Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Proyek Kereta Api Trans Kalimantan Dikebut Pemprov Kalbar Wajib Siapkan SDM Lokal

 

Ilustrasi AI

Pontianak - Pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan saat ini tengah melakukan percepatan pembangunan jaringan kereta api di Pulau Kalimantan. Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya besar negara untuk memperkuat konektivitas nasional sekaligus membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa. Namun di balik ambisi besar terwujudnya moda transportasi massal tersebut, Provinsi Kalimantan Barat menghadapi sebuah tantangan serius yang kerap luput dari perhatian publik, yakni minimnya kesiapan sumber daya manusia lokal di bidang perkeretaapian. Apabila persoalan ini tidak ditangani komprehensif, masyarakat daerah terancam hanya menjadi penonton manakala deru mesin kereta api mulai membelah tanah kelahiran mereka.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, secara gamblang menekankan bahwa pengembangan jaringan rel di kawasan Kalimantan diarahkan untuk memangkas tingginya biaya logistik. Selain itu, proyek raksasa ini diharapkan mampu menciptakan pemerataan pembangunan yang terintegrasi dengan berbagai sektor, mulai dari industri, pertambangan, hingga pelabuhan berskala internasional. Akan tetapi, realita di lapangan menunjukkan kesiapan infrastruktur fisik belum berbanding lurus dengan kesiapan tenaga kerja teknis yang berada di daerah lintasan, khususnya di wilayah Kalimantan Barat yang diproyeksikan akan dilalui oleh jalur penghubung penting antardaerah dan antarnegara ini.

Permasalahan mendasar yang dihadapi oleh Kalimantan Barat adalah belum adanya institusi pendidikan tinggi maupun sekolah vokasi kejuruan yang secara khusus mencetak tenaga ahli di sektor perkeretaapian. Padahal, ketika megaproyek Trans Kalimantan ini benar-benar memasuki tahap konstruksi masif hingga operasional, kebutuhan terhadap tenaga profesional berlisensi akan melonjak amat tajam. Ketiadaan lembaga pendidikan yang linier dengan kebutuhan industri transportasi rel ini menjadi sebuah ironi, mengingat pemerintah daerah sejatinya memiliki waktu merintis kerja sama pendidikan atau membuka program studi baru di berbagai universitas mapan di wilayah tersebut.

Krisis tenaga ahli ini tidak bisa dipandang sebelah mata apabila merujuk pada data resmi dari Politeknik Perkeretaapian Indonesia yang berpusat di Madiun. Berdasarkan dokumen Rencana Induk Perkeretaapian Nasional, negara ini secara kumulatif membutuhkan setidaknya 80.460 sumber daya manusia perkeretaapian hingga tahun 2030 mendatang. Angka fantastis tersebut diklasifikasikan ke dalam 1.720 tenaga regulator dan 78.740 tenaga operator. Kebutuhan tenaga kerja berskala besar ini mencakup berbagai lini krusial, mulai dari tahap perencanaan teknis, pengoperasian sarana, pemeriksaan kelaikan, hingga perawatan prasarana perkeretaapian yang membutuhkan ketelitian dan standar keselamatan mutlak.

Selama ini, paradigma yang berkembang di tengah masyarakat awam kerap kali menyempitkan profesi di sektor kereta api hanya sebatas pada sosok masinis yang mengemudikan lokomotif atau petugas stasiun. Padahal, ekosistem operasional sebuah industri perkeretaapian modern jauh lebih kompleks dan butuh beragam spesialisasi teknik tingkat tinggi. Dibutuhkan banyak tenaga ahli untuk mengisi posisi sebagai pengatur perjalanan kereta api, teknisi sinyal dan telekomunikasi, tenaga perawatan jalur lintasan, hingga ahli kelistrikan yang memastikan seluruh sistem berjalan otomatis. Seluruh profesi teknis tersebut mensyaratkan latar belakang pendidikan yang ketat serta sertifikasi yang tak bisa didapatkan melalui jalur umum.

Menilik skala pembangunan yang dicanangkan, jaringan rel di Kalimantan ini dikabarkan turut menarik perhatian banyak investor, termasuk wacana keterlibatan negara asing dan komitmen negara tetangga seperti Malaysia melalui Sarawak untuk merealisasikan jalur kereta api Trans-Borneo yang mengitari pulau. Apabila dinamika investasi dan ekonomi global ini tidak segera direspons secara taktis dengan penyiapan tenaga kerja lokal yang mumpuni di berbagai lini, posisi-posisi manajerial maupun teknis strategis akan dengan mudah didominasi oleh pekerja dari luar daerah atau bahkan ekspatriat yang diboyong langsung oleh konsorsium pemenang tender kelak.

Oleh karena itu, instansi berwenang di tingkat provinsi maupun kabupaten kota se-Kalimantan Barat dituntut segera mengambil langkah proaktif yang sistematis dan terencana dengan matang. Solusi paling rasional dalam waktu dekat adalah merancang alokasi dana khusus untuk memberikan beasiswa penuh kepada para pelajar daerah berprestasi agar bisa menempuh pendidikan ikatan dinas di kampus vokasi naungan Kementerian Perhubungan. Untuk solusi jangka menengah dan panjang, kolaborasi strategis bersama Kementerian Pendidikan mutlak diperlukan demi mendirikan balai diklat perkeretaapian atau minimal menyisipkan mata kuliah vokasional di perguruan tinggi lokal setempat.

Kehadiran mega proyek sarana transportasi darat yang diprediksi bernilai ratusan triliun rupiah ini sejatinya merupakan peluang emas bagi lompatan sosial ekonomi daerah yang sama sekali tidak boleh disia-siakan oleh para pemangku kebijakan. Rencana percepatan pembangunan fasilitas logistik dan transportasi massal yang kini terus dipacu secara agresif oleh pemerintah pusat mutlak harus diimbangi secara proporsional dengan akselerasi penyiapan kapasitas sumber daya manusianya yang unggul dan berdaya saing. Generasi penerus bangsa yang lahir di bumi Kalimantan Barat berhak untuk menikmati porsi kue pembangunan tersebut secara adil.

Mereka tentu tidak ingin sekadar menjadi saksi pasif yang hanya bisa melihat rangkaian gerbong kereta besi canggih melintasi halaman belakang rumah mereka begitu saja pada masa yang akan datang. Sebaliknya, tunas-tunas muda daerah ini harus disiapkan kapasitas intelektual dan teknisnya sedari sekarang agar kelak mampu berdiri tegap di garda terdepan. Dengan perencanaan sumber daya manusia yang matang, putra-putri daerah diyakini akan sanggup menjadi tenaga ahli, pengelola operasional, manajer sistem, serta motor penggerak utama bagi roda kemajuan industri logistik dan perkeretaapian nasional di atas tanah leluhurnya sendiri.

 

Also Read
Latest News
  • Proyek Kereta Api Trans Kalimantan Dikebut Pemprov Kalbar Wajib Siapkan SDM Lokal
  • Proyek Kereta Api Trans Kalimantan Dikebut Pemprov Kalbar Wajib Siapkan SDM Lokal
  • Proyek Kereta Api Trans Kalimantan Dikebut Pemprov Kalbar Wajib Siapkan SDM Lokal
  • Proyek Kereta Api Trans Kalimantan Dikebut Pemprov Kalbar Wajib Siapkan SDM Lokal
  • Proyek Kereta Api Trans Kalimantan Dikebut Pemprov Kalbar Wajib Siapkan SDM Lokal
  • Proyek Kereta Api Trans Kalimantan Dikebut Pemprov Kalbar Wajib Siapkan SDM Lokal
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad