Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Jaringan Tambang Minta Pemerintah Lakukan Audit Lingkungan Menyeluruh di Delta Mahakam

Gambar hanya ilustrasi

Balikpapan - Organisasi masyarakat sipil Jaringan Tambang Kaltim mendorong Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk segera melangsungkan audit lingkungan secara menyeluruh di wilayah kerja minyak dan gas bumi Blok Mahakam, Kalimantan Timur. Tuntutan ini mengemuka mengingat kawasan ekstraksi tersebut berada tepat di kawasan Delta Mahakam, sebuah ekosistem rawa dan pesisir yang memegang peranan ekologis sangat krusial bagi wilayah sekitarnya.

Dinamisator Jaringan Tambang Kalimantan Timur, Merah Johansyah, menyatakan bahwa keberadaan industri migas di kawasan bentang alam sensitif tersebut memerlukan evaluasi berkala yang rinci. Meskipun sektor hulu migas umumnya menerapkan standar operasional dan teknologi tinggi yang meminimalisasi potensi dampak pencemaran, hal tersebut tidak sepenuhnya menjamin wilayah pesisir terbebas dari ancaman kerusakan lingkungan.

Pentingnya audit lingkungan ini makin mengemuka setelah munculnya rekam jejak insiden di perairan setempat, salah satunya peristiwa tenggelamnya kapal pengangkut bahan kimia di Delta Mahakam. Kejadian semacam itu telah memicu pencemaran di perairan sekitar lokasi insiden, sekaligus membuktikan bahwa potensi bahaya limbah zat beracun tetap ada dan berisiko mengganggu keseimbangan hayati kawasan rawa-rawa tersebut.

Langkah audit lingkungan yang diusulkan bertujuan memastikan seluruh kewajiban pemulihan serta perlindungan ekosistem telah dijalankan secara patuh oleh pihak pengelola. Pemantauan ini dinilai krusial terutama dalam mengawal proses transisi pengelolaan Blok Mahakam. Kawasan migas produktif ini dijadwalkan berpindah tangan dari pengelola lama, Total E&P Indonesie, kepada badan usaha milik negara, PT Pertamina, setelah masa kontrak pengelola terdahulu berakhir pada Desember 2017.

Secara historis, Blok Mahakam dikenal sebagai salah satu aset hulu migas terbesar nasional yang menyumbang devisa signifikan bagi pendapatan negara. Bentang alam Delta Mahakam sendiri menampung ratusan sumur pemboran eksplorasi dan eksploitasi yang telah dioperasikan selama puluhan tahun. Data cadangan gas di blok tersebut diperkirakan masih menyisakan sekitar 1,5 triliun kaki kubik yang berpotensi terus dieksploitasi hingga beberapa tahun ke depan apabila tidak ditemukan cadangan baru.

Audit lingkungan sebelum dan selama masa transisi operasional menjadi standar penting guna memperjelas pembagian tanggung jawab ekologis antara operator lama dan baru. Proses ini bakal memberikan gambaran objektif mengenai kondisi rona lingkungan hidup terkini, status pengelolaan limbah, tingkat degradasi vegetasi mangrove, serta kepatuhan terhadap dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan yang berlaku.

Kawasan Delta Mahakam sendiri merupakan hamparan delta seluas puluhan ribu hektar yang didominasi oleh vegetasi mangrove, saluran sungai, dan rawa pasang surut. Kawasan ini berfungsi sebagai benteng alami dari abrasi pantai, tempat memijah beragam biota laut, serta penyerap karbon alami yang efektif. Penurunan kualitas lingkungan di kawasan delta tidak hanya berdampak pada kelestarian alam, tetapi juga mengancam mata pencaharian masyarakat lokal yang menggantungkan hidup pada sektor perikanan tangkap dan budi daya tambak.

Di samping dinamika industri migas, kondisi lingkungan di Provinsi Kalimantan Timur secara umum juga menghadapi tekanan berat dari maraknya aktivitas pertambangan batubara. Jatam mencatat bahwa sektor pertambangan mineral dan batubara sejauh ini menjadi kontributor terbesar bagi kerusakan ruang hidup, munculnya konflik sosial, serta penurunan kualitas air sungai di berbagai wilayah kabupaten dan kota.

Ancaman ekologis akibat industri ekstraktif batubara tidak hanya terkonsentrasi pada area bukaan lubang tambang, melainkan merambah hingga ke jalur logistik pengangkutan komoditas tersebut. Lalu lalang kapal tongkang pengangkut batubara berukuran besar di lintasan sungai, seperti di Sungai Kedang Kepala, terus memicu degradasi habitat perairan darat.

Aktivitas lalu lintas air yang padat tersebut secara langsung mengancam keberlangsungan hidup Pesut Mahakam, satwa mamalia air tawar langka yang dilindungi secara ketat oleh hukum Indonesia dan internasional. Suara bising mesin kapal, risiko benturan, serta pencemaran air sungai akibat tumpahan material batubara menjadi faktor utama yang semakin menyudutkan populasi mamalia endemik tersebut menuju jurang kepunahan.

Oleh karena itu, dorongan untuk melakukan audit lingkungan komprehensif di Blok Mahakam diharapkan dapat menjadi momentum awal perbaikan tata kelola lingkungan secara menyeluruh di Kalimantan Timur. Penegakan hukum dan pengawasan ekologis yang tegas dinilai sangat diperlukan agar kegiatan eksplorasi energi nasional tidak mengorbankan daya dukung serta daya tampung lingkungan hidup demi keselamatan generasi mendatang.

Also Read
Latest News
  • Jaringan Tambang Minta Pemerintah Lakukan Audit Lingkungan Menyeluruh di Delta Mahakam
  • Jaringan Tambang Minta Pemerintah Lakukan Audit Lingkungan Menyeluruh di Delta Mahakam
  • Jaringan Tambang Minta Pemerintah Lakukan Audit Lingkungan Menyeluruh di Delta Mahakam
  • Jaringan Tambang Minta Pemerintah Lakukan Audit Lingkungan Menyeluruh di Delta Mahakam
  • Jaringan Tambang Minta Pemerintah Lakukan Audit Lingkungan Menyeluruh di Delta Mahakam
  • Jaringan Tambang Minta Pemerintah Lakukan Audit Lingkungan Menyeluruh di Delta Mahakam
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad