Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Ekskavator Mini Dikerahkan Hadang Karhutla Di Palangka Raya

gambar hanya ilustrasi

Palangka Raya - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Palangka Raya mengambil langkah taktis di lapangan dengan mengerahkan satu unit ekskavator mini guna membuka akses jalan darurat. Alat berat tersebut diterjunkan langsung ke area lahan gambut yang terletak di kawasan Jalan Ir Soekarno atau yang kerap dikenal sebagai jalur lingkar dalam Kota Palangka Raya Kalimantan Tengah. Kebijakan operasional ini diambil demi menjawab tantangan geografis ekstrem yang kerap menghambat mobilitas petugas gabungan dalam menjangkau titik-titik kebakaran hutan dan lahan yang sulit diakses kendaraan konvensional. Operasi pembukaan akses darurat ini mendesak dilakukan mengingat karakteristik topografi lahan gambut di wilayah tersebut sangat rawan dan memiliki tingkat kerumitan tinggi ketika musim kemarau tiba. Selama ini, armada pemadam kebakaran sering kali mengalami kendala serius saat berupaya mendekati pusat titik api akibat tidak adanya jalur darurat yang memadai di tengah belantara semak dan vegetasi gambut yang kering. Kehadiran ekskavator mini diharapkan mampu memecah hambatan fisik tersebut sehingga pergerakan armada beserta personel penanggulangan bencana menjadi jauh lebih efektif dan efisien.

Upaya pembukaan jalur darurat ini tidak hanya berfokus pada pembuatan lintasan roda kendaraan pemadam semata, melainkan juga mencakup serangkaian strategi mitigasi komprehensif di garis depan. Melalui operator alat berat yang berpengalaman, tim di lapangan secara simultan membuat sekat bakar atau firebreak guna mencegah meluasnya jangkauan lidah api ke sektor lain yang lebih luas. Pembuatan sekat bakar ini dinilai sangat krusial dalam memutus rantai rambatan api pada lapisan gambut bawah tanah yang dikenal sulit dipadamkan apabila telanjur membesar. Selain itu, ekskavator tersebut juga difungsikan untuk memperdalam parit-parit yang ada di sekitar lokasi kejadian. Pendalaman parit ini memiliki tujuan ganda yang sangat strategis bagi ketersediaan pasokan air di tengah kondisi kering. Parit yang telah diperdalam akan berfungsi secara optimal menampung cadangan air bersih yang melimpah dari sumber sekitar, sehingga tim pemadam kebakaran tidak akan pernah kekurangan suplai air saat melakukan pembasahan secara berkala. Ketersediaan cadangan air yang memadai di sekitar titik api merupakan kunci utama keberhasilan operasi pemadaman di ekosistem lahan gambut yang mudah membakar dari dalam.

Kondisi geografis Kota Palangka Raya yang didominasi oleh lahan gambut memang menyimpan potensi kerawanan tersendiri terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan setiap kali memasuki periode cuaca ekstrim. Karakteristik tanah gambut yang terbentuk dari timbunan sisa-sisa tumbuhan yang membusuk menyebabkannya sangat mudah terbakar pada musim kemarau, bahkan api dapat merambat di bawah permukaan tanah tanpa terdeteksi secara kasat mata. Oleh karena itu, langkah proaktif yang diambil oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat mendapat apresiasi dari berbagai kalangan pemerhati lingkungan dan masyarakat sekitar. Sinergi antara pemanfaatan teknologi mekanis berupa alat berat dan kesigapan personel darat terbukti mampu memberikan daya dorong yang signifikan dalam menekan laju kerusakan ekosistem akibat kebakaran. Pemerintah Kota Palangka Raya terus mengimbau masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan tinggi serta menghindari segala bentuk aktivitas pembakaran lahan sekecil apa pun yang berpotensi memicu bencana ekologis berskala besar di wilayah bumi tambun bungai tercinta ini.

Also Read
Latest News
  • Ekskavator Mini Dikerahkan Hadang Karhutla Di Palangka Raya
  • Ekskavator Mini Dikerahkan Hadang Karhutla Di Palangka Raya
  • Ekskavator Mini Dikerahkan Hadang Karhutla Di Palangka Raya
  • Ekskavator Mini Dikerahkan Hadang Karhutla Di Palangka Raya
  • Ekskavator Mini Dikerahkan Hadang Karhutla Di Palangka Raya
  • Ekskavator Mini Dikerahkan Hadang Karhutla Di Palangka Raya
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad