![]() |
| Ilustrasi AI |
Kalimantan Timur, 1 Januari 2026 – Pemerintah
Sarawak, Malaysia, menunjukkan keseriusan tinggi untuk segera membuka rute
penerbangan langsung ke Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Inisiatif ini
diharapkan menjadi terobosan besar dalam memperkuat konektivitas antarwilayah
di Pulau Borneo sekaligus mempererat hubungan bilateral antara Sarawak dan
Indonesia, khususnya Kalimantan Timur yang kini menjadi salah satu pusat
perhatian nasional karena keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri
Pengangkutan Sarawak, Dato Sri Lee Kim Shin, saat melakukan kunjungan
kerja resmi ke Kantor Gubernur Kalimantan Timur di Samarinda pada Selasa, 9
Desember 2025. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Lee Kim Shin
menjelaskan bahwa maskapai baru milik pemerintah Sarawak bernama Air Borneo
sedang dalam tahap akhir persiapan operasional dan akan segera meluncurkan
sejumlah rute baru di kawasan Kalimantan.
“Kita sangat berharap bisa membuka penerbangan langsung dari
Sarawak ke Kaltim dalam waktu dekat. Ini akan sangat bermanfaat bagi kedua
wilayah,” ujar Lee Kim Shin seperti dikutip dari berbagai sumber resmi
pemerintah dan media setempat.
Kunjungan tersebut diterima oleh Sekretaris Daerah Provinsi
Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, yang mewakili Gubernur Kaltim Rudy
Mas’ud. Sri Wahyuni menyambut baik inisiatif Sarawak dan menegaskan bahwa
hubungan kedua wilayah sudah terjalin erat sejak puluhan tahun lalu, baik
melalui perdagangan, budaya, maupun interaksi masyarakat perbatasan.
“Kaltim bukan wilayah asing bagi Sarawak. Hubungan kita
sudah sangat baik, dan kunjungan ini semakin memperkuat silaturahmi serta kerja
sama yang sudah ada,” kata Sri Wahyuni.
Ia juga menjelaskan bahwa kewenangan pemberian izin rute
penerbangan internasional berada di tangan pemerintah pusat melalui Kementerian
Perhubungan Republik Indonesia. Namun, Pemerintah Provinsi Kaltim
menyatakan kesiapan penuh untuk memberikan dukungan administratif, fasilitas
bandara, serta koordinasi lintas sektor agar rute langsung ini bisa segera
terealisasi.
“Pemprov Kaltim siap mendukung sepenuhnya jika Sarawak
membuka rute penerbangan langsung ke Kaltim. Kami akan memfasilitasi apa pun
yang dibutuhkan,” tegasnya.
Mengakhiri Era Transit Jakarta yang Mahal dan Memakan Waktu
Saat ini, perjalanan udara antara Sarawak dan Kaltim masih
harus melalui transit di Jakarta atau kota-kota besar lainnya di Indonesia. Hal
ini menyebabkan durasi perjalanan menjadi lebih panjang, biaya tiket lebih
mahal, serta waktu tempuh yang tidak efisien bagi penumpang.
Pembukaan rute langsung Sarawak–Kaltim diharapkan dapat
memangkas waktu tempuh secara signifikan. Misalnya, penerbangan dari Kuching
atau Miri ke Balikpapan atau Samarinda bisa ditempuh hanya dalam waktu sekitar
1–1,5 jam, dibandingkan dengan rute transit yang bisa memakan waktu 4–6 jam
termasuk transit.
Selain memperlancar mobilitas masyarakat, rute baru ini juga
diproyeksikan akan memberikan dampak besar bagi sektor pariwisata. Kepala Dinas
Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, Ririn Sari Dewi, menyatakan bahwa
konektivitas udara menjadi salah satu kunci utama keberhasilan pengembangan
pariwisata berkelanjutan di Kaltim.
“Rute langsung ini akan menjadi pintu masuk baru bagi
wisatawan dari Malaysia, khususnya Sarawak, untuk menikmati destinasi unggulan
Kaltim. Kami bisa mengembangkan paket perjalanan lanjutan ke Kabupaten Berau,
termasuk Kepulauan Derawan yang sudah terkenal di mata wisatawan
internasional,” jelas Ririn.
Destinasi seperti Pulau Derawan, Maratua, Sangalaki, serta
kawasan konservasi penyu di Berau selama ini menjadi magnet utama. Dengan
adanya penerbangan langsung, wisatawan tidak lagi perlu transit panjang dan
bisa langsung menikmati keindahan bawah laut serta ekowisata di wilayah timur
Kalimantan.
Konteks Kerja Sama Regional yang Semakin Erat
Rencana pembukaan rute Sarawak–Kaltim ini bukan langkah
pertama dalam memperkuat konektivitas di Pulau Borneo. Pada September 2025,
Sarawak berhasil memulihkan dan memperluas rute penerbangan langsung ke
Kalimantan Barat melalui maskapai AirAsia dengan rute Kuching–Pontianak yang
kembali beroperasi setelah sempat terhenti beberapa tahun.
Keberhasilan tersebut menjadi modal penting bagi Sarawak
untuk memperluas jaringan ke wilayah lain di Kalimantan, termasuk Kaltim yang
memiliki posisi strategis dengan keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) di
Penajam Paser Utara. IKN yang sedang dibangun masif diharapkan akan menjadi
pusat pemerintahan baru Indonesia pada 2028, sehingga konektivitas udara yang
baik akan sangat mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi lintas batas.
Air Borneo sendiri direncanakan mulai beroperasi secara
komersial pada awal tahun 2026. Maskapai ini akan fokus terlebih dahulu pada
penguatan konektivitas intra-Borneo sebelum ekspansi ke rute-rute lain di Asia
Tenggara. Visi pemerintah Sarawak adalah menjadikan wilayahnya sebagai hub
penerbangan penting di Pulau Borneo, sekaligus memperkuat peran Sarawak dalam
koridor ekonomi regional.
Dukungan dari Berbagai Pihak dan Tantangan yang Masih Ada
Pemerintah Provinsi Kaltim tidak hanya berfokus pada
Sarawak. Saat ini, Pemprov juga sedang menjajaki kerja sama serupa dengan
Uzbekistan untuk membuka rute penerbangan langsung ke Asia Tengah, sebagai
bagian dari strategi besar mendongkrak sektor pariwisata pasca-pandemi.
Namun, realisasi rute Sarawak–Kaltim tetap menghadapi
beberapa tantangan, terutama terkait proses perizinan bilateral, kapasitas
bandara, serta kesepakatan tarif dan slot penerbangan. Meski demikian,
optimisme tetap tinggi mengingat dukungan politik yang kuat dari kedua belah
pihak serta kebutuhan nyata masyarakat di wilayah perbatasan.
Bagi masyarakat Kalimantan Timur, khususnya di Balikpapan,
Samarinda, dan Berau, rute langsung ini bukan hanya soal kemudahan
transportasi, tetapi juga simbol semakin dekatnya hubungan antarwarga Borneo.
Bagi Sarawak, langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk
memperkuat posisi sebagai pusat ekonomi dan pariwisata di kawasan utara Pulau
Borneo.
Dengan kunjungan Menteri Lee Kim Shin pada akhir 2025, era
konektivitas baru di Pulau Borneo terlihat semakin dekat. Tahun 2026 diyakini
akan menjadi tahun penting bagi terwujudnya mimpi penerbangan langsung
Sarawak–Kaltim yang telah lama dinanti-nantikan.





.webp)

