![]() |
| Ilustrasi AI |
Kalimantan Timur — Dalam upaya memperkuat konsep Ibu
Kota Nusantara (IKN) sebagai sebuah smart city atau kota cerdas, Otorita
IKN mengambil langkah strategis dengan menerapkan sistem pengukuran energi
berbasis digital (smart metering). Langkah ini tidak hanya merupakan
inovasi teknologi semata, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi perilaku
masyarakat di lingkungan IKN dalam pemanfaatan energi secara cerdas, efisien,
dan berkelanjutan.
Transformasi IKN menuju kota yang adaptif, efisien, dan
berwawasan masa depan menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya pembangunan
nasional, termasuk dimensi digitalisasi yang kini semakin relevan di era
teknologi informasi. Penerapan sistem pengukuran energi digital ini menjadi
salah satu tonggak penting memperkuat ekosistem kota cerdas yang lebih luas di
kawasan ibu kota baru Indonesia tersebut.
Smart Metering: Teknologi yang Mengubah Cara Menggunakan Energi
Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Agung
Indrajit, menjelaskan bahwa pengukuran energi berbasis digital merupakan
bagian esensial dalam mewujudkan ekosistem smart city di IKN.
Menurutnya, teknologi ini tidak hanya berfungsi sebagai alat ukur, melainkan
sebagai fondasi perubahan perilaku konsumsi energi di masyarakat IKN.
“Penerapan smart metering bagian dari ekosistem mewujudkan smart
city,” ujar Agung saat berbicara tentang langkah tersebut di Sepaku,
Kabupaten Penajam Paser Utara. Ia menambahkan bahwa orientasi utama dari
teknologi ini adalah pembentukan masyarakat yang lebih cerdas dalam
pemanfaatan energi dan sumber daya, serta bertanggung jawab terhadap
lingkungan.
Secara umum, smart metering merupakan sistem sensor digital
yang mencatat pemakaian listrik dan air secara real-time (waktu nyata).
Ini memungkinkan penghuni atau konsumen bisa melihat seberapa besar konsumsi
energi mereka pada waktu tertentu tanpa bergantung pada metode manual yang
tradisional.
Mendorong Kesadaran dan Perilaku Hemat Energi
Salah satu tujuan utama pengukuran energi digital adalah
mendorong warga IKN menjadi lebih bijak, efisien, dan bertanggung jawab
dalam pemanfaatan energi serta air. Teknologi ini memungkinkan pemantauan
penggunaan yang lebih transparan, sehingga masyarakat dapat membuat keputusan
harian yang lebih tepat terkait konsumsi energi mereka.
Dengan sistem real-time, penghuni rumah susun seperti unit Rusun
Aparatur Sipil Negara (ASN) di IKN dapat memantau penggunaan energi secara
langsung dan akurat. Selain itu, data yang direkam oleh sensor tersebut
diproses untuk menetapkan kategori konsumsi seperti hemat, wajar, dan boros.
Laporan konsumsi tersebut kemudian dikirimkan kepada penghuni melalui kanal
komunikasi seperti WhatsApp atau email setiap bulan — memberikan
kesadaran lebih besar tentang pola penggunaan energi mereka.
Pendekatan ini sejalan dengan gagasan bahwa tingkat
kesadaran individu terhadap penggunaan energi dan air akan secara langsung
memengaruhi perilaku kolektif masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan
sekaligus menekan pemborosan sumber daya. Data real-time ini juga memungkinkan
penghuni membuat penyesuaian dini sebelum tagihan energi membengkak tanpa
sadar.
Implementasi di Hunian ASN dan Bangunan Cerdas Lainnya
Implementasi awal dari sistem smart metering ini telah
dilakukan di seluruh unit rusun yang ditujukan bagi ASN yang bertugas di IKN.
Teknologi tersebut dirancang untuk memberikan laporan yang transparan, valid,
dan mudah dipahami bagi setiap penghuni, sehingga mereka dapat memantau
konsumsi energi mereka tanpa kesulitan.
Lebih jauh lagi, Otorita IKN memiliki rencana untuk
memperluas penggunaan smart metering ini tidak hanya di rusun ASN, tetapi juga
di seluruh gedung bangunan cerdas — termasuk fasilitas publik dan gedung
pemerintahan lainnya yang akan menjadi bagian dari ekosistem IKN. Teknologi
ini dipandang sebagai komponen penting untuk mendorong efisiensi
pemanfaatan energi secara luas di ibu kota baru.
Penerapan sistem ini juga dianggap sebagai langkah proaktif
mendukung target pembangunan kota yang tidak hanya canggih secara teknologi,
tetapi juga berkelanjutan secara lingkungan. Di era perubahan iklim dan
tantangan energi global, strategi pengelolaan energi yang efisien menjadi
keharusan, bukan sekadar pilihan.
Menguatkan Ekosistem Smart City IKN
Konsep smart city di IKN sendiri tidak hanya berhenti
pada pengukuran energi digital. Digitalisasi IKN mencakup seluruh aspek
kehidupan, mulai dari infrastruktur digital modern, sensor-sensor IoT,
hingga pendidikan teknologi dan robotika untuk generasi muda, yang
semuanya memperkuat keterhubungan antara masyarakat dan teknologi.
Dalam perspektif yang lebih luas, Otorita IKN juga fokus
pada percepatan transformasi digital secara komprehensif, untuk
menjadikan IKN bukan hanya sekadar ibukota pemerintahan baru, tetapi juga
kawasan yang unggul dalam inovasi teknologi dan sumber daya manusia berdaya
saing global. Beberapa langkah termasuk penguatan ekosistem pembelajaran
teknologi di sekolah, serta pelibatan generasi muda dalam kompetisi dan pameran
teknologi, yang semuanya menjadi bagian integral dari smart city IKN.
Sistem smart metering ini juga sejalan dengan berbagai upaya
lain dalam pembangunan infrastruktur digital di IKN — termasuk sensor kota yang
terintegrasi, jaringan komunikasi modern, serta SMART Base yang mendukung
layanan publik berbasis data. Semua ini bekerja sinergis untuk menciptakan kota
yang tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga responsif
terhadap kehidupan masyarakat yang dinamis.
Walaupun implementasi teknologi digital seperti smart metering membawa banyak keuntungan, langkah ini sekaligus menuntut dukungan kuat dari masyarakat — terutama dalam hal pemahaman teknologi dan perubahan perilaku. Otorita IKN menilai bahwa teknologi ini tidak akan efektif tanpa partisipasi aktif dari warga sebagai smart citizen yang mengerti dan peduli akan penggunaan energi berkelanjutan.
Selain itu, penguatan literasi digital yang berkelanjutan
juga menjadi fokus penting, agar seluruh lapisan masyarakat IKN dapat mengakses
dan memahami teknologi digital dengan baik. Teknologi memang memberi data,
tetapi manusia yang membuat keputusan cerdas berdasarkan data tersebut —
sebuah prinsip yang harus terus dibangun dalam perjalanan IKN sebagai kota masa
depan.
Pengukuran energi digital menjadi langkah awal menuju
perubahan besar — bukan hanya dalam cara mengukur, tetapi dalam cara berpikir
dan bertindak komunitas di era modern. Seiring waktu, diharapkan penggunaan
teknologi seperti smart metering menjadi hal yang alami, bahkan menjadi bagian
dari budaya baru warga IKN: efisien, sadar energi, dan berdaya guna untuk
masa depan berkelanjutan.





.webp)

