Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Antrean Panjang di SPBU Kalbar: Pertamina Pastikan Stok BBM Aman Jelang Lebaran 2026

 

Ilustrasi AI

Pontianak – Antrean kendaraan yang memanjang hingga ratusan meter kembali menjadi pemandangan umum di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Provinsi Kalimantan Barat sejak akhir pekan lalu. Fenomena ini terutama terlihat di wilayah Pontianak, Kubu Raya, Sintang, dan sekitar jalur lintas menuju Kalimantan Tengah. Meski antrean terlihat mengkhawatirkan, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menegaskan bahwa stok BBM dan LPG subsidi tetap dalam kondisi aman serta distribusi berjalan lancar menjelang puncak mudik Lebaran 1447 H/2026 M.

Kepala Komunikasi, Hubungan Masyarakat & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Arya Yusa Dwicandra, langsung turun ke lapangan untuk memantau situasi. Dalam keterangannya pada Senin malam, 19 Maret 2026, Arya menjelaskan bahwa peningkatan antrean lebih dipicu oleh faktor psikologis masyarakat daripada kekurangan pasokan. “Kami sudah cek langsung di beberapa SPBU yang ramai. Stok Pertalite, Pertamax Series, Dexlite, dan Solar di seluruh wilayah Kalbar berada di atas rata-rata konsumsi harian normal. Bahkan ada SPBU yang stoknya masih di atas 70 persen dari kapasitas tangki,” ujar Arya.

Data internal Pertamina menunjukkan lonjakan konsumsi BBM selama Ramadan 2026 mencapai 15–22 persen dibandingkan hari biasa, dengan puncak tertinggi pada Pertalite dan Solar. Untuk mengantisipasi hal ini, Pertamina telah menambah pasokan harian hingga 12–18 persen di titik-titik rawan seperti Pontianak, Mempawah, Singkawang, dan Sanggau. Armada mobil tangki dan kapal tanker dijalankan nonstop, dengan tambahan shift malam untuk memastikan replenishment tidak tertunda meski musim hujan masih intens.

Beberapa SPBU yang paling ramai meliputi:

  • SPBU di Jalan Ahmad Yani Km 5 dan Km 10, Pontianak Selatan
  • SPBU di Jalan Parit Baru dan sekitar Kubu Raya
  • SPBU di jalur lintas Sintang–Melawi
  • SPBU di kawasan perbatasan Kalbar–Kalteng seperti di Nanga Pinoh

Warga yang mengantre mengaku melakukan pengisian lebih awal karena trauma pengalaman tahun sebelumnya, di mana beberapa SPBU sempat kehabisan stok Pertalite di hari-H mudik. “Dari subuh sudah antre, takutnya nanti pas mau mudik ke Jawa atau ke pedalaman malah kosong. Lebih baik isi sekarang, meski harus nunggu lama,” kata seorang pengemudi ojek online, Andi, yang mengantre hampir 90 menit di salah satu SPBU di Pontianak.

Pertamina menegaskan tidak ada kendala distribusi signifikan. Pasokan utama bersumber dari Kilang Balikpapan, depo Pontianak, dan depo Sintang, dengan jalur laut melalui Pelabuhan Pontianak dan jalur darat melalui truk tangki yang tetap aman meski hujan deras. Untuk LPG 3 kg subsidi, stok juga dalam kondisi aman dengan penambahan kuota selama Ramadan hingga 10 persen lebih tinggi dari normal. “Kami sudah aktifkan Satgas Ramadan dan Idul Fitri sejak awal Maret. Ada tim monitoring 24 jam, penambahan armada, dan relawan di SPBU besar untuk mengatur antrean,” tambah Arya.

Untuk mengurai kemacetan, Pertamina memberikan sejumlah imbauan kepada masyarakat:

  • Hindari panic buying; isi BBM sesuai kebutuhan harian saja.
  • Manfaatkan aplikasi MyPertamina untuk cek stok real time di SPBU terdekat.
  • Pilih waktu pengisian di luar jam sibuk (pagi sebelum jam 7 atau malam setelah jam 20.00).
  • Jika antrean terlalu panjang, coba pindah ke SPBU lain yang lebih sepi.
  • Bagi pemudik, isi penuh sebelum memasuki daerah terpencil atau jalur lintas provinsi.

Di beberapa SPBU besar, petugas telah menambah nozzle dan membuka semua jalur pengisian untuk mempercepat pelayanan. Koordinasi dengan kepolisian dan Dishub setempat juga diperkuat agar antrean tidak mengganggu arus lalu lintas utama. Beberapa SPBU bahkan menyediakan petugas lalu lintas internal untuk mengatur kendaraan agar tidak menumpuk di badan jalan.

Fenomena antrean panjang ini memang kerap terjadi menjelang Lebaran di Kalbar, terutama karena provinsi ini menjadi jalur transit mudik dari Kalimantan Utara dan Kalimantan Tengah menuju Jawa melalui Pelabuhan Pontianak atau jalur darat. Tahun lalu, antrean serupa berhasil diatasi dalam waktu 3–4 hari setelah penambahan pasokan dan sosialisasi. Dengan pengalaman tersebut, tim Satgas tahun ini lebih siaga dan proaktif.

Pertamina berkomitmen menjaga kestabilan pasokan hingga masa arus balik pasca-Lebaran. Masyarakat diimbau tidak panik dan mengikuti informasi resmi melalui kanal Pertamina atau call center 135. Dengan pasokan yang aman dan distribusi lancar, diharapkan antrean bisa segera mereda, sehingga warga Kalbar bisa menikmati sisa Ramadan dan persiapan mudik dengan lebih tenang.

Bagi pemudik yang akan melintas Kalbar, disarankan memeriksa rute dan stok BBM melalui aplikasi MyPertamina serta mengisi penuh di SPBU kota besar sebelum memasuki daerah pedalaman. Dengan langkah antisipasi yang telah dilakukan, Pertamina yakin tidak akan ada kekosongan stok di seluruh wilayah Kalimantan Barat selama periode Lebaran 2026.

 

Also Read
Tag:
Latest News
  • Antrean Panjang di SPBU Kalbar: Pertamina Pastikan Stok BBM Aman Jelang Lebaran 2026
  • Antrean Panjang di SPBU Kalbar: Pertamina Pastikan Stok BBM Aman Jelang Lebaran 2026
  • Antrean Panjang di SPBU Kalbar: Pertamina Pastikan Stok BBM Aman Jelang Lebaran 2026
  • Antrean Panjang di SPBU Kalbar: Pertamina Pastikan Stok BBM Aman Jelang Lebaran 2026
  • Antrean Panjang di SPBU Kalbar: Pertamina Pastikan Stok BBM Aman Jelang Lebaran 2026
  • Antrean Panjang di SPBU Kalbar: Pertamina Pastikan Stok BBM Aman Jelang Lebaran 2026
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad