Pontianak - Perusahaan Hutan Tanaman Industri yang beroperasi di wilayah Kalimantan Barat, PT Mayawana Persada, berhasil membawa pulang penghargaan bergengsi dalam ajang Tribun Pontianak Awards 2026 yang berlangsung di Novotel Pontianak pada Rabu malam. Penghargaan ini diraih atas komitmen serta kontribusi nyata perusahaan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, melakukan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional, serta menjaga kelestarian lingkungan hidup. Keberhasilan ini menempatkan perusahaan sebagai salah satu pelaku industri kehutanan yang dinilai mampu menyelaraskan target bisnis dengan tanggung jawab sosial dan ekologis secara seimbang di tingkat tapak.
Ajang penghargaan tahunan yang mengusung tema besar Kolaborasi Kalbar Tangguh ini sekaligus diselenggarakan bersamaan dengan perayaan hari ulang tahun ke-18 Tribun Pontianak. Kegiatan ini menjadi wadah apresiasi bagi sekitar 40 penerima penghargaan, baik dari sektor publik maupun swasta, yang dinilai telah memberikan karya, prestasi, serta dedikasi konkret bagi gerak pembangunan di Provinsi Kalimantan Barat. Bagi sektor kehutanan, penghargaan yang diraih PT Mayawana Persada memperkuat posisi industri pemanfaatan hutan sebagai pilar penting yang tidak hanya mengincar keuntungan finansial semata, melainkan juga bertindak selaku agen perubahan sosial dan mitra pembangunan bagi pemerintah daerah.
Direktur PT Mayawana Persada, Iwan Budiman, menghadiri langsung malam penganugerahan tersebut untuk menerima trofi penghargaan secara seremonial. Dalam pidato penerimaannya di hadapan para kepala daerah dan seluruh pemangku kepentingan se-Kalimantan Barat, Iwan menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pihak penyelenggara atas pengakuan objektif yang diberikan kepada sektor swasta. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar pencapaian akhir, melainkan sebuah stimulus moral dan energi baru bagi seluruh jajaran manajemen serta pekerja di lapangan untuk terus mempertahankan kinerja terbaik sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Lebih lanjut, pihak manajemen menegaskan bahwa keberlanjutan operasional PT Mayawana Persada sangat ditopang oleh penerapan metode silvikultur mutakhir yang diintegrasikan dengan mitigasi perubahan iklim berbasis lanskap. Upaya ini memastikan bahwa setiap tahapan produksi kayu tanaman industri tetap berjalan selaras dengan upaya perlindungan keanekaragaman hayati dan ekosistem lokal. Menurut Iwan, di era ekonomi modern saat ini, batas antara produktivitas korporasi dan upaya konservasi ekologi tidak boleh lagi dipertentangkan, melainkan harus berjalan beriringan guna menjamin keberlanjutan lingkungan hidup dalam jangka panjang.
Visi jangka panjang perusahaan difokuskan pada implementasi model silvikultur dan pengelolaan karbon berbasis data yang akurat. Dengan pendekatan ilmiah ini, perusahaan ingin membuktikan bahwa sektor Hutan Tanaman Industri memiliki fungsi ganda yang strategis. Di satu sisi, industri ini bertindak sebagai mesin penggerak ekonomi regional melalui penciptaan lapangan kerja dan kontribusi pendapatan daerah. Di sisi lain, konsesi hutan tanaman ini juga berfungsi sebagai benteng pertahanan ekologis melalui penyerapan karbon dan pemulihan lahan guna mendukung kelestarian lingkungan masa depan Kalimantan Barat yang berkelanjutan.
Selain fokus pada pembenahan aspek ekologi, perusahaan juga memprioritaskan kolaborasi strategis dengan masyarakat adat dan lokal serta pemerintah daerah sebagai fondasi utama dalam membangun ketahanan sosial ekonomi. Pihak manajemen meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi wilayah yang tangguh mustahil terwujud tanpa adanya transfer kapasitas sosial dan ekonomi yang adil di tingkat tapak. Oleh karena itu, berbagai program pemberdayaan masyarakat dirancang secara partisipatif agar warga sekitar wilayah konsesi tidak hanya menjadi penonton, melainkan turut aktif menjadi bagian dari rantai pasok dan mitra pembangunan yang mandiri serta sejahtera.
Dalam konteks industri kehutanan di Kalimantan Barat, tantangan pengelolaan hutan tanaman industri memang tidak mudah. Berdasarkan data dari sektor kehutanan setempat, terdapat puluhan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan atau PBPH yang beroperasi di wilayah ini. Dari total 66 pemegang PBPH yang tercatat aktif melakukan pengelolaan hutan di Kalimantan Barat, PT Mayawana Persada dinilai memiliki kinerja terbaik dalam hal kepatuhan regulasi, pengelolaan lingkungan, serta hubungan kemasyarakatan. Hal ini membuktikan bahwa standardisasi operasional yang diterapkan oleh perusahaan telah memenuhi kriteria ketat yang ditetapkan oleh pemerintah dan lembaga sertifikasi independen.
Kepatuhan terhadap standar keberlanjutan global dan nasional dibuktikan dengan kepemilikan berbagai sertifikasi penting oleh PT Mayawana Persada. Beberapa sertifikat yang berhasil dikantongi antara lain Pengelolaan Hutan Lestari atau PHL, Indonesian Forestry Certification Cooperation atau IFCC, serta Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau SMK3. Selain itu, operasional perusahaan juga telah tersertifikasi ISO 14001:2015 untuk sistem manajemen lingkungan, serta secara konsisten berpartisipasi dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan atau PROPER yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Melalui pencapaian di ajang Tribun Pontianak Awards 2026 ini, PT Mayawana Persada berkomitmen untuk menerjemahkan apresiasi tersebut menjadi langkah nyata yang berkelanjutan. Momentum penghargaan ini dipandang sebagai mandat moral untuk terus merawat keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi makro dan integritas ekologis di lapangan. Dengan sinergi yang kuat antara sektor swasta, pemerintah daerah, dan masyarakat sipil, diharapkan keberadaan investasi di sektor kehutanan mampu merajut masa depan Kalimantan Barat yang tidak hanya lebih tangguh dan berdaya saing secara ekonomi, tetapi juga berkeadilan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.






