Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Menelusuri Jejak Peradaban Bumi Etam Lewat Buku Historipedia Kalimantan Timur


Samarinda - Kehadiran Ibu Kota Nusantara di tanah Kalimantan Timur tidak hanya menandai babak baru pemerataan pembangunan nasional, tetapi juga membawa kembali ingatan publik pada akar sejarah peradaban tertua di Nusantara. Berangkat dari kesadaran akan pentingnya literasi lokal, dua penulis muda asal Kalimantan Timur, Muhammad Sarip dan Nanda Puspita Sheilla, meluncurkan sebuah karya ensiklopedis berjudul Historipedia Kalimantan Timur Dari Kudungga Samarinda hingga Ibu Kota Nusantara. Buku setebal 144 halaman ini diterbitkan oleh RV Pustaka Horizon di Samarinda dan dirancang khusus agar dapat diakses dengan mudah oleh pembaca lintas generasi mulai dari Generasi Y, Generasi Z, hingga Generasi Alfa.

Selama ini, narasi sejarah mengenai Bumi Etam dinilai masih minim porsi pengenasannya di ruang publik maupun dunia pendidikan formal. Buku tersebut hadir sebagai jawaban atas kerinduan masyarakat terhadap bahan bacaan sejarah lokal yang komprehensif namun tetap ringan untuk dicerna. Terbagi ke dalam empat kategori utama, buku ini membedah aneka peristiwa penting, dinamika sejarah Samarinda sebagai jantung provinsi, rekam jejak pembangunan ibu kota baru, hingga profil tokoh-tokoh penting yang berjasa dalam membentuk peradaban di wilayah tersebut. Melalui gaya bahasa yang bertutur santai dan komunikatif, para pembaca diajak menyelami perjalanan panjang daerah yang kini menjadi pusat gravitasi baru Indonesia.

Bagian awal buku ini memuat ulasan mendalam mengenai masa prasejarah hingga era kerajaan kuno di Kalimantan Timur. Penulis menyajikan berbagai temuan arkeologis penting seperti Situs Candi Agung di Muara Kaman, peninggalan megalitik di Sungai Kelay, hingga jejak sejarah di Kutai Lama. Narasi tersebut kemudian berlanjut pada bab yang mengkhususkan diri pada perkembangan Kota Samarinda, mulai dari masa-masa awal pendiriannya, transformasi kawasan sebagai pusat perdagangan Sungai Mahakam, hingga peran strategisnya dalam arus perjuangan kemerdekaan nasional. Penelusuran historis ini ditarik secara konsisten hingga bermuara pada konstruksi Ibu Kota Nusantara yang mengusung konsep kota hutan atau forest city.

Deputi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita Ibu Kota Nusantara, Myrna A Safitri, memberikan apresiasi positif terhadap penerbitan buku tersebut dalam sebuah acara bedah buku di Universitas Mulawarman. Menurutnya, karya ini mampu menjadi referensi cepat bagi masyarakat yang ingin memahami korelasi historis antara masa lalu Kalimantan Timur dan masa depan pembangunan ibu kota negara. Buku ini dinilai berhasil menjembatani pemahaman sosiokultural dan lingkungan yang melatarbelakangi pemilihan wilayah tersebut sebagai pusat pemerintahan baru. Meskipun demikian, pihak Otorita IKN juga menyarankan adanya penyempurnaan serta pendalaman data agar narasi sejarah yang dibangun semakin kuat dan faktual.

Bagi Muhammad Sarip, buku ini merupakan rangkuman dari dedikasinya selama bertahun-tahun dalam mendokumentasikan arsip dan peristiwa penting di Kalimantan Timur. Sebelumnya, penulis produktif ini telah menelurkan berbagai judul buku populer seperti Samarinda Tempo Doeloe, Perang di Samarinda, serta Histori Kutai. Kolaborasi bersama Nanda Puspita Sheilla memberikan warna baru yang lebih segar, menjadikan muatan ensiklopedis tersebut ramah bagi kalangan pelajar maupun masyarakat umum. Upaya sosialisasi yang dilakukan melalui kerja sama dengan perpustakaan daerah diharapkan mampu mendongkrak minat baca serta memperkuat identitas kultural masyarakat setempat di tengah arus modernisasi.

Pembangunan Ibu Kota Nusantara menuntut kesiapan mental dan kultural dari masyarakat lokal agar tidak tergerus oleh kemajuan zaman. Kehadiran literatur sejarah yang memadai di tingkat akar rumput diyakini mampu menumbuhkan rasa memiliki serta kebanggaan tersendiri bagi warga Bumi Etam. Dengan memahami bahwa tanah yang mereka pijak memiliki sejarah peradaban ribuan tahun lamanya, masyarakat Kalimantan Timur dapat memosisikan diri sebagai aktor utama yang tumbuh bersama pembangunan kawasan. Buku Historipedia Kalimantan Timur pada akhirnya tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi masa lalu, melainkan juga sebagai jembatan penuntun menuju masa depan pembangunan yang berkelanjutan.

Also Read
Latest News
  • Menelusuri Jejak Peradaban Bumi Etam Lewat Buku Historipedia Kalimantan Timur
  • Menelusuri Jejak Peradaban Bumi Etam Lewat Buku Historipedia Kalimantan Timur
  • Menelusuri Jejak Peradaban Bumi Etam Lewat Buku Historipedia Kalimantan Timur
  • Menelusuri Jejak Peradaban Bumi Etam Lewat Buku Historipedia Kalimantan Timur
  • Menelusuri Jejak Peradaban Bumi Etam Lewat Buku Historipedia Kalimantan Timur
  • Menelusuri Jejak Peradaban Bumi Etam Lewat Buku Historipedia Kalimantan Timur
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad