Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Skandal Infrastruktur Sintang Legislator Desak Lembaga Antirasuah Usut Tuntas Proyek Jalan Umur Jagung

 

Ilustrasi AI

Sintang - Kekecewaan mendalam dan gelombang protes mewarnai potret pembangunan infrastruktur daerah di wilayah pedalaman Provinsi Kalimantan Barat. Sebuah proyek strategis berupa peningkatan kualitas ruas jalan provinsi yang menghubungkan Nanga Mau dan Tebidah di Kabupaten Sintang kini menjadi sorotan tajam publik lantaran kondisinya sudah rusak parah. Ironisnya, fasilitas publik yang didambakan ribuan warga setempat tersebut baru saja dinyatakan selesai dikerjakan sekitar tiga bulan lalu. Bukannya menikmati akses aspal mulus yang mampu bertahan bertahun-tahun, masyarakat justru disuguhi pemandangan jalan retak, berlubang, dan kembali menjadi kubangan lumpur saat hujan turun. Tragedi infrastruktur berumur jagung ini sontak memicu kemarahan berbagai pihak, mengingat besarnya alokasi anggaran dari kas daerah tahun sebelumnya tidak sebanding dengan kualitas fisik di lapangan.

Merespons temuan memprihatinkan yang viral melalui rekaman video amatir warga tersebut, jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Barat langsung bereaksi keras. Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Barat, Suyanto Tanjung, tidak dapat menyembunyikan kegeramannya saat dimintai keterangan pada hari Kamis tanggal 29 Mei 2026. Ia melontarkan kritik pedas terkait buruknya mutu pekerjaan konstruksi yang secara logika sangat tidak masuk akal bisa rusak dalam hitungan minggu. Proyek jalan yang dianggarkan pada tahun 2025 tersebut seharusnya memiliki daya tahan material yang sudah diperhitungkan saksama sesuai beban kendaraan. Fakta di lapangan justru menunjukkan indikasi kuat adanya pengurangan spesifikasi material atau metode pengerjaan serampangan oleh perusahaan kontraktor pelaksana, sehingga jalan begitu mudah terkelupas.

Kegeraman sang legislator tidak berhenti pada teguran lisan semata. Suyanto Tanjung secara terbuka menantang aparat penegak hukum, khususnya Komisi Pemberantasan Korupsi, untuk segera turun tangan melakukan inspeksi mendadak ke lokasi proyek di Kabupaten Sintang. Menurutnya, kerusakan prematur pada proyek fisik ini menjadi pintu masuk paling jelas untuk membongkar indikasi kongkalikong maupun tindak pidana korupsi. Ia mendesak agar lembaga antirasuah tersebut tidak ragu memeriksa semua pihak yang terlibat, mulai dari pejabat pembuat komitmen, konsultan pengawas, hingga jajaran direksi perusahaan pemenang lelang. Keterlibatan institusi penegak hukum dinilai sangat mendesak karena rakyat memiliki hak konstitusional penuh mengetahui ke mana aliran dana pajak mereka dihabiskan, dan tidak boleh ada satu rupiah pun diselewengkan demi memperkaya oknum.

Sorotan tajam juga diarahkan langsung ke meja kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalimantan Barat. Institusi teknis ini dituntut segera membuka data kontrak kerja secara transparan dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja kontraktor terkait. Publik mempertanyakan bagaimana mekanisme pengawasan harian bisa kecolongan dan mengapa serah terima pekerjaan bisa ditandatangani jika kualitas proyek di bawah standar. Jika terbukti ada unsur kesengajaan dalam manipulasi mutu material, pemerintah provinsi didesak tidak segan menjatuhkan sanksi administratif terberat. Sanksi berupa denda finansial maksimal hingga memasukkan nama perusahaan kontraktor nakal ke dalam daftar hitam wajib diberlakukan agar mereka tidak bisa lagi mengikuti proses pelelangan proyek pemerintah pada masa mendatang.

Dampak dari kegagalan konstruksi ini melampaui kerugian finansial negara, sebab masyarakat kecillah yang menanggung beban ekonomi terberat. Ruas jalan Nanga Mau menuju Tebidah sepanjang 32 kilometer tersebut bukanlah jalan alternatif biasa, melainkan urat nadi perekonomian bagi warga di pelosok Sintang. Jalur ini adalah akses vital para petani untuk mengangkut hasil bumi, mulai dari tandan buah segar kelapa sawit hingga karet, menuju pusat pasar. Dengan rusaknya kondisi jalan, rantai pasok logistik otomatis terhambat dan biaya operasional transportasi angkutan barang melambung tinggi. Akibatnya, nilai jual hasil panen di tingkat tengkulak terpaksa ditekan habis-habisan untuk menutupi ongkos angkut yang mahal, sehingga memukul telak kesejahteraan keluarga petani lokal di sana.

Pembangunan infrastruktur pedalaman memang sering dihadapkan pada tantangan geografis seperti struktur tanah labil atau curah hujan tinggi yang menghambat pemadatan jalan. Namun, kendala alam tersebut seharusnya sudah terpetakan sejak fase studi kelayakan awal dan pantang dijadikan kambing hitam untuk menutupi bobroknya kualitas pekerjaan. Perkembangan teknologi rekayasa sipil modern sangat mumpuni mengatasi kondisi tanah menantang, asalkan dana yang dialokasikan benar-benar terserap seratus persen untuk pembelian material berkualitas. Tragedi aspal hancur dalam tiga bulan ini merupakan tamparan keras bagi tata kelola pemerintahan daerah yang masih sering mengabaikan aspek keberlanjutan demi sekadar mengejar target penyerapan anggaran semata tanpa mementingkan mutu jangka panjang.

Kasus di Sintang ini sudah sepantasnya menjadi alarm darurat bagi seluruh pemangku kepentingan di Kalimantan Barat untuk membenahi sistem pengadaan barang pemerintah secara total. Keterbukaan informasi publik dan partisipasi warga dalam mengawasi setiap tahapan proyek wajib dilindungi dan difasilitasi. Jika Komisi Pemberantasan Korupsi benar-benar merespons desakan ini dan berani menjerat aktor intelektual di balik kerusakan jalan Nanga Mau hingga Tebidah, hal tersebut akan memberikan efek kejut efektif bagi pelaksana proyek lain. Pemerataan pembangunan pedalaman hanya akan bermakna jika fasilitas yang dibangun mampu berdiri kokoh melintasi waktu, membawa kemakmuran riil bagi masyarakat, bukan sekadar proyek tambal sulam yang terus-menerus menguras kas negara.

 

Also Read
Latest News
  • Skandal Infrastruktur Sintang Legislator Desak Lembaga Antirasuah Usut Tuntas Proyek Jalan Umur Jagung
  • Skandal Infrastruktur Sintang Legislator Desak Lembaga Antirasuah Usut Tuntas Proyek Jalan Umur Jagung
  • Skandal Infrastruktur Sintang Legislator Desak Lembaga Antirasuah Usut Tuntas Proyek Jalan Umur Jagung
  • Skandal Infrastruktur Sintang Legislator Desak Lembaga Antirasuah Usut Tuntas Proyek Jalan Umur Jagung
  • Skandal Infrastruktur Sintang Legislator Desak Lembaga Antirasuah Usut Tuntas Proyek Jalan Umur Jagung
  • Skandal Infrastruktur Sintang Legislator Desak Lembaga Antirasuah Usut Tuntas Proyek Jalan Umur Jagung
Post a Comment
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad