![]() |
| Ilustrasi AI |
IKN – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) kembali
menunjukkan komitmen kuatnya dalam mewujudkan visi pembangunan kota hijau dan
berkelanjutan. Pada awal Februari 2026, OIKN resmi memperluas kerja sama
strategis dengan konsorsium akademik internasional dari Belanda, yaitu
Leiden-Delft-Erasmus (LDE) Universities, bersama dengan Universitas Mulawarman
Samarinda, dalam upaya mengembangkan riset dan pendidikan yang berorientasi
pada pembangunan kota masa depan di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari nota
kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang sebelumnya telah
disepakati antara pihak OIKN dan konsorsium LDE dalam bidang riset pembangunan
perkotaan berkelanjutan dan landscape-based management. Kolaborasi ini
diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas ilmiah, tetapi juga memperluas
peluang bagi generasi muda Indonesia untuk mengambil peran dalam pembangunan
kota baru yang menjadi simbol masa depan bangsa.
Riset Berkelanjutan Menjadi Fokus Kolaborasi
Menurut Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam
OIKN, Myrna Anawati Safitri, kerja sama ini diharapkan menjadi katalis
bagi pengembangan kapasitas riset dan pendidikan di sektor pembangunan
berkelanjutan. Kelanjutan MoU tersebut telah diwujudkan melalui kegiatan ruang
pembelajaran langsung yang digelar di Auditorium Kantor Balai Kota OIKN, KIPP
Nusantara, beberapa hari lalu. Kegiatan ini menjadi ajang pembelajaran
sekaligus dialog antara pihak akademik internasional, OIKN, dan generasi muda
dari berbagai disiplin ilmu.
Forum diskusi tersebut tidak hanya membahas teori
pembangunan berkelanjutan, tetapi juga memberikan ruang bagi para peserta,
terutama mahasiswa program pascasarjana (Master Students), untuk mulai
menyusun dan mengembangkan riset terkait IKN. Ini merupakan langkah awal agar
riset tentang kota baru Indonesia ini bisa dijadikan sebagai studi kasus nyata
yang membawa dampak besar secara akademis dan praktis.
Nusantara sebagai “Laboratorium Hidup”
Salah satu tokoh yang mewakili konsorsium LDE, Prof. Dr.
Ing. Steffen Nijhuis, Kepala Riset Department of Urbanism di Delft
University of Technology, menilai bahwa Ibu Kota Nusantara bukan sekadar proyek
infrastruktur, tetapi juga sebuah laboratorium hidup (living
laboratory) yang unik. Dalam konteks ini, IKN menjadi contoh nyata
bagaimana konsep kota modern dapat dipadukan dengan prinsip lanskap ekologis
dan keberlanjutan.
Prof. Steffen menyatakan rasa kagumnya saat melihat langsung
perkembangan pembangunan IKN dan keterlibatan generasi muda dalam perencanaan
serta pengelolaan kota. “Kami senang di sini, karena dipersilakan melihat
perkembangan langsung kota ini, termasuk berdiskusi dengan generasi muda yang
terlibat dalam perencanaan, pembangunan, dan pengelolaan kota. Nusantara itu
seperti laboratorium hidup, tidak hanya untuk Indonesia, melainkan untuk
seluruh dunia,” tutur Steffen dalam sesi diskusi tersebut.
Pendekatan ini sejalan dengan tren global dalam riset urban
dan smart city, di mana kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan
pelaku industri menjadi kunci dalam menciptakan kota yang cerdas, inklusif, dan
berkelanjutan. Dengan menggandeng lembaga akademik internasional, OIKN berharap
ilmu pengetahuan dan teknologi yang modern dapat diadaptasi dalam konteks lokal
agar solusi yang dihasilkan tepat guna dan berdampak luas.
Generasi Muda sebagai Pelopor Perubahan
Salah satu sisi unik dari inisiatif ini adalah keterlibatan
aktif generasi muda, baik dari kalangan perguruan tinggi maupun pegawai OIKN
yang sebagian besar merupakan generasi milenial dan Z. Mereka diberikan ruang
untuk menyampaikan gagasan, berkolaborasi dengan akademisi internasional, serta
memahami konsep perencanaan kota masa depan secara langsung.
Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman, Irawan
Wijaya Kusuma, menyebut forum diskusi tersebut sebagai momentum penting
untuk transfer pengetahuan. Menurutnya, pembangunan IKN bukan sekadar urusan
pembangunan fisik jangka pendek, tetapi merupakan visi panjang yang menuntut
kreativitas, stamina, dan inovasi berkelanjutan. Peran aktif generasi muda,
dalam hal ini mahasiswa dan peneliti muda, menjadi kunci untuk memastikan
kesinambungan pembangunan dan transfer pengetahuan antar generasi.
“Saya melihat bahwa setiap kali berdiskusi dengan Bu Myrna
dan tim OIKN, kami selalu memperoleh informasi baru yang menarik. Di IKN, kita
memiliki tanggung jawab juga untuk memberikan kontribusi. Dalam lima sampai
sepuluh tahun ke depan, tanggung jawab tersebut akan beralih kepada generasi
muda yang akan melanjutkan peran pembangunan,” ujar Irawan dalam kesempatan
tersebut.
Menurutnya, kolaborasi semacam ini bisa memperkuat peran
perguruan tinggi lokal dalam menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang
unggul, adaptif, dan mampu bersaing dalam konteks global. Hal ini juga sejalan
dengan kebijakan nasional yang mendorong penguatan riset berbasis kerjasama,
baik di dalam negeri maupun di kancah internasional.
Kerja sama antara OIKN dan konsorsium Belanda bukan tanpa tantangan. Kolaborasi internasional sering memerlukan penyesuaian budaya akademik, bahasa, serta metode kerja yang berbeda. Namun OIKN optimistis bahwa tantangan ini justru menjadi bagian dari proses pembelajaran yang memperkaya pengalaman semua pihak.
Langkah OIKN ini juga mencerminkan tren global di mana
kolaborasi antarnegara dalam riset dan pendidikan menjadi strategi penting
untuk mempercepat inovasi. Banyak universitas di Indonesia sebelumnya telah
aktif melakukan kerja sama dengan institusi akademik Belanda, seperti seminar,
konferensi, dan proyek riset bersama untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan
teknologi.
Selain itu, forum semacam ini juga membuka peluang kerja
sama dalam bentuk exchange program, kursus kilat, magang, hingga
beasiswa bagi insan OIKN dan mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan studi di
Belanda. Inisiatif tersebut diharapkan dapat memperkuat jaringan global dan
membuka akses ilmu pengetahuan yang lebih luas kepada generasi muda Indonesia.
Menjadikan IKN Sebagai Simbol Kota Masa Depan
Pembangunan Ibu Kota Nusantara memiliki ambisi besar sebagai
kota yang tidak hanya menjadi pusat pemerintahan, tetapi juga simbol perubahan
menuju urbanisasi yang berkelanjutan. Konsep smart forest city, yang
menggabungkan teknologi modern dengan prinsip lingkungan, kini semakin jelas
terlihat dalam langkah-langkah yang diambil pihak OIKN.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana
pembangunan kota masa depan dapat dirancang melalui pendekatan multidisipliner
yang melibatkan pemerintah, akademisi, dan generasi muda. Pendekatan ini tidak
hanya memperkaya proses perencanaan, tetapi juga menjamin bahwa pembangunan IKN
akan tetap relevan dengan tantangan global seperti perubahan iklim, urbanisasi
cepat, serta kebutuhan masyarakat masa depan.
Dengan demikian, kerja sama OIKN dan konsorsium Belanda
bukan sekadar proyek akademik. Ini merupakan gerakan strategis untuk
menempatkan Indonesia, serta Ibu Kota Nusantara, pada peta pembangunan kota
berkelanjutan dunia — di mana generasi muda menjadi pelopor perubahan dan
kekuatan utama dalam menciptakan masa depan yang lebih baik.







