IKN TIME

IKN TIME

  • IKN
  • Pembangunan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Borneo
  • _Kalbar
  • _Kaltim
  • _Kalsel
  • _Kalteng
  • _Kaltara
  • _Sarawak
  • _Sabah
  • _Brunei
  • Budaya
  • _Dayak
  • _Melayu
  • _Tionghoa
  • _Seni
  • _Sejarah
  • _Sastra
  • Hidup
  • _Inspirasi
  • _Sosok
  • _Kesehatan
  • _Pendidikan
  • _Wisata
  • _Hiburan
  • _Olahraga
  • Iptek
  • _Sain
  • _Teknologi
  • _Buku
  • Loker
  • Home
  • Kalbar
  • Sains

Kalimantan Barat Luncurkan Konverter Kit ABG: Inovasi Energi Lokal Menuju Efisiensi dan Kemandirian

By IKN TIME
August 28, 2025

 

Di tengah tantangan global terkait krisis energi dan tuntutan transisi menuju sumber daya yang lebih ramah lingkungan, Kalimantan Barat mengambil langkah progresif dengan meluncurkan teknologi konverter kit Amin Bensin dan Gas (ABG). Inovasi ini bukan sekadar alat mekanis, melainkan simbol kebangkitan teknologi lokal yang menjawab kebutuhan masyarakat akan efisiensi bahan bakar, kemandirian energi, dan keberlanjutan lingkungan.

Peluncuran resmi konverter kit ABG berlangsung di tepian Sungai Kapuas, ikon geografis dan ekonomi Kalimantan Barat. Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan, yang secara langsung menguji performa speedboat berbahan bakar gas hasil konversi. Dalam uji coba tersebut, Krisantus menyatakan bahwa performa mesin tidak mengalami penurunan meski menggunakan LPG, bahkan menunjukkan efisiensi yang signifikan dibandingkan penggunaan bensin atau pertalite.

“Saya sudah coba sendiri. Tidak ada bedanya dari segi tenaga, tapi hematnya luar biasa. Teknologi ini harus segera dipatenkan agar tidak diklaim pihak lain. Ini karya anak Kalbar yang layak mendapat pengakuan nasional bahkan internasional,” ujar Krisantus dengan antusias.

Konverter kit ABG dirancang untuk mengubah mesin bensin empat tak menjadi mesin berbahan bakar gas dengan sistem yang sederhana, aman, dan mudah dipasang. Teknologi ini dapat diterapkan pada berbagai jenis mesin, mulai dari speedboat nelayan, kendaraan angkutan ringan, hingga mesin pertanian dan peralatan industri kecil. Dengan satu tabung LPG non-subsidi berukuran lima kilogram, nelayan dapat menempuh jarak yang setara dengan penggunaan 19–20 liter pertalite, menghasilkan penghematan biaya operasional hingga 55 persen.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalbar, Frans Zeno, menjelaskan bahwa konverter kit ABG merupakan hasil pengembangan selama lebih dari satu dekade. Kini, teknologi tersebut telah mencapai generasi kesembilan, dengan sistem keamanan yang telah diuji secara ketat. “Kami telah melakukan uji coba di berbagai wilayah pesisir dan pedalaman. Hasilnya konsisten: efisien, aman, dan sangat membantu masyarakat dalam mengurangi beban biaya bahan bakar,” ungkap Frans.

Di kampung-kampung nelayan seperti di pesisir Sambas, Ketapang, dan Kayong Utara, mesin berbahan bakar gas mulai menggantikan mesin lama yang boros dan mahal. Para nelayan menyambut baik teknologi ini karena memungkinkan mereka tetap melaut meski harga BBM naik. Bahkan, beberapa mesin tua yang sebelumnya tidak digunakan karena biaya operasional tinggi kini dihidupkan kembali berkat konverter kit ABG.

Guru Besar Institut Teknologi Bandung, Prof. Dr. Dradjad Irianto, turut memberikan apresiasi terhadap inovasi ini. Menurutnya, konverter kit ABG merupakan solusi nyata dalam mendukung target net zero emission Indonesia pada tahun 2060. “Teknologi ini bukan hanya efisien, tetapi juga mendukung pengurangan emisi karbon. Ini sejalan dengan komitmen global dalam Paris Agreement 2015 dan sangat relevan untuk diterapkan di daerah-daerah yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap transportasi air,” jelasnya.

Sang inovator di balik teknologi ini, Amin, adalah sosok yang telah mendedikasikan lebih dari 10 tahun hidupnya untuk mengembangkan sistem konversi bahan bakar yang praktis dan terjangkau. Ia menyebut program ini sebagai “Tuntung”—sebuah filosofi lokal yang berarti semua pihak mendapat keuntungan. “Masyarakat hemat, pemerintah mengurangi beban subsidi, Pertamina tetap mendapat keuntungan dari penjualan LPG, dan sektor swasta bisa ikut berperan dalam distribusi dan produksi,” terang Amin.

Amin juga menekankan bahwa Kalimantan Barat dipilih sebagai lokasi peluncuran karena karakteristik geografisnya yang unik. Dengan ribuan kilometer sungai dan danau, serta masyarakat yang sangat bergantung pada transportasi air, Kalbar menjadi laboratorium ideal untuk penerapan teknologi konversi bahan bakar. “Kami ingin menjadikan Kalbar sebagai pusat produksi dan pengembangan teknologi energi alternatif berbasis gas,” tambahnya.

Selain sektor perikanan, teknologi ini juga mulai diterapkan dalam bidang pertanian. Di daerah pedalaman seperti Kapuas Hulu dan Melawi, petani menggunakan mesin berbahan bakar gas untuk mengolah lahan, memompa air, dan menggiling hasil panen. Efisiensi yang ditawarkan membuka peluang baru bagi petani untuk meningkatkan produktivitas tanpa harus terbebani oleh biaya bahan bakar yang tinggi.

Pemerintah Provinsi Kalbar berencana untuk memperluas sosialisasi dan pelatihan penggunaan konverter kit ABG ke seluruh kabupaten dan kota. Program ini akan melibatkan dinas teknis, akademisi, dan komunitas lokal untuk memastikan bahwa teknologi ini dapat diakses dan dimanfaatkan secara luas. “Kami tidak ingin teknologi ini hanya berhenti di level prototipe. Harus ada ekosistem yang mendukung, mulai dari produksi, distribusi, pelatihan, hingga layanan purna jual,” ujar Krisantus.

Dalam jangka panjang, pemerintah juga membuka peluang kerja sama dengan sektor swasta dan investor nasional untuk mendirikan pabrik perakitan konverter kit di Kalbar. Hal ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan kapasitas produksi, dan mempercepat adopsi teknologi di seluruh Indonesia.

Peluncuran konverter kit ABG menjadi bukti bahwa inovasi lokal dapat menjawab tantangan global. Di tengah tekanan harga energi dan tuntutan keberlanjutan, Kalimantan Barat menunjukkan bahwa solusi tidak harus datang dari luar negeri. Dengan semangat gotong royong, keberanian untuk mencoba, dan dukungan kebijakan yang tepat, teknologi seperti ABG dapat menjadi tonggak penting dalam transformasi energi nasional.

Lebih dari sekadar alat, konverter kit ABG adalah cerminan dari semangat kemandirian, keberlanjutan, dan kecintaan terhadap tanah air. Di tangan masyarakat Kalbar, teknologi ini bukan hanya menggerakkan mesin, tetapi juga harapan akan masa depan yang lebih hemat, bersih, dan berdaya. Dari tepian Sungai Kapuas, suara mesin berbahan bakar gas kini bergema sebagai simbol perubahan—bahwa energi masa depan bisa dimulai dari desa, dari sungai, dan dari tangan anak bangsa sendiri.

 

Tags:
  • Kalbar
  • Sains
Share:
Also read
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
IKN TIME
IKN TIME
IKN TIME adalah sebuah sebuah sindikasi informasi yang berisikan berita politik, ekonomi, budaya lintas negara di Borneo. Terutama yang terkait dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan seluruh aspek kehidupan di pulau Borneo
Related news
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Latest news
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Show more
Most popular
  • Dari Teknologi ke Hati: Gubernur Kalteng Dukung Digitalisasi untuk Sekolah Berkebutuhan Khusus

    June 17, 2025
    Dari Teknologi ke Hati: Gubernur Kalteng Dukung Digitalisasi untuk Sekolah Berkebutuhan Khusus
  • Waskita Karya Raup Proyek Jalan Rp396,6 Miliar di IKN, Bukti Proyek Jokowi Masih Bergerak di Era Prabowo

    June 13, 2025
    Waskita Karya Raup Proyek Jalan Rp396,6 Miliar di IKN, Bukti Proyek Jokowi Masih Bergerak di Era Prabowo
  • Bentrokan Pecah di DPRD Kalbar, Gas Air Mata dan Lemparan Batu Warnai Aksi Tolak Kenaikan Tunjangan DPR

    August 27, 2025
    Bentrokan Pecah di DPRD Kalbar, Gas Air Mata dan Lemparan Batu Warnai Aksi Tolak Kenaikan Tunjangan DPR
  • Hutan Dirusak, Negara Merugi: Skandal Pembukaan Lahan Sawit Ilegal 102 Hektar di Lamandau

    May 01, 2025
    Hutan Dirusak, Negara Merugi: Skandal Pembukaan Lahan Sawit Ilegal 102 Hektar di Lamandau
  • Taiwan Kepincut IKN: Dari Teknologi Hingga Energi, Raksasa Industri Taiwan Siap Ramaikan Kota Masa Depan Indonesia

    May 17, 2025
    Taiwan Kepincut IKN: Dari Teknologi Hingga Energi, Raksasa Industri Taiwan Siap Ramaikan Kota Masa Depan Indonesia
Most popular tags
  • Advertorial
  • Cerita Rakyat
  • English
  • Militer
  • Pemilu
IKN TIME
Company
  • About Us
  • Contact Us
  • Careers
  • Advertise With Us
Legal & Privacy
  • Terms of Service
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
News
  • English News
  • Pemilu
  • Militer
  • Cerita Rakyat
Community
  • Loker
  • Dayak
  • Melayu
  • Tionghoa
Copyright © 2025 IKN TIME. All rights reserved.
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo
  • Network Logo