Paser - Menghadapi gelombang kedatangan belasan ribu atlet serta official dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Timur, Komite Olahraga Nasional Indonesia atau KONI Kabupaten Paser mengambil langkah inovatif yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat. Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui penyiapan ratusan hunian milik warga yang akan difungsikan sebagai bagian dari sistem akomodasi terpadu selama perhelatan akbar Pekan Olahraga Provinsi atau Porprov Kaltim yang dijadwalkan bergulir pada awal November tahun 2026 mendatang.
Penyelenggaraan pesta olahraga multi-cabang tingkat regional ini dipastikan menyedot perhatian publik luas mengingat ribuan insan olahraga akan tumpah ruah di Tanah Grogot dan sekitarnya. Keterbatasan kapasitas hotel, wisma, maupun penginapan komersial di wilayah Kabupaten Paser memicu pihak penyelenggara untuk memutar otak dan mencari solusi alternatif yang efektif. Melibatkan warga lokal melalui penyediaan kamar atau rumah sewa dinilai sebagai jawaban paling rasional untuk mendongkrak daya tampung penginapan sekaligus memberikan dampak positif secara ekonomi bagi masyarakat pemilik rumah.
Ketua Harian KONI Kabupaten Paser Abdul Rasyid mengungkapkan bahwa sejauh ini proses pendataan dan verifikasi terhadap hunian warga menunjukkan progres yang sangat positif. Berdasarkan data terbaru hingga akhir September 2026, sudah tercatat sekitar seratus lima puluh rumah warga yang masuk dalam daftar pendataan panitia. Dari jumlah tersebut, lebih dari seratus rumah di antaranya bahkan telah rampung melalui tahapan survei kelayakan yang dilakukan secara ketat oleh tim verifikator gabungan di lapangan. Pihak penyelenggara sendiri mematok target ambisius namun realistis yakni mampu menghimpun hingga dua ratus rumah warga guna memastikan seluruh kontingen mendapatkan tempat istirahat yang representatif.
Pemberdayaan hunian penduduk ini tentu tidak dilakukan secara sembarangan tanpa memperhatikan standar kenyamanan dan kesehatan para tamu. Rumah-rumah warga yang diajukan dalam daftar akomodasi wajib melalui serangkaian pemeriksaan fisik dan fasilitas yang dikoordinasikan langsung oleh tim gabungan dari KONI bersama Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Paser. Pemeriksaan komprehensif tersebut mencakup aspek kebersihan lingkungan sekitar, kekokohan struktur bangunan rumah, ketersediaan pasokan air bersih yang memadai, kestabilan arus listrik, hingga kelayakan fasilitas sanitasi serta kamar mandi. Standar ketat ini diterapkan semata-mata demi menjaga kesehatan serta kenyamanan para atlet yang akan bertanding membawa nama daerah masing-masing di arena kompetisi.
Selain mengandalkan rumah penduduk, panitia besar Porprov Kaltim di Paser juga menyiapkan berbagai opsi cadangan guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan tempat tinggal. Koordinasi intensif terus dijalankan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat serta berbagai instansi vertikal pemerintah untuk mengidentifikasi aset-aset milik daerah yang berpotensi dialihfungsikan sementara. Fasilitas umum seperti aula sekolah, ruang kelas yang sedang tidak dipergunakan untuk kegiatan belajar, hingga deretan rumah dinas milik pemerintah yang dalam kondisi kosong turut masuk dalam radar pemanfaatan sebagai tempat tinggal darurat bagi para kontingen. Sinergi lintas sektoral ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menyukseskan perhelatan olahraga bergengsi tingkat regional tersebut.
Pengaturan jadwal kedatangan dan kepulangan kontingen juga dirancang sedemikian rupa menggunakan sistem rotasi yang disesuaikan dengan agenda pertandingan setiap cabang olahraga. Dengan pola penjadwalan yang terstruktur rapi ini, beban kapasitas akomodasi dapat didistribusikan secara merata sehingga rumah warga maupun fasilitas pemerintah tidak perlu menampung seluruh peserta secara bersamaan di hari yang sama. Pergerakan atlet akan diatur secara dinamis mengikuti lini masa perlombaan, sehingga efisiensi ruang dapat tercapai secara maksimal tanpa mengurangi esensi kenyamanan beristirahat bagi para pahlawan olahraga daerah.
Aspek perlindungan kesehatan para peserta pun mendapat perhatian serius dari panitia penyelenggara lokal di Kabupaten Paser. Seluruh atlet, pelatih, serta anggota kontingen dipersyaratkan untuk memiliki perlindungan jaminan kesehatan melalui kepesertaan BPJS Kesehatan. Proses pendaftaran dan pengurusannya dikoordinasikan secara kolektif oleh Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata dengan menggandeng pengurus cabang olahraga di bawah naungan KONI. Langkah preventif ini diambil guna menjamin penanganan medis yang cepat dan tepat apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama rangkaian pertandingan berlangsung. Dengan persiapan matang yang merangkul segenap elemen masyarakat dan pemerintah, Kabupaten Paser optimistis mampu menorehkan sejarah manis sebagai tuan rumah Porprov Kaltim yang sukses, tertib, dan berkesan bagi seluruh insan olahraga Benua Etam.






