoran inti memang telah menunjukkan progres nyata, sebagaimana terlihat
dalam berbagai laporan OIKN sebelumnya.
Bagi masyarakat Kalimantan Timur, khususnya di Penajam Paser
Utara, kunjungan tokoh seperti Hashim menjadi sinyal bahwa IKN terus mendapat
dukungan dari kalangan atas pemerintahan dan bisnis. Hal ini diharapkan bisa
mendorong lebih banyak investasi swasta masuk, sekaligus mempercepat
pemberdayaan masyarakat lokal melalui program-program pendampingan.
Kunjungan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintahan
Prabowo untuk terus memantau langsung megaproyek nasional. Dengan latar
belakang Hashim sebagai pengusaha visioner yang pernah terlibat dalam berbagai
proyek strategis, pandangannya terhadap IKN diyakini memiliki bobot tersendiri.
Ia melihat IKN bukan hanya sebagai relokasi ibu kota, melainkan transformasi
besar bagi Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.
Di tengah percepatan pembangunan IKN menuju target
operasional penuh, pernyataan optimis dari Hashim Djojohadikusumo menjadi angin
segar. “Pertanda yang bagus” yang ia sebutkan menggarisbawahi bahwa meski
tantangan masih ada, arah pembangunan IKN telah menunjukkan kemajuan yang nyata
dan berkelanjutan. Kunjungan ini diharapkan menjadi katalisator lebih lanjut
bagi kolaborasi semua pihak, agar Ibu Kota Nusantara benar-benar menjadi
kebanggaan bangsa.







