Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Forkopimda Kalbar Janji Salurkan Aspirasi Mahasiswa ke Pemerintah Pusat

 

Ilustrasi

Pontianak, 3 September 2025 — Aksi damai yang digelar oleh sejumlah organisasi mahasiswa di Kalimantan Barat pada Senin (2/9) mendapat respons langsung dari jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalbar. Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang Meranti Kantor DPRD Provinsi Kalbar, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, Ketua DPRD Kalbar Aloysius, Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto, serta jajaran Forkopimda lainnya menyatakan komitmen untuk menyalurkan aspirasi mahasiswa ke pemerintah pusat.

Aksi damai tersebut diikuti oleh berbagai organisasi kemahasiswaan, di antaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari sejumlah perguruan tinggi di Kalbar, seperti Universitas Tanjungpura, Universitas Nahdlatul Ulama (Unoso), dan Universitas PGRI.

Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa menyampaikan sepuluh poin tuntutan yang mencerminkan berbagai isu nasional dan lokal yang menjadi perhatian mereka. Tuntutan tersebut antara lain mencakup pencabutan tunjangan DPR RI, percepatan pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset, evaluasi terhadap kinerja aparat kepolisian, serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kalimantan Barat.

Gubernur Kalbar Ria Norsan menyambut baik aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa. Ia menyatakan bahwa dirinya akan berupaya agar tuntutan tersebut dapat disampaikan ke pemerintah pusat. “Aspirasi mahasiswa ini penting dan kami akan terus mengupayakan agar suara kalian sampai ke pusat,” ujar Norsan dalam pertemuan tersebut. Ia juga menambahkan bahwa mahasiswa merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki hak untuk menyampaikan pendapat dan kritik terhadap kebijakan pemerintah.

Ketua DPRD Kalbar Aloysius turut menyampaikan komitmennya untuk menindaklanjuti tuntutan mahasiswa. Ia menyatakan bahwa pihaknya akan mengusulkan agar aspirasi tersebut dibahas dalam forum nasional. “Kami akan membawa tuntutan ini ke tingkat pusat agar mendapat perhatian serius,” kata Aloysius.

Salah satu tuntutan yang mendapat sorotan adalah pencabutan tunjangan DPR RI yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Ketua HMI Cabang Pontianak, Muhammad Abil, menyatakan bahwa tunjangan tersebut menyakiti hati rakyat dan mencerminkan ketimpangan sosial. “Kami menuntut agar tunjangan DPR RI dicabut karena tidak mencerminkan keadilan sosial,” ujar Abil.

Selain itu, mahasiswa juga menyoroti perlunya percepatan pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset sebagai upaya pemberantasan korupsi. Mereka menilai bahwa UU tersebut dapat menjadi instrumen penting dalam mengembalikan aset negara yang dirampas oleh oknum koruptor.

Tuntutan lainnya mencakup evaluasi terhadap kinerja aparat kepolisian, khususnya terkait penanganan aksi demonstrasi. Mahasiswa menilai bahwa penggunaan gas air mata dalam aksi sebelumnya merupakan bentuk kekerasan yang tidak seharusnya terjadi dalam negara demokrasi. Mereka juga menuntut pencopotan Kapolresta Pontianak sebagai bentuk pertanggungjawaban atas tindakan tersebut.

Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto merespons tuntutan tersebut dengan menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan investigasi terhadap dugaan kekerasan aparat dalam aksi sebelumnya. Ia juga menyampaikan komitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan mengedepankan pendekatan humanis.

Perwakilan dari GMNI dan Aliansi Mahasiswa Menggugat juga menyampaikan tuntutan agar pemerintah lebih serius dalam menangani isu-isu sosial dan ekonomi yang berdampak langsung pada masyarakat. Mereka menyoroti janji pemerintah terkait penciptaan 19 juta lapangan pekerjaan yang dinilai belum terealisasi secara optimal.

Mahasiswa juga menuntut kenaikan upah minimum, pemerataan fasilitas kesehatan dan pendidikan di daerah terpencil, serta pengakuan hak masyarakat adat dalam mengelola ladang berpindah sesuai kearifan lokal. Tuntutan ini mencerminkan keinginan mahasiswa agar pembangunan dilakukan secara inklusif dan berkeadilan.

Perwakilan BEM Fakultas Hukum Untan, Darmawati, mengusulkan pembentukan Majelis Kehormatan Rakyat Independen (MKRI) sebagai lembaga pengawas legislatif yang bebas dari intervensi politik. Ia menilai bahwa lembaga tersebut dapat menjadi instrumen untuk memastikan bahwa DPR RI bekerja sesuai dengan amanat rakyat.

Dalam pertemuan tersebut, Forkopimda Kalbar menyatakan bahwa mereka akan terus membuka ruang komunikasi dengan mahasiswa. Mereka memandang aksi damai ini sebagai bentuk partisipasi aktif generasi muda dalam pembangunan daerah dan nasional.

Gubernur Ria Norsan menegaskan bahwa pemerintah daerah akan berperan sebagai jembatan antara mahasiswa dan pemerintah pusat. Ia berharap agar aspirasi yang disampaikan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pembuat kebijakan di tingkat nasional.

Ketua DPRD Kalbar Aloysius juga menyampaikan bahwa pihaknya akan mengawal proses penyampaian aspirasi tersebut agar tidak berhenti di tingkat daerah. Ia menekankan pentingnya sinergi antara mahasiswa, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat dalam mewujudkan perubahan yang diinginkan.

Aksi damai yang digelar oleh mahasiswa Kalbar ini menjadi bukti bahwa demokrasi dapat berjalan dengan baik melalui dialog dan partisipasi aktif masyarakat. Mahasiswa hadir sebagai suara moral yang mengingatkan pemerintah akan pentingnya keadilan sosial, transparansi, dan keberpihakan terhadap rakyat.

Forkopimda Kalbar menyatakan bahwa mereka akan terus mendukung gerakan mahasiswa yang dilakukan secara damai dan konstruktif. Mereka berharap agar aksi ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat demokrasi dan memperjuangkan kepentingan masyarakat secara lebih luas.

Dengan komitmen yang disampaikan oleh Forkopimda Kalbar, mahasiswa berharap agar tuntutan mereka tidak hanya menjadi catatan, tetapi benar-benar ditindaklanjuti hingga ke tingkat pusat. Mereka percaya bahwa perubahan dapat terjadi jika semua pihak bersinergi dan bekerja bersama untuk mewujudkan cita-cita bangsa.

 

Also Read
Latest News
  • Forkopimda Kalbar Janji Salurkan Aspirasi Mahasiswa ke Pemerintah Pusat
  • Forkopimda Kalbar Janji Salurkan Aspirasi Mahasiswa ke Pemerintah Pusat
  • Forkopimda Kalbar Janji Salurkan Aspirasi Mahasiswa ke Pemerintah Pusat
  • Forkopimda Kalbar Janji Salurkan Aspirasi Mahasiswa ke Pemerintah Pusat
  • Forkopimda Kalbar Janji Salurkan Aspirasi Mahasiswa ke Pemerintah Pusat
  • Forkopimda Kalbar Janji Salurkan Aspirasi Mahasiswa ke Pemerintah Pusat
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad