Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

BI Optimis Proyek IKN Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kaltim di 2026, Industri dan Investasi Jadi Kunci

 

Kalimantan Timur — Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kalimantan Timur (BI Kaltim) menyatakan optimisme kuat bahwa proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur di tahun 2026. Keyakinan ini dilandasi perkembangan berbagai proyek strategis, masuknya investasi besar, serta peran industri pengolahan yang semakin diperkuat di provinsi yang dikenal sebagai lumbung energi nasional ini.

Menurut Kepala BI Kaltim, Budi Widihartanto, ekspansi proyek infrastruktur di IKN — khususnya pembangunan fasilitas legislatif dan yudikatif seperti gedung Dewan Perwakilan Rakyat/Majelis Permusyawaratan Rakyat (DPR/MPR), Mahkamah Agung, dan Mahkamah Konstitusi — tidak hanya mendongkrak aktivitas di ibu kota baru, tetapi juga membawa multiplier effect signifikan bagi perekonomian di wilayah sekitarnya, termasuk di Kalimantan Timur.

“Proyek-proyek di IKN diproyeksikan mampu meningkatkan permintaan terhadap berbagai sektor, terutama konstruksi, jasa, serta industri pengolahan di Kaltim,” kata Budi dalam keterangan pers di Samarinda, Sabtu (24/1/2026).

 

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Sekitar 5 Persen

Bank Indonesia memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi Kaltim pada 2026 akan berada di kisaran sekitar 5 persen, seiring meningkatnya aktivitas ekonomi di sektor infrastruktur dan investasi. Proyeksi ini mencerminkan optimisme bahwa IKN tidak hanya memicu pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat struktur perekonomian daerah secara menyeluruh.

Pertumbuhan sebesar ini juga didukung oleh sejumlah investasi besar yang telah terkumpul di IKN melalui berbagai skema pembiayaan. Sampai saat ini, tercatat investasi swasta murni sebesar Rp66,5 triliun serta skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) mencapai Rp158,73 triliun untuk mendukung pembangunan tahap kedua IKN.

 

Dampak Proyek IKN pada Industri Lokal

Proyek pembangunan di IKN membawa dampak yang mencakup lebih dari sekadar pembangunan jalan atau gedung pemerintahan. Aktivitas konstruksi yang intensif menimbulkan permintaan tenaga kerja dan bahan bangunan, memicu pertumbuhan sektor jasa serta menarik aliran modal ke Kalimantan Timur.

Menurut Budi, dampak positif ini juga memperkuat sektor industri pengolahan, yang diproyeksikan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi Kaltim pada 2026. Salah satu faktor utama adalah peningkatan kapasitas pengolahan migas, termasuk kilang minyak yang direncanakan memiliki kapasitas baru sekitar 50 ribu barel per hari, dengan target operasional pada triwulan III 2026.

Selain itu, perkembangan eksplorasi gas yang dimulai sejak akhir 2025 diperkirakan akan mulai memberikan kontribusi nyata terhadap output industri turunan sepanjang tahun 2026. Ini menciptakan peluang peningkatan produksi, nilai tambah, dan penciptaan lapangan kerja baru bagi masyarakat di wilayah tersebut.

 

Peran Investasi dan KEK dalam Memperluas Basis Ekonomi

Tidak hanya proyek pemerintah, investasi swasta dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) juga menjadi sektor penting yang menopang pertumbuhan ekonomi Kaltim. Masuknya investasi strategis dari berbagai sektor memperkaya basis ekonomi daerah dan membuka peluang baru bagi usaha lokal.

Pengembangan kawasan industri, fasilitas pengolahan, hingga sektor pertanian turut disebutkan dalam proyeksi pertumbuhan. Untuk sektor pertanian, target optimalisasi lahan diperkirakan ditingkatkan hingga 3.000 hektare, seiring dengan program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) dan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan.

Kegiatan investasi ini tidak hanya memperbesar kapasitas produksi lokal tetapi juga membuka peluang ekspor produk olahan yang lebih bernilai tambah — sebuah indikator penting bahwa perekonomian daerah bergerak maju dan lebih beragam.

 

Tantangan Eksternal dan Strategi Mitigasi

Meski optimistis, BI Kaltim tetap menyadari adanya tantangan eksternal yang perlu diantisipasi. Salah satunya adalah tekanan dari kondisi global, seperti dinamika permintaan komoditas utama Indonesia — terutama batu bara. Permintaan global terhadap batu bara, termasuk dari salah satu mitra dagang besar seperti Tiongkok, diperkirakan turun sekitar 1,49 persen (year-on-year) akibat percepatan transisi menuju energi terbarukan.

Kondisi ekonomi global yang melambat dan penyesuaian anggaran pembangunan di sektor tertentu juga disebut sebagai faktor yang perlu diperhatikan oleh para pelaku ekonomi dan pemerintah daerah. Budi menekankan bahwa melalui strategi yang tepat — termasuk penguatan hilirisasi industri, pengembangan pariwisata, dan ekonomi kreatif — Kaltim dapat mengatasi tantangan tersebut sambil mempertahankan momentum pertumbuhan yang stabil.

 

Kolaborasi dan Sinergi Antarlembaga

Optimisme Bank Indonesia tidak berdiri sendiri. Kerja sama antara BI Kaltim dengan Pemerintah Provinsi Kaltim, Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), serta dunia usaha menjadi faktor penting dalam menyukseskan transformasi ekonomi daerah. Kolaborasi ini meliputi upaya promosi investasi, peningkatan konektivitas infrastruktur, dan penyusunan strategi pembangunan jangka panjang yang inklusif.

Salah satu bentuk kerja sama tersebut adalah kegiatan Mahakam Investment Forum (MIF) 2025. Forum ini menjadi platform penting untuk mempertemukan pemerintah, investor domestik dan internasional, serta pemangku kepentingan lainnya dalam memperluas jaringan kerja sama investasi yang berkelanjutan. Forum ini mencatat berbagai letter of intent (LoI) dan rencana kerja sama investasi yang menjanjikan potensi besar bagi perekonomian daerah di masa depan.

 

Pertumbuhan Ekonomi Kaltim dalam Perspektif Historis

Relevansi pembangunan IKN terhadap ekonomi Kaltim bukan hal yang baru. Sejak beberapa tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi daerah ini telah menunjukkan tren positif yang berkelanjutan. Sebagai contoh, data sebelumnya menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kaltim pada beberapa periode sebelumnya berada di angka yang lebih tinggi dibanding rata-rata nasional, terutama karena sektor konstruksi dan investasi yang kuat sebagai dampak dari pembangunan IKN.

Selain itu, sejumlah analis ekonomi juga memproyeksikan bahwa kekuatan perekonomian Kaltim pada 2025 bahkan dapat mencapai sekitar 6,5 hingga 7,1 persen, yang menunjukkan potensi besar laju pertumbuhan jika didukung oleh kebijakan yang tepat dan pembangunan berkelanjutan.

 

Melihat Masa Depan Ekonomi Kaltim dan IKN

Proyeksi pertumbuhan ekonomi Kaltim di kisaran sekitar 5 persen pada 2026, dengan dukungan kuat dari proyek pembangunan IKN, menunjukkan bahwa kawasan ini berada pada jalur pertumbuhan yang signifikan dan berkelanjutan. Pembangunan infrastruktur, peningkatan investasi, dan penguatan sektor industri menjadi pilar utama yang menopang prospek ekonomi jangka menengah dan panjang di Kalimantan Timur.

Selain itu, sinergi antara BI Kaltim, pemerintah daerah, OIKN, dan sektor swasta membuka peluang agar Kaltim tidak hanya menjadi provinsi dengan pertumbuhan tinggi, tetapi juga menjadi pusat inovasi, industri maju, dan ekonomi yang lebih beragam serta berkelanjutan di masa depan.

Dengan mengelola potensi dan tantangan secara strategis, Kalimantan Timur dipandang mampu mengoptimalkan peluang yang dihadirkan oleh pembangunan IKN untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas dan menopang perekonomian nasional dalam jangka panjang.

 

Also Read
Tag:
Latest News
  • BI Optimis Proyek IKN Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kaltim di 2026, Industri dan Investasi Jadi Kunci
  • BI Optimis Proyek IKN Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kaltim di 2026, Industri dan Investasi Jadi Kunci
  • BI Optimis Proyek IKN Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kaltim di 2026, Industri dan Investasi Jadi Kunci
  • BI Optimis Proyek IKN Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kaltim di 2026, Industri dan Investasi Jadi Kunci
  • BI Optimis Proyek IKN Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kaltim di 2026, Industri dan Investasi Jadi Kunci
  • BI Optimis Proyek IKN Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kaltim di 2026, Industri dan Investasi Jadi Kunci
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad