![]() |
| Ilustrasi AI |
Palangka Raya – Di tengah bulan Ramadan yang penuh
berkah, Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran turun langsung ke
pedalaman untuk menyalurkan berbagai bantuan sosial dan membuka pasar murah
bagi warga Kabupaten Seruyan. Kegiatan ini berlangsung di halaman Stadion
Olahraga Kecamatan Hanau pada Senin, 16 Maret 2026, sebagai bentuk komitmen
pemerintah provinsi meringankan beban ekonomi masyarakat menjelang Idul Fitri
1447 H/2026 M.
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi,
termasuk Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng Leonard S. Ampung, Bupati Seruyan
Ahmad Selanorwanda, Wakil Bupati Supian, Pangdam XII/Tanjungpura Zainul Arifin,
Kapolda Kalteng Iwan Kurniawan, serta unsur Forkopimda provinsi dan kabupaten,
camat Hanau, tokoh masyarakat, agama, dan adat setempat. Kehadiran para
pimpinan ini menunjukkan dukungan lintas sektor terhadap upaya stabilisasi
ekonomi daerah di masa puasa dan Lebaran.
Gubernur Agustiar Sabran menyalurkan beberapa jenis bantuan
secara simbolis. Yang paling menonjol adalah program Kartu Huma Betang
Sejahtera (KHBS), di mana 200 keluarga penerima manfaat di Kecamatan Hanau
menerima uang tunai Rp250.000 per keluarga. Kartu ini merupakan inisiatif
Pemprov Kalteng yang diluncurkan Februari 2026 untuk membantu keluarga miskin
dalam kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan pangan secara terintegrasi. Gubernur
menekankan pentingnya verifikasi data agar bantuan tepat sasaran. “Tolong Bupati,
data ini diperbaiki kalau kurang update. Kalau ada penerima Kartu Huma Betang
ini yang salah sasaran, apalagi yang kaya dapat kartu, nanti dievaluasi lagi.
Setiap tiga bulan sekali, Pak Gubernur akan mengevaluasi semuanya. Yang belum
dapat, yang bujur-bujur orang miskin, akan kita berikan haknya seperlunya,”
ujar Agustiar Sabran dalam sambutannya.
Selain itu, disalurkan Bantuan Pangan Presiden RI sebanyak
8.062 paket kepada warga Seruyan. Program ini menjadi bagian dari kebijakan
nasional untuk menjaga ketahanan pangan di daerah. Tak berhenti di situ,
Gubernur juga membuka Gerakan Pasar Murah dengan 2.000 paket sembako. Awalnya
direncanakan dijual subsidi Rp10.000 per paket (harga asli Rp147.500), namun
atas inisiatif Gubernur, seluruh paket digratiskan demi suasana Ramadan yang
penuh berkah. Keputusan ini disambut tepuk tangan meriah dari ribuan warga yang
hadir.
Sekretaris Daerah Leonard S. Ampung menjelaskan tujuan utama
kegiatan. “Kenapa ini diselenggarakan? Yang pertama untuk menjaga stabilitas
harga di pasaran supaya jangan sekehendaknya saja menaikkan harga. Kemudian
juga untuk meringankan beban ekonomi dari bapak-ibu sekalian. Serta tentu untuk
mengurangi laju inflasi,” katanya. Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda turut
mengapresiasi langkah provinsi. “Kegiatan pasar murah ini menjadi langkah yang
patut kita sukseskan bersama agar seluruh masyarakat dapat merayakan Idul Fitri
tanpa perlu khawatir tidak dapat memenuhi kebutuhan pokoknya. Selain itu,
sebagai langkah pengendalian inflasi daerah,” tambahnya.
Acara ini juga menyertakan layanan pemeriksaan kesehatan
gratis serta penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) dengan total ratusan juta
rupiah kepada pegawai dan masyarakat terkait. Gubernur Agustiar Sabran, yang
mengenang masa kecilnya di kawasan pedalaman Pembuang Hulu Seruyan, menunjukkan
kedekatan emosional dengan warga setempat. Ia berharap pembangunan
infrastruktur seperti stadion olahraga di Seruyan bisa mendorong pertumbuhan
ekonomi lokal melalui berbagai kegiatan masyarakat.
Kegiatan di Seruyan ini sejalan dengan upaya masif Pemprov
Kalteng sepanjang Ramadan 2026. Sebelumnya, pasar murah dan gerakan pangan
murah digelar di berbagai kabupaten, termasuk Kotawaringin Timur, Kotawaringin
Barat, dan Palangka Raya, dengan ribuan paket sembako murah atau gratis.
Pendekatan ini bertujuan mengendalikan inflasi pangan yang biasanya melonjak
menjelang Lebaran, sekaligus memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di
tengah kenaikan harga kebutuhan pokok.
Bagi warga Kecamatan Hanau dan sekitarnya, acara ini menjadi
angin segar. Ribuan keluarga mendapat bantuan langsung berupa uang tunai, paket
pangan, dan sembako gratis, yang membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga
selama puasa. Keputusan menggratiskan paket sembako mendapat pujian karena
menunjukkan empati tinggi dari pemimpin daerah terhadap kondisi ekonomi
masyarakat.
Ke depan, Pemprov Kalteng berkomitmen terus memperbarui data
penerima bansos secara berkala agar tidak ada yang tertinggal atau salah
sasaran. Evaluasi triwulanan oleh gubernur diharapkan memastikan program
seperti KHBS dan bantuan pangan Presiden benar-benar menjangkau keluarga
miskin. Di saat banyak daerah lain bergulat dengan lonjakan harga sembako,
inisiatif seperti ini di Seruyan menjadi contoh nyata bagaimana pemerintah
hadir langsung di tengah masyarakat.
Dengan semangat berbagi berkah Ramadan, kunjungan Gubernur
Agustiar Sabran ke Seruyan bukan hanya soal bantuan materi, melainkan juga
penguatan ikatan antara pemerintah dan rakyat. Program ini diharapkan menjadi
model bagi kabupaten lain di Kalteng, sehingga seluruh warga bisa menyambut
Idul Fitri dengan hati tenang dan perut kenyang.







