![]() |
| Ilustrasi AI |
IKN, 2 Januari 2026 – Hujan deras yang mengguyur
kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) sejak siang hingga malam tidak mampu
meredam antusiasme puluhan ribu warga yang memadati pusat perayaan Tahun Baru
2026. Ribuan orang, mulai dari warga lokal Penajam Paser Utara, Balikpapan,
Samarinda, hingga pengunjung dari berbagai daerah di Kalimantan Timur dan luar
provinsi, tetap bertahan di bawah payung dan jas hujan untuk menyaksikan momen
pergantian tahun di ibu kota baru yang sedang dibangun.
Perayaan Tahun Baru 2026 di IKN kali ini mengusung tema
besar “2026 Menanam, Hijaukan Bumi”. Kegiatan diawali dengan aksi
simbolis penanaman pohon secara serentak pada pagi hari 1 Januari 2026 di
berbagai titik kawasan inti pemerintahan, termasuk sekitar Istana Negara dan
Istana Garuda. Penanaman pohon ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian
dari komitmen Otorita IKN untuk mewujudkan visi kota hutan berkelanjutan
(forest city) yang ramah lingkungan dan berorientasi pada pelestarian alam.
“Meskipun hujan turun cukup lebat sejak siang hari,
antusiasme masyarakat sangat tinggi. Puluhan ribu warga tetap hadir, tertib,
dan menikmati rangkaian acara,” ujar Alimudin, Deputi Bidang
Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, dalam keterangannya pada Kamis (1/1/2026).
Menurut catatan panitia, arus pengunjung mulai memadati
kawasan inti sejak pagi hari. Banyak yang sengaja datang lebih awal untuk
mengikuti kegiatan penanaman pohon, kemudian beralih ke area publik di sekitar
pelataran Istana Garuda yang telah dihias lampu-lampu warna-warni, instalasi
seni, serta panggung utama untuk pertunjukan musik dan hiburan malam. Meski
cuaca tidak mendukung, ribuan warga tetap berkerumun di pelataran tersebut,
berfoto bersama keluarga, dan menikmati suasana yang penuh semangat.
Salah seorang pengunjung, Marlina Sanda (42), warga
Samarinda, mengaku sengaja menunda perjalanan agar bisa merayakan Tahun Baru di
IKN. “Sebenarnya ingin datang sejak kemarin, tapi baru bisa hari ini. Saya
ingin merasakan langsung suasana Istana Garuda. Meski hujan, saya tetap di sini
sampai malam untuk melihat lampu-lampu yang indah,” ceritanya sambil memegang
payung besar.
Tak hanya warga dewasa, keluarga dengan anak kecil pun
terlihat antusias. Banyak orang tua yang membawa anak-anak mereka untuk
mengenalkan IKN sebagai simbol masa depan Indonesia. Beberapa anak tampak
senang berlari-lari kecil di bawah hujan ringan sambil membawa bendera merah
putih mini, menciptakan suasana hangat di tengah cuaca yang sejuk.
Keamanan dan Ketertiban Tetap Terjaga
Meskipun jumlah pengunjung sangat besar dan cuaca ekstrem,
perayaan berlangsung aman dan kondusif. Aparat kepolisian bersama TNI, Satpol
PP, dan petugas keamanan Otorita IKN dikerahkan di berbagai titik strategis.
Pos pengamanan didirikan di pintu masuk kawasan, jalur utama, serta sekitar
area publik. Pengunjung juga diminta mematuhi protokol keamanan, termasuk tidak
membawa barang berbahaya dan menjaga jarak aman.
Tidak ada laporan kecelakaan atau insiden signifikan selama
perayaan. Petugas medis dan ambulans juga disiagakan di beberapa posko
kesehatan untuk mengantisipasi kemungkinan hipotermia ringan atau keluhan
kesehatan akibat hujan berkepanjangan.
Simbol Harapan di Tengah Guyuran Hujan
Perayaan Tahun Baru 2026 di IKN kali ini memiliki makna yang
lebih dalam. Di tengah hujan yang terus mengguyur, ribuan warga tetap bertahan
menunjukkan bahwa semangat membangun ibu kota baru tidak mudah tergoyahkan oleh
tantangan alam. Hujan yang turun justru menjadi simbol berkah bagi proyek besar
yang sedang digarap, sekaligus pengingat bahwa IKN dibangun di atas tanah
Kalimantan yang subur dan hijau.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono dalam pesan
tahun barunya menyatakan bahwa kehadiran masyarakat dalam jumlah besar ini
menjadi energi positif bagi seluruh tim pembangunan. “Kehadiran warga di tengah
hujan menunjukkan bahwa IKN bukan lagi sekadar proyek pemerintah, melainkan
milik bersama rakyat Indonesia. Kami akan terus bekerja keras agar 2026 menjadi
tahun akselerasi yang lebih nyata,” katanya.
Dengan tagline “Menanam, Hijaukan Bumi”, perayaan ini juga
menjadi pengingat bahwa pembangunan IKN harus tetap sejalan dengan prinsip
keberlanjutan. Penanaman pohon massal di hari pertama tahun baru menjadi
langkah awal konkret untuk menjaga ekosistem hutan Kalimantan, sekaligus
mengurangi dampak lingkungan dari pembangunan infrastruktur skala besar.
Momentum Menuju Pemindahan ASN
Perayaan ini juga menjadi momentum penting menjelang
pemindahan tahap pertama Aparatur Sipil Negara (ASN) ke IKN yang direncanakan
mulai pertengahan 2026. Kehadiran puluhan ribu warga secara sukarela menandakan
penerimaan masyarakat terhadap ibu kota baru yang selama ini masih dalam tahap
pembangunan masif.
Di tengah guyuran hujan yang tak henti-hentinya, semangat
kebersamaan dan optimisme tetap menyala. Tahun 2026 dibuka dengan harapan besar
bahwa IKN akan menjadi simbol baru Indonesia: ibu kota yang modern, inklusif,
hijau, dan benar-benar milik seluruh rakyat.







