Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

BNPB Siapkan Teknologi Inovatif Gunung Es untuk Atasi Karhutla di Kalimantan

gambar hanya ilustrasi

Banjarbaru - Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB mengambil langkah strategis guna menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan yang kerap melanda wilayah pulau borneo setiap tahunnya. Langkah teranyar yang disiapkan oleh lembaga penanggulangan bencana tersebut adalah penerapan teknologi inovatif yang dikenal sebagai teknologi gunung es. Inovasi mutakhir ini dirancang secara khusus untuk membantu menjernihkan atmosfer dari pekatnya kabut asap sebelum rangkaian operasi modifikasi cuaca dilangsungkan secara masif guna mendukung penanganan darurat kebakaran di kawasan tersebut. Kepala BNPB, Kristomei Sianturi, menjelaskan bahwa penerapan teknologi baru ini memegang peranan krusial dalam upaya pembersihan udara dari polusi asap yang pekat. Menurutnya, pembersihan atmosfer dari partikel asap tersebut sangat diharapkan mampu mendukung proses pembentukan awan hujan secara lebih optimal sebagai bagian integral dari strategi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan yang komprehensif. Pernyataan tersebut disampaikan langsung olehnya saat melakukan peninjauan secara langsung terhadap kesiapan serta efektivitas posko mitigasi kebakaran hutan dan lahan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Setelah tahapan pembersihan asap menggunakan teknologi tersebut rampung dilakukan, pihak BNPB berencana untuk segera melanjutkan langkah taktis berikutnya berupa pelaksanaan operasi modifikasi cuaca. Operasi ini nantinya akan memanfaatkan bahan tabur berupa natrium klorida atau yang lebih dikenal dengan garam dapur untuk merangsang pertumbuhan awan hujan buatan. Melalui rekayasa cuaca ini, pemerintah berharap bisa segera menurunkan curah hujan yang cukup untuk meredakan kondisi kering ekstrem sekaligus meringankan beban para petugas di lapangan dalam memadamkan titik-titik api yang masih aktif di berbagai wilayah terdampak. Pendekatan berbasis teknologi semacam ini sebenarnya bukan yang pertama kalinya diuji coba oleh pemerintah Indonesia dalam menghadapi darurat bencana ekologis. Sebelumnya, pendekatan penanganan serupa telah lebih dahulu diimplementasikan secara sukses di wilayah Sulawesi Selatan dengan hasil yang cukup memuaskan. Berbekal pengalaman keberhasilan di wilayah timur Indonesia tersebut, pihak otoritas penanggulangan bencana kini merasa optimis untuk menerapkannya di pulau borneo demi menekan laju kerusakan lingkungan akibat bencana tahunan ini. Berdasarkan keterangan resmi dari lembaga terkait, serangkaian tindakan terpadu ini merupakan bagian dari pilar kebijakan yang lebih luas dalam kerangka mitigasi krisis lingkungan. Harapan besar disematkan agar turunnya hujan buatan mampu mengembalikan kelembapan tanah yang mengering serta mempermudah mobilitas tim darat dan udara. Di sisi lain, isu penanganan bencana ini juga turut menarik perhatian negara-negara tetangga yang menawarkan uluran tangan. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Dudung Abdurachman, sebelumnya sempat mengumumkan bahwa negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura telah menyampaikan proposal penawaran bantuan dalam upaya pemadaman api. Kendati demikian, pihak BNPB menyatakan bahwa detail teknis mengenai tawaran bantuan luar negeri tersebut masih belum diuraikan lebih lanjut karena fokus saat ini masih tertuju pada optimalisasi kekuatan domestik dan pemanfaatan teknologi nasional. Penguatan koordinasi lintas sektoral dinilai sebagai kunci utama dalam mempercepat respons darurat di lapangan. Pemerintah pusat bersama unsur daerah terus berupaya meningkatkan efektivitas strategi pemadaman dengan memadukan kearifan lokal serta inovasi teknologi modern guna mencegah perluasan area terbakar. Kolaborasi erat ini diharapkan mampu menekan risiko sebaran asap yang kerap mengganggu aktivitas masyarakat serta memicu masalah kesehatan pernapasan di berbagai kabupaten dan kota sekitar. Hingga pertengahan Oktober, konsentrasi kekuatan personel gabungan yang dikerahkan ke lapangan telah mencapai puluhan ribu orang. Tercatat sebanyak lebih dari enam puluh ribu personel yang terdiri atas unsur pemadam kebakaran, Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, jajaran Kementerian Kehutanan, staf kehutanan daerah, hingga unsur relawan kemanusiaan telah disiagakan di titik-titik rawan. Selain kekuatan personel darat yang masif, berbagai aset pendukung berteknologi tinggi seperti helikopter khusus water bombing, pesawat terbang berkapasitas besar, serta sarana prasarana pendukung lainnya juga telah diterjunkan secara optimal. Seluruh armada udara tersebut dikerahkan setiap hari untuk melakukan penyiraman air dari udara serta mendukung kelancaran operasi modifikasi cuaca demi memastikan penanganan darurat karhutla dapat berjalan secara efektif, terukur, dan tepat sasaran.

Also Read
Latest News
  • BNPB Siapkan Teknologi Inovatif Gunung Es untuk Atasi Karhutla di Kalimantan
  • BNPB Siapkan Teknologi Inovatif Gunung Es untuk Atasi Karhutla di Kalimantan
  • BNPB Siapkan Teknologi Inovatif Gunung Es untuk Atasi Karhutla di Kalimantan
  • BNPB Siapkan Teknologi Inovatif Gunung Es untuk Atasi Karhutla di Kalimantan
  • BNPB Siapkan Teknologi Inovatif Gunung Es untuk Atasi Karhutla di Kalimantan
  • BNPB Siapkan Teknologi Inovatif Gunung Es untuk Atasi Karhutla di Kalimantan
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad