Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Pemerintah Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Kalimantan Tengah Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut

 

Ilustrasi AI

Palangka Raya – Provinsi Kalimantan Tengah memasuki fase kritis menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring memasuki periode kemarau. Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalteng bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) resmi memulai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membasahi lahan gambut yang kering dan rawan terbakar.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPB-PK Kalteng, Alpius Patanan, menyatakan bahwa operasi ini menjadi langkah cepat dan strategis menyusul laporan wilayah yang telah mengalami hari tanpa hujan hingga 30 hari. “Kami fokus pada area lahan gambut luas di bagian tengah hingga selatan provinsi, terutama Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau,” ujar Alpius di Palangka Raya pada Kamis (18/6/2026).

Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah selatan Kalteng telah memasuki kondisi sangat mudah terbakar. Vegetasi yang mengering ditambah lapisan gambut yang dalam membuat risiko karhutla meningkat tajam. Meski citra satelit belum menunjukkan titik panas signifikan pada pertengahan Juni, kondisi kekeringan ini menjadi sinyal kuat perlunya intervensi segera.

Lahan gambut di Kalteng merupakan salah satu yang terluas di Indonesia, mencakup jutaan hektare yang berfungsi sebagai penyimpan karbon penting. Ketika gambut kering, kebakaran sulit dipadamkan karena api bisa merambat di bawah permukaan tanah dan menghasilkan asap tebal yang membahayakan kesehatan masyarakat serta mengganggu aktivitas ekonomi. Kabut asap dari karhutla tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga lintas provinsi dan bahkan negara tetangga.

Operasi Modifikasi Cuaca ini didasarkan pada Keputusan Gubernur Kalteng Nomor 100.3.3.1/142/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Karhutla. Pemerintah pusat merespons permohonan provinsi dengan menyiagakan satu unit pesawat Cessna Grand Caravan 208B EX bernomor registrasi PK-FPU. Pesawat ini beroperasi dari Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, dengan periode awal tanggal 15 hingga 19 Juni 2026, dan siap diperpanjang sesuai kebutuhan. Penyemaian garam dilakukan pada awan potensial hujan, dengan prioritas langsung di atas area gambut kritis atau titik panas yang terdeteksi.

Alpius menekankan bahwa tujuan utama bukan hanya memadamkan api jika muncul, melainkan juga menjaga cadangan air tanah agar lahan tetap lembab menjelang puncak musim kemarau. “Kebakaran gambut sangat sulit dikendalikan secara konvensional. OMC menjadi salah satu cara paling efektif untuk pencegahan dini,” tambahnya.

Sejarah karhutla di Kalimantan Tengah menunjukkan betapa seriusnya ancaman ini. Pada awal 2026 saja, tercatat ratusan kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai ratusan hektare. Data akumulasi hingga pertengahan tahun menunjukkan tren yang perlu diwaspadai, terutama di kabupaten-kabupaten seperti Kotawaringin Timur, Katingan, Kapuas, dan Sukamara. Prediksi BMKG menyebutkan kemarau tahun ini bisa lebih kering, sehingga OMC menjadi bagian penting dari strategi mitigasi jangka panjang.

Pemerintah provinsi tidak hanya mengandalkan teknologi modifikasi cuaca. Upaya pencegahan melibatkan patroli darat, sosialisasi kepada masyarakat, dan penguatan Satgas Karhutla di tingkat kabupaten. Masyarakat diimbau untuk tidak membakar lahan saat membuka kebun atau perkebunan, serta melaporkan segera jika melihat titik api. Kolaborasi dengan BMKG, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta TNI-Polri terus ditingkatkan untuk memantau hotspot secara real-time.

Dampak karhutla tidak hanya ekologis, tetapi juga sosial-ekonomi. Asap tebal dapat menyebabkan gangguan pernapasan, penutupan sekolah, dan kerugian bagi sektor pariwisata serta pertanian. Di masa lalu, kebakaran besar di lahan gambut Kalteng pernah menyumbang emisi karbon yang signifikan, berkontribusi terhadap perubahan iklim global. Oleh karena itu, menjaga kelembaban gambut juga mendukung komitmen Indonesia dalam penurunan emisi dan pelestarian hutan tropis.

Operasi ini sejalan dengan pendekatan smart forest city yang diterapkan di berbagai wilayah Kalimantan, termasuk dukungan terhadap pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur yang berbatasan dengan Kalteng. Hutan sehat di kedua provinsi menjadi penyangga penting bagi keberlanjutan lingkungan Pulau Kalimantan secara keseluruhan.

Ke depan, pemerintah berencana memperluas cakupan OMC jika kondisi kekeringan berlanjut. Penambahan armada udara dan bahan semai disiapkan agar operasi dapat berjalan efektif. Selain itu, program restorasi gambut dan pembangunan kanal-kanal pengendali air terus digalakkan untuk meningkatkan ketahanan lahan terhadap kekeringan.

Masyarakat Kalimantan Tengah diharapkan turut aktif mendukung upaya pencegahan ini. Partisipasi komunitas dalam pemantauan lingkungan dan penggunaan teknologi sederhana seperti sumur resapan dapat menjadi pelengkap strategi pemerintah. Dengan langkah cepat melalui OMC, diharapkan potensi karhutla tahun 2026 dapat ditekan seminimal mungkin, sehingga masyarakat dapat menjalani musim kemarau dengan lebih aman.

Keberhasilan operasi modifikasi cuaca ini tidak hanya akan melindungi jutaan hektare lahan gambut, tetapi juga menjadi contoh baik bagi provinsi lain di Indonesia yang rentan terhadap ancaman serupa. Di tengah tantangan perubahan iklim, sinergi antara teknologi, kebijakan, dan partisipasi masyarakat menjadi kunci menjaga Bumi Tambun Bungai tetap hijau dan lestari untuk generasi mendatang.

 

Also Read
Latest News
  • Pemerintah Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Kalimantan Tengah Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut
  • Pemerintah Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Kalimantan Tengah Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut
  • Pemerintah Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Kalimantan Tengah Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut
  • Pemerintah Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Kalimantan Tengah Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut
  • Pemerintah Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Kalimantan Tengah Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut
  • Pemerintah Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Kalimantan Tengah Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad