Kabut Asap

Kabut Asap – belum lagi memendar ketika satu persatu pasukan pengibar bendera berjalan membawa baki berisi sang saka merah putih. Meski belum setebal kabut asap ditahun 2014 namun selimut tipis asap pembakaran lahan cukup menyesakkan dada.  Upacara Hari Kemerdekaan ke-78 Republik Indonesia di Kota Pontianak agak sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini begitu spesial karena disertai dengan merahnya api yang menyala-nyala membakar lahan dan tebalnya asap putih yang mengepul dipermukaan udara.

 

17 Agustus di Kabut asap
Upacara 17 Agustus, Sumber: Inews

 

Upacara peringatan kemerdekaan RI ke -78 kali ini terganggu dengan kabut asap akibat maraknya kebakaran lahan oleh oknum masyarakat

Edi Rusdi Kamtono, walikota Pontianak terlihat berdiri didepan kantornya memimpin upacara pagi hari kemerdekaan. Pada momentum itu ia memperingatkan mengenai landasan pemuda guna meningkatkan kualitas diri.

Edy Kamtono
Edy Kamtono, Sumber: Idn

Dengan nada yang lantang ia berujar,“Kita harus belajar, terutama generasi muda untuk meningkatkan kualitas karena banyak persoalan yang harus kita tangani,” Kamis itu (17/8/2023)

Ia menyebutkan bahwa saat ini telah banyak pencapaian pembangunan Kota Pontianak yang melampaui target RPJMD, meski begitu ia mengatakan masih ada persoalan mendasar yang masih menjadi pekerjaan rumah Kota Pontianak terkait persoalan stunting, kesehetan, pendidikan sampai infrastruktur.

“Memasuki tahun politik mudah-mudahan kita tetap menjadi bangsa yang damai dan sejahtera,” tuturnya.

Tidak lupa ia mengingatkan agar warganya untuk senantiasa mengenakan masker saat beraktivitas di luar. Meski begitu, walikota Pontianak itu tidak melarang warganya untuk memeriahkan pesta kemerdekaan itu dengan acara lomba atau semacamnya. Untuk diketahui sebelumnya, orang nomor satu dijajaran pemkot kota Pontianak itu memerintahkan seluruh penyelenggara pendidikan di wilayah kota Pontianak untuk melakukan kegiatan persekolahan dengan cara daring, mengingat kualitas udara di kota Pontianak telah melampaui ambang batas yang ditetapkan bagi kesehatan.

“Saya berharap kepada masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dan juga membatasi diri tidak terlampau euforia,” imbuhnya.

Antusias Warga Rayakan HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus

Selaras dengan itu, maka warga RT 02/ RW 01 kelurahan Batulayang menyelenggarakan perlombaan tingkat RT dengan cukup meriah. Patut disyukur sebelum acara dimulai kabut asap tiba-tiba tersapu dengan derasnya hujan siang itu sehingga lomba hari kemerdekaan 17 Agustus ditempat itu dapat diikuti oleh para warga dengan bersemangat. Masing-masing warga melibatkan diri dalam perlombaan tingkat Rukun Tetangga tersebut. Menariknya, salah satu yang mengikuti lomba tersebut adalah seorang ekspatriat.

Perayaan Hut-78 Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus
Perayaan Hut-78 di Pontianak, Sumber: Maka.news

Setelah lomba makan kerupuk yang diikuti oleh anak-anak serta remaja RT 02 kelurahan Batulayang tersebut kini giliran bapak-bapak yang diwakili oleh para suami warga RT. Berbeda dari perlombaan sebelumnya, kali ini para bapak-bapak itu akan berlomba untuk memenangkan lomba joget yang berhadiah satu karung beras ukuran lima kilogram.

17 Agustus 2023
17 Agusutus 2023, Sumber: Maka.news

Pria yang berprofesi sebagai pengajar di salah satu perguruan tinggi di Polandia itu antusias sekali saat tape dinyalakan sebagai pertanda bagi para peserta untuk berjoget ria dalam lomba joget tersebut. Tubuhnya berlenggak lenggok penuh semangat hingga mengalahkan peserta lainnya.

Tak ayal, maka hadiah berupa beras premium itupun dianugerahkan kepadanya oleh ketua Rukun Tetangga yang menjadi penyelenggara hut Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 ditempat itu. Kemeriahan yang sejenak membuat mereka melupakan sesaknya kabut asap yang seakan mencoba mengendurkan kebahagiaan atas rasa syukur bangsa ini pada hari kemerdekaan mereka.

Irang Luth

Next Post Previous Post