![]() |
| Ilustrasi AI |
Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur — Ibu Kota
Nusantara (IKN) yang kini dibangun di wilayah sebagian Kabupaten Penajam
Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur semakin dilihat
bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi sebagai momentum strategis untuk
peningkatan sumber daya manusia (SDM) masyarakat lokal. Pernyataan tersebut
disampaikan secara tegas oleh Ketua Umum Persekutuan Dayak Kalimantan Timur
(PDKT), Syaharie Jaang, dalam kegiatan Musyawarah Besar (Mubes)
VII PDKT yang digelar di kawasan IKN.
Menurut Syaharie, pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke
IKN merupakan peluang emas bagi masyarakat Dayak dan masyarakat lokal lainnya
untuk mempersiapkan diri menghadapi perubahan besar di berbagai sektor,
terutama dalam bidang pendidikan, keterampilan, dan kontribusi aktif terhadap
pembangunan. “IKN sebagai momentum strategis untuk meningkatkan kualitas SDM
masyarakat Dayak agar dapat berperan aktif dalam pembangunan,” ujar Syaharie
Jaang.
IKN dan Arah Kebijakan Pemberdayaan SDM Lokal
Kehadiran IKN tidak hanya memindahkan pusat pemerintahan,
tetapi juga membuka pintu peluang besar bagi masyarakat setempat untuk turut
ambil bagian dalam proses pembangunan nasional. Peran serta masyarakat lokal,
termasuk suku Dayak, dianggap penting agar mereka tidak hanya menjadi penonton
pertumbuhan, tetapi menjadi aktor utama dalam pembangunan di
wilayahnya sendiri.
Syaharie menekankan bahwa tanpa kesiapan diri melalui
pendidikan dan peningkatan kapasitas individu, masyarakat lokal berisiko
tertinggal di wilayahnya sendiri. “Masyarakat lokal harus menyiapkan diri —
tanpa pendidikan akan terpinggirkan, tanpa kualitas tidak ada apa-apanya di
daerah sendiri,” tambahnya.
Musyawarah Besar PDKT sebagai Wadah Penguatan
Dalam kesempatan tersebut, kegiatan Mubes PDKT ke-VII
menjadi arena penting untuk melakukan konsolidasi sosial dan budaya sekaligus
memperkuat komitmen masyarakat Dayak menghadapi IKN. Forum ini dihadiri juga
oleh sejumlah pejabat daerah termasuk Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno
Aji, yang memberikan dukungan terhadap upaya peningkatan peran masyarakat
adat dalam pembangunan ibu kota baru.
Wakil gubernur menilai bahwa kegiatan ini menjadi ruang
strategis untuk memperkuat kapasitas masyarakat adat sehingga dapat mengambil
peran di berbagai lini pembangunan IKN, baik di sektor formal maupun nonformal.
Sebab, menurutnya suku Dayak adalah bagian tak terpisahkan dari identitas
sosial dan budaya di Kalimantan Timur.
Komitmen Otorita IKN terhadap Pelibatan SDM Lokal
Menteri yang membawahi Otorita IKN, Basuki Hadimuljono,
menyatakan bahwa pembangunan ibu kota baru ini dirancang bersifat inklusif
dan berkeadilan dengan melibatkan sebanyak mungkin masyarakat lokal. Ia
menekankan pentingnya meletakkan masyarakat adat sebagai bagian dari
pembangunan, bukan sekadar sebagai penerima manfaat pasif.
Basuki juga mengungkapkan bahwa sekitar 30 persen pegawai
di Otorita IKN berasal dari putra-putri asli Kalimantan Timur, yang menjadi
bukti nyata komitmen keterlibatan langsung masyarakat lokal dalam struktur
pemerintahan di ibu kota baru. Ini menjadi langkah penting dalam memastikan
partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan dan pengambilan keputusan.
Selain itu, Otorita IKN sedang mengembangkan kawasan pusat
kebudayaan sebagai ruang publik inklusif yang dirancang untuk menjaga
identitas budaya lokal sekaligus memperkuat peran masyarakat adat dalam
kehidupan budaya dan ekonomi ibu kota baru.
Pendidikan dan Pemberdayaan sebagai Prioritas
Peningkatan kualitas SDM menuntut peran aktif dari berbagai
pemangku kepentingan, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta
lembaga pendidikan. Sejak awal, Otorita IKN telah menegaskan pentingnya
pendidikan sebagai fondasi utama memperkuat kapasitas masyarakat. Ini terlihat
dari berbagai program pendidikan, pelatihan vokasi, dan pengembangan
keterampilan yang dilakukan di wilayah sekitar IKN.
Program pendidikan dan pelatihan tersebut mencakup pelatihan
teknis dan nonteknis yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja di
ibu kota baru serta peluang ekonomi baru yang muncul seiring pembangunan.
Tujuannya adalah agar masyarakat lokal tidak hanya memiliki kesempatan kerja,
tetapi juga mampu bersaing secara profesional di era ekonomi baru yang dibentuk
oleh IKN.
Meskipun peluang besar terbuka dengan hadirnya IKN, tantangan nyata tetap ada. Peningkatan kapasitas SDM bukanlah proses instan; dibutuhkan kerja keras, komitmen jangka panjang, dan dukungan multidimensi dari sektor publik dan swasta. Pemerintah daerah, lembaga pendidikan, serta komunitas masyarakat harus bekerja sama secara intensif untuk menyediakan akses pendidikan berkualitas, pelatihan keterampilan, serta kesempatan kerja yang adil dan merata bagi masyarakat lokal.
Tokoh masyarakat dan tokoh adat setempat berharap bahwa
momentum pembangunan IKN ini bisa menjadi titik balik yang nyata untuk
memperbaiki kualitas hidup masyarakat Dayak dan etnis lokal lainnya. Harapan
itu mencakup tidak hanya kesempatan kerja dan ekonomi, tetapi juga
kesejahteraan sosial, pendidikan, dan kemampuan berpartisipasi secara penuh
dalam kehidupan pembangunan.
Peran Komunitas dalam Meningkatkan Kapasitas SDM
Selain intervensi pemerintah dan otorita, komunitas lokal
juga memainkan peran penting dalam peningkatan SDM. Organisasi masyarakat dan
komunitas adat seperti PDKT menjadi platform strategis dalam mengidentifikasi
kebutuhan pelatihan, advokasi peluang kerja, serta pembentukan jejaring sosial
yang mendukung pemberdayaan masyarakat.
Kolaborasi antara masyarakat adat, pemerintah, dan sektor
swasta diyakini dapat mempercepat proses pembentukan SDM berkualitas yang mampu
menyambut era baru pembangunan nasional di IKN. Keberhasilan kolaborasi ini
akan menjadi contoh bagi wilayah lain di Indonesia yang juga menghadapi
tantangan serupa di tengah perubahan besar dalam lanskap pembangunan nasional.
Mengoptimalkan Peran IKN dalam Pemberdayaan
Momentum strategis yang dimaksud oleh Syaharie Jaang tidak
hanya sebatas peluang; ia juga menjadi panggilan untuk bertindak bersama —
pemerintah, komunitas adat, dunia pendidikan, dan masyarakat luas. Upaya
peningkatan kualitas SDM masyarakat Dayak dan masyarakat lokal lainnya
merupakan bagian integral dari visi besar IKN tidak hanya sebagai pusat
pemerintahan, tetapi sebagai pusat pertumbuhan insan unggul bagi generasi
sekarang dan masa depan.







