Pontianak - Politeknik Negeri Sambas, yang berkedudukan di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, resmi memperkuat komitmennya dalam memperluas jaringan kemitraan internasional di tingkat regional Asia Tenggara. Langkah strategis ini direalisasikan melalui penandatanganan Dokumen Perjanjian Kerja Sama atau Memorandum of Agreement bersama Politeknik METrO Betong Sarawak, Malaysia. Kemitraan lintas negara tersebut diresmikan secara virtual pada hari Jumat, 14 Agustus 2026, sebagai bentuk keseriusan kedua belah pihak dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi vokasi secara berkelanjutan di kawasan perbatasan.
Penandatanganan kerja sama ini menjadi landasan penting bagi kedua institusi pendidikan tinggi tersebut untuk membangun kolaborasi akademik yang lebih komprehensif. Fokus utama dari kemitraan ini diarahkan pada pengembangan tridharma perguruan tinggi yang mencakup bidang pendidikan vokasi, penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah bersama, hingga program pengabdian kepada masyarakat. Melalui sinergi ini, diharapkan akan tercipta ruang yang luas bagi dosen dan mahasiswa dari kedua negara untuk bertukar ilmu pengetahuan, keterampilan praktis, serta berbagai inovasi teknologi terapan yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Berdasarkan kesepakatan tertulis tersebut, ruang lingkup kolaborasi akan diimplementasikan secara bertahap melalui berbagai program nyata. Kerja sama ini mencakup penyelenggaraan seminar akademis, lokakarya bersama, serta pelaksanaan penelitian ilmiah yang berorientasi pada pemecahan masalah lokal di wilayah perbatasan. Selain itu, kedua institusi juga berkomitmen untuk melakukan publikasi bersama pada jurnal-jurnal ilmiah bereputasi serta merancang program pengabdian kepada masyarakat lintas batas negara guna memberikan dampak langsung yang positif bagi kesejahteraan publik di sekitar wilayah operasi kedua kampus.
Direktur Politeknik Negeri Sambas, Dr. Yuliansyah, S.E., M.E., menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan momentum yang sangat berharga bagi institusinya untuk memperluas eksistensi akademis di kancah internasional. Ia menyatakan bahwa kolaborasi dengan lembaga pendidikan tinggi luar negeri seperti Politeknik METrO Betong Sarawak merupakan salah satu pilar penting dalam mewujudkan visi Poltesa menjadi pusat pendidikan vokasi yang unggul dan berdaya saing. Menurutnya, kerja sama ini tidak boleh hanya sebatas seremonial di atas kertas, melainkan harus ditindaklanjuti dengan aksi nyata yang konsisten dan berkelanjutan.
Yuliansyah juga menggarisbawahi pentingnya realisasi program kerja sama ini dalam bentuk proyek-proyek konkret. Ia berharap bahwa pertukaran ide, riset bersama, dan program pengabdian masyarakat yang akan dijalankan dapat memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terapan. Poltesa berkomitmen untuk memfasilitasi para dosen dan peneliti mereka agar dapat aktif berinteraksi dengan sejawat akademisi dari Malaysia, sehingga iklim akademik di kampus yang berada di ujung utara Kalimantan Barat ini semakin kompetitif dan dinamis.
Kabupaten Sambas memiliki keunggulan geografis yang sangat strategis karena berbatasan darat langsung dengan wilayah Sarawak, Malaysia Timur. Jarak yang dekat serta kesamaan karakteristik sosial-budaya antara masyarakat Kalimantan Barat dan Sarawak menjadi modal sosial yang kuat dalam mendukung keberhasilan program-program kolaboratif ini. Posisi geopolitik ini dinilai sebagai peluang emas bagi institusi pendidikan tinggi vokasi di perbatasan untuk mengembangkan kurikulum dan program riset yang sangat spesifik serta sensitif terhadap tantangan riil masyarakat perbatasan, seperti pembangunan ekonomi lokal dan pengelolaan sumber daya alam.
Sebagai mitra kolaborasi, Politeknik METrO Betong Sarawak dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan vokasi terkemuka di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia yang fokus pada pengembangan sumber daya manusia siap kerja di bidang bisnis, pariwisata, dan teknologi informasi. Institusi ini dirancang untuk mendukung koridor pembangunan ekonomi wilayah Sarawak. Sinergi antara keahlian praktis yang dimiliki oleh Politeknik METrO Betong dengan kapasitas akademik terapan Poltesa di bidang pertanian, teknologi informasi, dan teknik mesin diharapkan dapat menghasilkan inovasi baru yang dapat diadopsi oleh dunia usaha dan dunia industri di kedua negara.
Di tingkat nasional, langkah taktis yang diambil oleh Poltesa ini selaras dengan kebijakan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia yang terus mendorong konsep keterhubungan menyeluruh antara dunia pendidikan dengan industri serta kerja sama internasional. Penguatan jejaring luar negeri menjadi salah satu indikator kinerja utama bagi perguruan tinggi untuk memastikan lulusan vokasi memiliki wawasan global dan keterampilan standar internasional, terutama dalam menghadapi dinamika pasar kerja di era transformasi digital.
Melalui komitmen bersama yang diikat dalam nota perjanjian ini, Poltesa dan Politeknik METrO Betong Sarawak optimistis dapat membangun sebuah ekosistem pendidikan tinggi vokasi yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada solusi global. Langkah ini juga membuktikan bahwa keterbatasan geografis di wilayah perbatasan bukan merupakan penghalang bagi institusi pendidikan daerah untuk bersaing dan memberikan kontribusi nyata di tingkat global. Sinergi lintas batas ini diharapkan menjadi percontohan bagi perguruan tinggi vokasi lainnya di Indonesia dalam mengoptimalkan potensi wilayah perbatasan demi kemajuan pendidikan nasional.






